Pentingnya Jurnalisme Damai
Harian Ujungpandang Ekspres
Senin, 04-10-2010
http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=53588&jenis=Metro
MAKASSAR, UPEKS-- Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI), Parni Hadi, menghimbau seluruh pekerja pers menerapkan jurnalisme damai.
Hal tersebut diungkapkan dihadapan sejumlah media disela-sela acara serah terima jabatan Kepala Stasiun LPP RRI Makassar, Sabtu (2/10).
Dikatakan, Untuk menjaga eksistensi negara kesatuan RI peran media massa sangat penting. Oleh karena itu salah satu upaya yang harus dilakukan adalah menggiatkan jurnalisme damai. Jurnalisme damai ini akan mengeliminasi terjadinya konflik sosial.
Memang diakui, tambahnya, tugas utama seorang wartawan menyampaikan fakta kepada masyarakat, namun di sisi lain, wartawan juga harus memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi.
"Memang dalam penyampaian berita harus mengedepankan fakta namun Wartawan tidak hanya semata-mata menyiarkan fakta, tapi juga harus memikirkan dampak yang ditimbulkan dari produk beritanya itu, jangan menjadi provokasi masyarakat," jelasnya
Hal senada dikemukakan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh.
Menurutnya, sekarang telah banyak perusahaan media dan waratwan yang bisa menyampaikan berbagai berita, namun yang perlu diperhatikan, bekerja dengan penuh tanggung jawab sesuai kode etik jurnalis.
"Namun bukan hanya kode etik yang perlu diperhatikan, tapi juga nurani sebagai seorang manusia,'' harapnya.
Jadi bekerja tidak hanya untuk memenuhi target tapi juga bertanggung jawab dengan moral," tambahnya.
Semua organisasi wartawan memang mengakui pentingnya kebebasan pers itu, namun harus disadari menjaga keutuhan bangsa dan negara jauh lebih penting.
"Kita dapat saja memberitakan fakta-fakta di lapangan, namun tetap harus melindungi kepentingan yang lebih besar dengan tidak memberitakan suatu kejadian secara vulgar yang dapat memancing emosi," katanya.
Untuk itu, tambahnya, Dinas Pendidikan dan PWI Provinsi melakukan kerja sama melaksanakan sekolah jurnalisme.
Khusus di Sulsel, kegiatan ini akan diselenggarakan awal 2011.
"Ini untuk mempersiapkan para wartawan agar dapat bekerja secara profesional dan medianya pun mendapat standar kompetensi,'' kata Zulkifli.
Bahkan, 2012 mendatang setiap media akan diberi logo dewan pers setelah melalui beberapa penilaian," jelasnya.
Sabtu, 09 Oktober 2010
Jurnalisme Damai Eliminir Konflik Sosial

Parni Hadi
Parni Hadi:
Jurnalisme Damai Eliminir Konflik Sosial
Majalah Gatra
http://www.gatra.com/2010-10-02/artikel.php?id=141779
Makassar, 2 Oktober 2010
Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik RRI mengatakan, jurnalisme damai akan mengeliminasi terjadinya konflik sosial, sehingga patut diterapkan oleh setiap wartawan.
"Untuk menjaga eksistensi negara kesatuan Republik Indonesia, peran media massa sangat penting, karena itu salah satu upaya yang harus dilakukan adalah menggiatkan jurnalisme damai," kata Dirut LPP RRI Parni Hadi di Makassar, Sabtu.
Parni di sela-sela acara serah terima jabatan Kepala Stasiun LPP RRI Makassar dari Martoyo kepada I Made Ardika, mengatakan, tugas utama seorang wartawan adalah menyampaikan fakta kepada masyarakat, namun di sisi lain, wartawan juga harus memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi.
"Wartawan tidak semata-mata menyiarkan fakta, tetapi juga harus memikirkan dampak yang ditimbulkan dari produk beritanya itu, karena bisa saja itu justeru menjadi provokasi," katanya.
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut Parni yang didampingi anggota Dewan Pengawas LPP RRI I Made Alit, agar tidak muncul lagi konflik SARA seperti Tarakan dan Bogor, wartawan harus arif memberitakan suatu kejadian.
"Jangan malah menganggung-anggungkan kebebasan pers yang hanya akan mengancam kesatuan bangsa dan negara," ujarnya.
Hal senada dikemukakan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel Zulkifli Gani Otto pada kesempatan yang sama.
Dia mengatakan, semua organisasi wartawan mengakui pentingnya kebebasan pers itu, namun harus disadari menjaga keutuhan bangsa dan negara jauh lebih penting.
"Kita dapat saja memberitakan fakta-fakta di lapangan, namun tetap harus melindungi kepentingan yang lebih besar dengan tidak memberitakan suatu kejadian secara fulgar yang dapat memancing emosi," katanya. [TMA, Ant]
Ketua PWI Kecewa Pelayanan Pemkab Bone
KECEWA. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh, yang mengetuai rombongan Tim Safari Jurnalistik di Kabupaten Bone, mengaku sangat kecewa dengan pelayanan yang tak maksimal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone. “Saya sangat kecewa berat dengan pelayanan dari Pemkab Bone, sekali lagi saya kecewa,” jelas Zulkifli.
-----------------
Ketua PWI Kecewa Pelayanan Pemkab Bone
Harian Ujungpandang Ekspres
Jumat, 08-10-2010
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=53930/
BONE, UPEKS—Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh, yang mengetuai rombongan Tim Safari Jurnalistik di Kabupaten Bone, mengaku sangat kecewa dengan pelayanan yang tak maksimal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone.
“Saya sangat kecewa berat dengan pelayanan dari Pemkab Bone, sekali lagi saya kecewa,” jelas Zulkifli.
Hal ini diungkapkan Ketua PWI, usai audensi dengan pihak Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan yang didampingi Wakil Bupati Bone, Drs HA Said Pabokori, di ruang rapat pimpinan bupati, Kamis (7/10/2011).
Tim Safari Jurnalistik PWI Sulsel yang terdiri dari 65 orang tersebut, berkunjung ke Kabupaten Bone dalam rangka untuk memantau dan mengawasi pelaksanaan program Pendidikan dan Kesehatan Gratis di Bone.
Menurut Zulkifili bahwa kedatangan rombongan PWI di Bone, adalah hasil radiogram dari Gubernur Sulawesi Selatan yang bekerja sama dengan PWI Sulsel, untuk melakukan pemantau dan pengawasan sebagai wujud kepedulian pelaksanaan program pendidikan dan kesehatan gratis di Sulsel.
Dijelaskan juga bahwa semua kabupaten yang akan dikunjungi tim Safari Jurnalistik PWI tersebut, sudah ditentukan gubernur yang terdiri 16 kabupaten dan tim tersebut juga dilepas langsung oleh gubernur.
“Inikan program gubernur, kita ini hanyalah yang ditunjuk oleh gubernur untuk mengawal sebagai wujud kepedulian kita untuk melihat langsung per-kembangan program pendidikan dan kesehatan gratis, tapi kami tidak pernah akan menyangka Pemkab Bone melayani kami seperti ini,” jelasnya.
Zulkifili juga menilai, Pem-kab Bone masih sangat banyak mengalami kekurangan yang perlu dibenahi, secepatnya terkhusus untuk pelaksnaan program pendidikan dan kesehatan gratis, di antarannya adalah masih kurangnya sosialisasi ke bawah terhadap program tersebut, sehingga masih ada kesan program tersebut hanya berjalan di tempat dan belum merata.
Sementara dari keterangan salah seorang staf humas Pemkab Bone, Haedar, terkait kekecewaan yang dialami tim Safari Jurnalistik mulai dari penjemputan hingga penginapan menjelaskan bahwa pihaknya juga serba bingung. Pasalnya, kedatangan tim tersebut sebenarnya menjadi tanggungan pihak Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Bone.
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://pwi-sulsel.blogspot.com/]
Zulkifli Siap Kembali Pimpin PWI Sulsel

Zaulkifli Gani Ottoh
Zulkifli Siap Kembali Pimpin PWI Sulsel
- Apindo Dukung Sosok Zugito
Harian Ujungpandang Ekspres, Makassar
Senin, 04-10-2010
http://ujungpandangekspres.com/view.php?id=53595
MAKASSAR, UPEKS---Setelah mendengar berbagai pertimbangan baik dari pengurus dan anggota PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh SH menyatakan kesiapan dipilih kembali, dalam konfercab PWI yang akan berlangsung akhir bulan ini.
Konfercab itu kelak, untuk menentukan kepemimpinan organisasi tempat bernaungnya para wartawan.
''Setelah menimbang-nimbang berbagai masukan baik dari organisasi maupun institusi, saya menyatakan siap memimpin kembali PWI Sulsel,'' katanya, di hadapan sejumlah pengurus PWI Sulsel, di Warkop Phoenam.
Lebih jauh dia menjelaskan, tantangan pers mendatang membutuhkan figur kepemimpinan yang betul-betul mengetahui seluk beluk pers dan juga mampu membawa jurnalis ke arah kualitas serta kesejahteraan.
''Pemikiran itu penting, mengingat persaingan bisnis media cetak dewasa ini makin sengit. Dengan demikian, sudah tentu memerlukan figur yang mampu mengayomi para wartawan mulai dari membuat berita hingga kesejahteraannya,'' katanya.
Sementara itu, Ketua Apindo (Asosiasi pengusaha Indonesia) Sulsel, Drs La Tunreng menilai, tampilnya kembali Zugito panggilan akrab Zulkifli Gani Ottoh akan selalu memberi pembaharuan didunia jurnalistik.
Pertimbangannya, beliau (Zugito), tidak hanya dikenal dikalangan wartawan tapi juga dunia usaha -- pengurus Kadin, terlebih dimata pejabat,'' nama Pak Zul -- Zulkifli tak bisa lagi disangssikan.
''Saya berharap beliau bisa memimpin kembali PWI, agar organisasi ini dapat berjalan seiring dengan dunia usaha -- kadin,'' katanya kepada Upeks, Minggu (3/10) kemarin.
Berdasarkan catatan, selama kepemimpian Zulkifli di PWI Sulsel cukup banyak prestasi yang diperoleh organisasi ini.
Di antaranya, juara umum Porwanas di Palembang. Sebuah prestasi yang luar biasa untuk merebutnya kembali, terlebih ini merupakan ajang yang cukup bergengsi.
Di pentas pengusaha, nama Zulkifli Gani Ottoh tak asing lagi, lantaran beliau menduduki jabatan sebagai pengurus Kadin, Apindo, sebuah jabatan yang amat penting.
Di sisi lain, jam terbangnya cukup tinggi, pernah mendapat utusan investasi di Negeri Cina, juga beliau menduduki jabatan penting di media terkemuka Harian Fajar yang membawahi puluhan surat kabar harian di Indonesia Timur.
''Prinsipnya, sangat tepatlah jika Zulkifli yang akrab disapa Zugito, memimpin kembali PWI Sulsel,'' kata La Tunreng.
Rabu, 06 Oktober 2010
Rombongan Safari Jurnalistik Menginap di Bone
Rombongan Safari Jurnalistik Menginap di Bone
Puluhan anggota rombongan Safari Jurnalistik PWI Sulsel menginap di Kabupaten Bone setelah berkunjung ke Kabupaten Gowa, Kabupaten Bantaeng, dan Kabupaten Sinjai, Rabu, 6 Oktober 2010.
Di Gowa, rombongan diterima oleh Sekretaris Kabupaten Gowa Drs H Muh Yusuf Sommeng MSi, dan beberapa pejabat terkait, di Baruga Karaeng Pattingalloang. Sekkab Gowa menjelaskan tentang program dan pelaksanaan Pendidikan Gratis dan Kesehatan Gratis. Selanjutnya dialog antara peserta Safari Jurnalistik dengan Sekkab Gowa dipandu Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh.
Zulkifli menjelaskan, Safari Jurnalistik yang merupakan program bersama Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel dengan Seksi Pendidikan PWI Sulsel, bertujuan memantau pelaksanaan program pendidikan gratis dan kesehatan gratis pada 16 kabupaten dan kota se-Sulsel.
Di Bantaeng, rombongan diterima pelaksana tugas Sekkab Bantaeng Drs H Zainuddin MSi dan beberapa pejabat terkait, di Restoran Aroma Laut. Seperti di Gowa, dialog antara pemkab Bantaeng dengan wartawan didahului dengan pemaparan tentang program pendidikan dan kesehatan gratis, setelah itu dilanjutkan dengan dialog.
Di Sinjai, rombongan Safari Jurnalistik PWI Sulsel diterima oleh Asisten II Drs H Mukhlis Isma MSi, didampingi beberapa pejabat terkait, di Rumah Makan Nikmat. Dialog berlangsung dalam suasana santai.
Pelaksanaan pendidikan gratis dan kesehatan gratis pada tiga kabupaten tersebut, memiliki beberapa perbedaan. Di Gowa, pemerintah setempat mewajibkan semua anak usia sekolah bersekolah dan memberikan sanksi kurungan maksimal enam bulan penjara serta denda uang sebesar Rp 50 juta kepada orangtua yang tidak menyekolahkan anaknya.
Di Bantaeng, pelaksanaan program pendidikan gratis dan kesehatan gratis disesuaikan dengan program yang sama yang dibuat oleh Pemprov Sulsel.
Di Sinjai, program pendidikan dan kesehatan gratis sudah dilaksanakan sejak tahun 2004. Pendidikan gratis mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga SMA, sedangkan kesehatan gratis berlaku bagi semua warga Sinjai, baik warga miskin maupun warga yang berstatus PNS dan atau orang berpunya.
Sekretaris Panitia Safari Jurnalistik, Hasan Kuba mengatakan pertemuan dengan pemerintah kabupaten Bone direncanakan dilangsungkan Kamis pagi, 7 Oktober 2010. (asnawin)
Puluhan anggota rombongan Safari Jurnalistik PWI Sulsel menginap di Kabupaten Bone setelah berkunjung ke Kabupaten Gowa, Kabupaten Bantaeng, dan Kabupaten Sinjai, Rabu, 6 Oktober 2010.
Di Gowa, rombongan diterima oleh Sekretaris Kabupaten Gowa Drs H Muh Yusuf Sommeng MSi, dan beberapa pejabat terkait, di Baruga Karaeng Pattingalloang. Sekkab Gowa menjelaskan tentang program dan pelaksanaan Pendidikan Gratis dan Kesehatan Gratis. Selanjutnya dialog antara peserta Safari Jurnalistik dengan Sekkab Gowa dipandu Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh.
Zulkifli menjelaskan, Safari Jurnalistik yang merupakan program bersama Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel dengan Seksi Pendidikan PWI Sulsel, bertujuan memantau pelaksanaan program pendidikan gratis dan kesehatan gratis pada 16 kabupaten dan kota se-Sulsel.
Di Bantaeng, rombongan diterima pelaksana tugas Sekkab Bantaeng Drs H Zainuddin MSi dan beberapa pejabat terkait, di Restoran Aroma Laut. Seperti di Gowa, dialog antara pemkab Bantaeng dengan wartawan didahului dengan pemaparan tentang program pendidikan dan kesehatan gratis, setelah itu dilanjutkan dengan dialog.
Di Sinjai, rombongan Safari Jurnalistik PWI Sulsel diterima oleh Asisten II Drs H Mukhlis Isma MSi, didampingi beberapa pejabat terkait, di Rumah Makan Nikmat. Dialog berlangsung dalam suasana santai.
Pelaksanaan pendidikan gratis dan kesehatan gratis pada tiga kabupaten tersebut, memiliki beberapa perbedaan. Di Gowa, pemerintah setempat mewajibkan semua anak usia sekolah bersekolah dan memberikan sanksi kurungan maksimal enam bulan penjara serta denda uang sebesar Rp 50 juta kepada orangtua yang tidak menyekolahkan anaknya.
Di Bantaeng, pelaksanaan program pendidikan gratis dan kesehatan gratis disesuaikan dengan program yang sama yang dibuat oleh Pemprov Sulsel.
Di Sinjai, program pendidikan dan kesehatan gratis sudah dilaksanakan sejak tahun 2004. Pendidikan gratis mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga SMA, sedangkan kesehatan gratis berlaku bagi semua warga Sinjai, baik warga miskin maupun warga yang berstatus PNS dan atau orang berpunya.
Sekretaris Panitia Safari Jurnalistik, Hasan Kuba mengatakan pertemuan dengan pemerintah kabupaten Bone direncanakan dilangsungkan Kamis pagi, 7 Oktober 2010. (asnawin)
Senin, 04 Oktober 2010
Gubernur Sulsel Lepas Rombongan Safari Jurnalistik PWI
Gubernur Sulsel Lepas Rombongan Safari Jurnalistik PWI
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, melepas secara resmi rombongan Safari Jurnalistik PWI Sulsel, di Baruga Sangiaseri Gubernuran, Makassar, Senin, 4 Oktober 2010.
Pelepasan ditandai pemasangan jaket kepada Ketua Rombongan Hasan Kuba dan Sekretaris PWI Sulsel Mappiar, disaksikan Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh, Kadis Pendidikan Patabai Pabokori, Kadis Kesehatan Rachmat, Kepala Biro Humas dan Protokol Agus Sumantri, serta pengurus PWI Sulsel dan peserta Safari Jurnalistik.
Seperti diberitakan sebelumnya, Safari Jurnalistik itu merupakan hasil kerja sama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sulawesi Selatan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Safari Jurnalistik itu bertujuan memantau pelaksanaan program Pemprov Sulsel, yakni Pendidikan dan Kesehatan Gratis, pada 16 kabupaten dan kota se-Sulsel.
Ke-16 kabupaten dan kota yang akan dikunjungi yaitu Gowa, Bantaeng, Sinjai, Bone, Wajo, Luwu, Palopo, Sidrap, Enrekang, Toraja Utara, Toraja, Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, dan Maros.
Dalam sambutannya, Gubernur Syahrul Yasin Limpo mengatakan program pendidikan dan kesehatan gratis hanya simbol dan bukan kemauan pribadi Syahrul Yasin Limpo, melainkan perintah Undang-Undang.
Khusus program pendidikan gratis, Syahrul mengatakan ada 14 item yang digratiskan pada seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta se-Sulsel.
''Yang harus dicek di lapangan dalam Safari Jurnalistik ini yaitu berapa persen alokasi anggaran pendidikan dalam APBD kabupaten dan kota se-Sulsel,'' katanya.
Dia mengingatkan para peserta safari bahwa Safari Jurnalistik tersebut bukan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pendidikan dan kesehatan gratis di daerah, melainkan untuk mengkristalisasi kedua program tersebut.
Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh menjelaskan, para peserta safari diharapkan membuat laporan dari perjalanan ke beberapa daerah. Selanjutnya laporan tersebut diikutkan dalam lomba karya jurnalistik.
''Panitia akan memilih tiga karya jurnalistik terbaik dalam dua kategori, yaitu kategori pendidikan gratis dan kategori kesehatan gratis. Masing-masing akan dipilih tiga pemenang,'' jelasnya. (asnawin)
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, melepas secara resmi rombongan Safari Jurnalistik PWI Sulsel, di Baruga Sangiaseri Gubernuran, Makassar, Senin, 4 Oktober 2010.
Pelepasan ditandai pemasangan jaket kepada Ketua Rombongan Hasan Kuba dan Sekretaris PWI Sulsel Mappiar, disaksikan Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh, Kadis Pendidikan Patabai Pabokori, Kadis Kesehatan Rachmat, Kepala Biro Humas dan Protokol Agus Sumantri, serta pengurus PWI Sulsel dan peserta Safari Jurnalistik.
Seperti diberitakan sebelumnya, Safari Jurnalistik itu merupakan hasil kerja sama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sulawesi Selatan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Safari Jurnalistik itu bertujuan memantau pelaksanaan program Pemprov Sulsel, yakni Pendidikan dan Kesehatan Gratis, pada 16 kabupaten dan kota se-Sulsel.
Ke-16 kabupaten dan kota yang akan dikunjungi yaitu Gowa, Bantaeng, Sinjai, Bone, Wajo, Luwu, Palopo, Sidrap, Enrekang, Toraja Utara, Toraja, Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, dan Maros.
Dalam sambutannya, Gubernur Syahrul Yasin Limpo mengatakan program pendidikan dan kesehatan gratis hanya simbol dan bukan kemauan pribadi Syahrul Yasin Limpo, melainkan perintah Undang-Undang.
Khusus program pendidikan gratis, Syahrul mengatakan ada 14 item yang digratiskan pada seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta se-Sulsel.
''Yang harus dicek di lapangan dalam Safari Jurnalistik ini yaitu berapa persen alokasi anggaran pendidikan dalam APBD kabupaten dan kota se-Sulsel,'' katanya.
Dia mengingatkan para peserta safari bahwa Safari Jurnalistik tersebut bukan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pendidikan dan kesehatan gratis di daerah, melainkan untuk mengkristalisasi kedua program tersebut.
Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh menjelaskan, para peserta safari diharapkan membuat laporan dari perjalanan ke beberapa daerah. Selanjutnya laporan tersebut diikutkan dalam lomba karya jurnalistik.
''Panitia akan memilih tiga karya jurnalistik terbaik dalam dua kategori, yaitu kategori pendidikan gratis dan kategori kesehatan gratis. Masing-masing akan dipilih tiga pemenang,'' jelasnya. (asnawin)
Langganan:
Postingan (Atom)
