Jumat, 05-02-2010
Harian Ujungpandang Ekspres (www.ujungpandang.ekspres.com)
Sepak Bola Sulsel Pulang Lebih Awal
PALEMBANG, UPEKS--Hari pertama pelaksanaan Porwanas, Kamis (4/2), kontingen Sulsel diliputi mendung. Cabor sepak bola yang merupakan cabor unggulan harus pulang lebih dulu setelah dilumat tim DKI Jakarta 4-2 di Stadion Bumi Sriwijaya.
Lebih menyakitkan lagi, karena tiga gol yang dilesakkan DKI Jakarta dicetak pemain yang berasal dari Sulsel (Persipare), yakni Sabeni.
Sebetulnya Sulsel unggul lebih dulu saat pertandingan baru berusia lima menit. Strikernya, Hendrik berhasil membobol gawang lawan. Namun DKI berhasil bangkit dan membalikkan keadaan 2-1 di ujung babak pertama lewat kaki Sabeni pada menit 29 dan 33. Babak kedua, lagi-lagi harapan Sulsel mulai bangkit tatkala Hendrik kembali menyarangkan bola, namun hasil imbang itu tidak berlangsung lama setelah Sabeni mencetak hattrik dan MA'ruf menutup kemenangan DKI 4-2 lewat titik putih. ()
Kamis, 04 Februari 2010
DKI Atasi Sulsel 4-2 pada Pertandingan Porwanas
DKI Atasi Sulsel 4-2 pada Pertandingan Porwanas
Kamis, 4 Pebruari 2010
Palembang (ANTARA News) - Juara bertahan DKI Jakarta mengawali perjuangan dengan kemenangan 4-2 atas Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam pertandingan pertama cabang sepak bola pada Pekan Olah Raga Wartawan Nasional (Porwanas) di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang, Kamis.
Pada pertandingan yang berlangsung keras tersebut, penyerang DKI Jakarta Sabeni tampil gemilang dengan mencetak hatrik, masing-masing menit ke-28, 32 dan 45. Satu gol lagi dicetak oleh Ma`ruf melalui titik penalti pada menit ke-50.
Sementara dua gol Sulsel disarangkan oleh M Hendrik pada menit ketiga dan ke-38.
Sulsel yang bermain keras seperti ingin melepaskan dendam atas kekalahan mereka 1-2 di semifinal Porwanas dua tahun lalu di Samarinda.
Pertandingan yang berlangsung panas sejak awal itu, hampir saja memancing keributan ketika salah seorang pemain Sulsel tampak jelas memukul wajah Lody Hutabarat, sehingga wasit tanpa pikir panjang langsung mengeluarkan kartu merah.
Beruntung pemain asal Metro TV tersebut tidak terpancing membalas memukul sehingga keributan lebih jauh bisa dihindari.
Usai pertandingan, manajer Tim DKI Tubagus Adi mengatakan bahwa ia bersyukur para pemainnya tidak terpancing dengan permainan kasar yang dikembangkan lawan.
Tetapi ketegangan yang terjadi antara kedua tim, berangsur mencair usai pertandingan setelah pemain dan ofisial saling berangkulan.
Bahkan beberapa pemain Sulsel meminta untuk berfoto bersama dengan Rico Ceper, salah seorang pemain DKI yang sebelumnya juga sempat bersitegang di lapangan.
"Dari awal saya sudah melihat gelagat kalau Sulsel mencoba merusak pola permainan DKI dengan permainan kasar. Saya sebelumnya sudah meminta teman-teman untuk bermain tenang," kata Tubagus.
Sementara itu Ketua SIWO Pusat Raja Parlindungan Pane pada pertemuan teknik cabang sepak bola, Rabu (3/2) meminta kepada seluruh peserta untuk menjaga sportivitas dan tidak menggunakan segala cara untuk meraih kemenangan.
"Sepak bola sempat terancam tidak dipertandingkan karena pengalaman sebelumnya yang sering ricuh. Kalau sepak bola tetap ingin dipertandingkan, saya mohon jagalah sportivitas di lapangan," katanya.
Pertandingan sepak bola yang menggunakan sistem gugur tersebut diikuti oleh 12 tim, DKI Jaya dan Jawa Timur yang menjadi finalis Porwanas tahun lalu, ditempatkan sebagai unggulan pertama dan kedua.(A032/R009)
Kamis, 4 Pebruari 2010
Palembang (ANTARA News) - Juara bertahan DKI Jakarta mengawali perjuangan dengan kemenangan 4-2 atas Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam pertandingan pertama cabang sepak bola pada Pekan Olah Raga Wartawan Nasional (Porwanas) di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang, Kamis.
Pada pertandingan yang berlangsung keras tersebut, penyerang DKI Jakarta Sabeni tampil gemilang dengan mencetak hatrik, masing-masing menit ke-28, 32 dan 45. Satu gol lagi dicetak oleh Ma`ruf melalui titik penalti pada menit ke-50.
Sementara dua gol Sulsel disarangkan oleh M Hendrik pada menit ketiga dan ke-38.
Sulsel yang bermain keras seperti ingin melepaskan dendam atas kekalahan mereka 1-2 di semifinal Porwanas dua tahun lalu di Samarinda.
Pertandingan yang berlangsung panas sejak awal itu, hampir saja memancing keributan ketika salah seorang pemain Sulsel tampak jelas memukul wajah Lody Hutabarat, sehingga wasit tanpa pikir panjang langsung mengeluarkan kartu merah.
Beruntung pemain asal Metro TV tersebut tidak terpancing membalas memukul sehingga keributan lebih jauh bisa dihindari.
Usai pertandingan, manajer Tim DKI Tubagus Adi mengatakan bahwa ia bersyukur para pemainnya tidak terpancing dengan permainan kasar yang dikembangkan lawan.
Tetapi ketegangan yang terjadi antara kedua tim, berangsur mencair usai pertandingan setelah pemain dan ofisial saling berangkulan.
Bahkan beberapa pemain Sulsel meminta untuk berfoto bersama dengan Rico Ceper, salah seorang pemain DKI yang sebelumnya juga sempat bersitegang di lapangan.
"Dari awal saya sudah melihat gelagat kalau Sulsel mencoba merusak pola permainan DKI dengan permainan kasar. Saya sebelumnya sudah meminta teman-teman untuk bermain tenang," kata Tubagus.
Sementara itu Ketua SIWO Pusat Raja Parlindungan Pane pada pertemuan teknik cabang sepak bola, Rabu (3/2) meminta kepada seluruh peserta untuk menjaga sportivitas dan tidak menggunakan segala cara untuk meraih kemenangan.
"Sepak bola sempat terancam tidak dipertandingkan karena pengalaman sebelumnya yang sering ricuh. Kalau sepak bola tetap ingin dipertandingkan, saya mohon jagalah sportivitas di lapangan," katanya.
Pertandingan sepak bola yang menggunakan sistem gugur tersebut diikuti oleh 12 tim, DKI Jaya dan Jawa Timur yang menjadi finalis Porwanas tahun lalu, ditempatkan sebagai unggulan pertama dan kedua.(A032/R009)
Menegpora Buka Porwanas di Palembang
Menegpora Buka Porwanas di Palembang
Laporan wartawan KOMPAS Wisnu Aji Dewabrata
Kamis, 4 Februari 2010 | 18:11 WIB
KOMPAS/ALIF ICHWAN
PALEMBANG, Kompas.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng membuka Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) ke-10 di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (4/2/10) sore.
Acara pembukaan dihadiri Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf juga hadir dan ikut berpawai bersama kontingen Jawa Timur.
Porwanas ke-10 diikuti 1.627 atlet yang akan bertanding dalam 12 cabang olahraga. Porwanas berlangsung dari tanggal 4-9 Februari.
Andi Mallarangeng mengatakan, insan pers selalu berada di garis depan dalam memajukan olahraga Indonesia. Pers bertugas memasyarakatkan olahraga dan membuat masyarakat menikmati olahraga. Pers harus menyumbangkan wacana untuk mengembangkan olahraga di Tanah Air.
Laporan wartawan KOMPAS Wisnu Aji Dewabrata
Kamis, 4 Februari 2010 | 18:11 WIB
KOMPAS/ALIF ICHWAN
PALEMBANG, Kompas.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng membuka Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) ke-10 di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (4/2/10) sore.
Acara pembukaan dihadiri Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf juga hadir dan ikut berpawai bersama kontingen Jawa Timur.
Porwanas ke-10 diikuti 1.627 atlet yang akan bertanding dalam 12 cabang olahraga. Porwanas berlangsung dari tanggal 4-9 Februari.
Andi Mallarangeng mengatakan, insan pers selalu berada di garis depan dalam memajukan olahraga Indonesia. Pers bertugas memasyarakatkan olahraga dan membuat masyarakat menikmati olahraga. Pers harus menyumbangkan wacana untuk mengembangkan olahraga di Tanah Air.
Jumat, 22 Januari 2010
SKU Tegas : ''Penambangan Batu Bijih Besi Ancam Keselamatan Penduduk''

SKU Tegas : ''Penambangan Batu Bijih Besi Ancam Keselamatan Penduduk''
Penambangan batu bijih besi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang dilakukan oleh PT. Sindo Mandiri, menimbulkan keresahan masyarakat setempat karena mengancam keselamatan warga terutama dikhawatirkan akan terjadinya longsor.
Demikian berita utama (headline) Surat Kabar Umum (SKU) Tegas, minggu I & II Januari 2010, Tahun XLII No. 1143. Koran yang terbit sejak 16 Januari 1967 itu hingga kini masih eksis di tengah persaingan media cetak di wilayah Sulawesi Selatan.
Koran dengan motto ''berjuang menegakkan keadilan dan kebenaran'' itu terbit 12 halaman ukuran broadsheet. Halaman pertama dan halaman 12 berwarna, sedangkan halaman lainnya hitam putih.
Rabu, 20 Januari 2010
Staf Sekretariat PWI Sulsel Meninggal Dunia
Rabu, 13 Januari 2010
Press Club PWI Sulsel Selalu Ramai
Press Club PWI Sulsel Selalu Ramai
Kafe ''Press Club PWI Sulsel'' di Jl. A.P. Pettarani, Makassar makin ramai saja. Setiap hari selalu banyak wartawan, pengurus PWI, dan masyarakat umum yang berkunjung.
Ada yang datang ingin bertemu dengan seseorang atau beberapa orang, ada yang kebetulan lewat lalu ingin minum teh/kopi, ada yang sengaja ingin main biliard, ada yang bawa laptop lalu main internet sepuasnya secara gratis, ada yang ingin nyanyi-nyanyi, dan mungkin masih ada alasan lain yang saya tidak tahu. Pokoknya selalu ramai.
Rifai Manangkasi selaku manajer Press Club PWI Sulsel tentu saja senang dan gembira, karena berbagai upaya yang dilakukannya dengan dibantu oleh pengurus PWI Sulsel, sudah mulai membuahkan hasil.
''Teman-teman juga sudah beberapa kali memanfaatkan Press Club PWI Sulsel untuk mengadakan rapat, pertemuan-pertemuan, kuliah, mengerjakan tugas-tugas, jumpa pers, dan dialog,'' ungkapnya kepada pengelola blog PWI Sulawesi Selatan, Asnawin, di Press Club PWI Sulsel, Kamis, 14 Januari 2010.
Kafe ''Press Club PWI Sulsel'' di Jl. A.P. Pettarani, Makassar makin ramai saja. Setiap hari selalu banyak wartawan, pengurus PWI, dan masyarakat umum yang berkunjung.
Ada yang datang ingin bertemu dengan seseorang atau beberapa orang, ada yang kebetulan lewat lalu ingin minum teh/kopi, ada yang sengaja ingin main biliard, ada yang bawa laptop lalu main internet sepuasnya secara gratis, ada yang ingin nyanyi-nyanyi, dan mungkin masih ada alasan lain yang saya tidak tahu. Pokoknya selalu ramai.
Rifai Manangkasi selaku manajer Press Club PWI Sulsel tentu saja senang dan gembira, karena berbagai upaya yang dilakukannya dengan dibantu oleh pengurus PWI Sulsel, sudah mulai membuahkan hasil.
''Teman-teman juga sudah beberapa kali memanfaatkan Press Club PWI Sulsel untuk mengadakan rapat, pertemuan-pertemuan, kuliah, mengerjakan tugas-tugas, jumpa pers, dan dialog,'' ungkapnya kepada pengelola blog PWI Sulawesi Selatan, Asnawin, di Press Club PWI Sulsel, Kamis, 14 Januari 2010.
Langganan:
Postingan (Atom)