Minggu, 10 Oktober 2010

Asnawin Jadi Asrul

Safari Jurnalistik PWI-Pemprov Sulsel:
Asnawin Jadi Asrul


Saat berdialog dengan Pemkot Parepare di rumah jabatan Walikota Parepare, Ahad, 10 Oktober 2010, tentang pendidikan dan kesehatan gratis, Ketua Seksi Pendidikan PWI Sulsel, Asnawin, sempat mengajukan pertanyaan.

Seperti biasa, Asnawin terlebih dahulu memperkenalkan diri sebelum bertanya, tetapi ketika Kadis Pendidikan Parepare, Mustafa Mappangara, menanggapi pertanyaan tersebut, ia menyebut nama Asrul. Kadis Pendidikan bahkan tiga kali menyebut nama Asrul.

Mendengar sebutan tersebut, Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh langsung tersenyum sambil memandang ke arah Asnawin. Beberapa wartawan pun mengulang menyebut nama Asrul sambil tersenyum.

Seusai acara dialog, beberapa wartawan kemudian mendatangi dan menyalami Asnawin atas nama barunya. ''Tapi Bapak harus potong kambing lagi dua ekor untuk ganti nama,'' kata Azis (RRI Makassar) sambil tertawa.

Adapun Kadis Pendidikan Parepare, Mustafa Mappangara, sampai rombongan Safari Jurnalistik meninggalkan Kota Parepare, tidak tahu menahu mengenai kesalahannya ''mengganti'' nama Asnawin menjadi Asrul. ***

Dua Wartawan Berulang Tahun

Safari Jurnalistik PWI-Pemprov Sulsel:
Dua Wartawan Berulang Tahun


Dua wartawan dari puluhan anggota rombongan Safari Jurnalistik PWI Sulsel-Pemprov Sulsel berulang-tahun pada hari Minggu, 10-10-2010, saat berada di Kota Parepare. Kedua wartawan itu ialah Imran (TVRI Sulsel) dan Malik Ismail (Pemimpin Redaksi Majalah Bias).

Beberapa wartawan kemudian memberinya ucapan selamat ulang tahun, termasuk dari Sekretaris Kota Parepare Hatta Buroncong, dan Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh.

Ketika ditanya ulang tahun ke berapa, Imran dan Malik Ismail, hanya tersenyum. (asnawin)

Sabtu, 09 Oktober 2010

Ketua PWI Pusat Kirim Salam

Safari Jurnalistik PWI-Pemprov Sulsel:
Ketua PWI Pusat Kirim Salam


Sebelum pertemuan antara rombongan Safari Jurnalistik PWI-Pemprov Sulsel, di ruang pola Kantor Bupati Enrekang, Sabtu, 9 Oktober 2010, Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh menerima telepon dari Ketua PWI Pusat Margiono.

''Saya baru saja menerima telepon dari Ketua PWI Pusat, Bapak Margiono. Beliau mengirim salam kepada kita semua dan mengucapkan selamat bekerja,'' ungkap Zulkifli saat berlangsungnya pertemuan. (asnawin)

Ketua PWI Sulsel Berduka

Safari Jurnalistik PWI-Pemprov Sulsel:
Zulkifli Gani Ottoh Berduka


Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh, berduka saat memimpin 50 wartawan dalam Safari Jurnalistik PWI-Pemprov Sulsel ke 16 kabupaten dan kota se-Sulsel, 6-10 Oktober 2010.

Saat berada di Kabupaten Bone (setelah berkunjung ke Kabupaten Gowa, Bantaeng, dan Sinjai), Kamis, 7 Oktober 2010, Zulkifli menerima telepon dari keluarganya di Makassar yang mengabarkan bahwa tantenya (saudara dari ibu kandung Zulkifli) meninggal dunia di Makassar.

Berita duka kembali ia terima saat berada di Enrekang, Sabtu, 9 Oktober 2010. ''Saudara sepupu saya meninggal dunia di Makassar,'' katanya kepada beberapa pengurus PWI Sulsel.

Dua berita duka tersebut tidak disampaikan kepada semua anggota rombongan, sehingga hanya segelintir orang yang mengetahuinya.

Ketika pengurus memintanya kembali ke Makassar, Zulkifli mengatakan sudah meminta maaf kepada keluarganya tidak bisa kembali ke Makassar karena sedang memimpin rombongan Safari Jurnalistik.

''Sebagai Ketua PWI Sulsel dan ketua rombongan, saya harus punya tanggungjawab moral. Saya harus menuntaskan memimpin Safari Jurnalistik ini,'' katanya. (asnawin)

Bus Rombongan Safari Jurnalistik Terjebak Tanah Longsor

Safari Jurnalistik PWI-Pemprov Sulsel:
Bus Rombongan Terjebak Tanah Longsor


Tiga bus dan sebuah mobil kijang yang ditumpangi rombongan Safari Jurnalistik PWI-Pemprov Sulsel terjebak tanah longsor dalam perjalanan dari Kota Palopo ke Kabupaten Toraja Utara, Jumat siang, 8 Oktober 2010.

Sebelum terjebak tanah longsor, anggota rombongan sempat singgah di sebuah tempat di tepi jalan raya yang cukup indah. Kampung yang berada di daerah pegunungan itu bernama Bambalu. Para wartawan foto bersama dan bercengkrama dengan beberapa warga setempat, sebelum melanjutkan perjalanan.

Ketika melanjutkan perjalanan itulah, rombongan terjebak tanah longsor dalam cuaca yang kurang bersahabat, yakni terjadi gerimis yang perlahan berubah menjadi hujan yang cukup deras.

Bus rombongan dan kendaraan lain terpaksa berbelok ke jalan alternatif yang rusak. Mesin bus rombongan yang terdepan (dari tiga bus yang membawa sekitar 60 wartawan, pengurus PWI Sulsel, dan staf Humas Pemprov Sulsel) bahkan sempat mati saat sedang mendaki di jalan menanjak yang berliku dan licin. Cukup lama dicarikan solusinya sehingga terjadi kemacetan panjang. Bus tersebut terpaksa didorong beramai-ramai sebelum akhirnya bisa berjalan normal di jalanan yang tidak lagi terlalu menanjak. (asnawin)

Penumpang Kloter 3 ''Teler''

Safari Jurnalistik PWI-Pemprov Sulsel:
Penumpang Kloter 3 ''Teler''

Nasib sial menimpa beberapa penumpang ''kloter 3'' rombongan Safari Jurnalistik PWI Sulsel-Pemprov Sulsel dalam perjalanan dari Kabupaten Wajo ke Kabupaten Luwu, Kamis, 7 Oktober 2010.

Para penumpang di kloter 3-istilah yang digunakan untuk mengganti kata bus ke-3 dari tiga bus yang membawa rombongan Safari Jurnalistik PWI Sulsel-Pemprov Sulsel-sempat berguncang setelah menabrak sebuah gundukan di tengah jalan. Akibatnya, beberapa wartawan yang duduk di bagian belakang terlempar dan jatuh dari kursinya. Mereka sempat ''teler'' selama beberapa menit sebelum mampu menguasai dirinya.

Sopir kemudian menghentikan busnya di tepi jalan. Salah seorang wartawan sempat pingsan saat turun dari mobil. Wartawan senior Benyamin Riny, juga sempat oleng alias ''teler'' setelah kepalanya terantuk dan kemudian terlempar dari kursinya.

''Ini pengalaman yang cukup berkesan,'' kata Benyamin yang memang suka berkelakar. (asnawin)