Senin, 19 Mei 2008
Jangan Jadi Wartawan
Jadilah wartawan karena minat, bakat, dan niat yang baik
Jadilah wartawan cerdas dan punya obsesi
Jadilah wartawan profesional
Jadilah wartawan yang disegani dan dihormati
Rabu, 14 Mei 2008
Tanpa Kata-kata
Tanpa Kata-kata
(Buat Kakanda Putra Jaya)
Karya : Asnawin
Seorang pemuda setengah pengangguran
Menemui seorang pengusaha media
Di sebuah warung kopi
Mereka pun asyik ngobrol
Tertawa-tawa
Bersama beberapa orang dalam satu meja
Menjelang magrib
Sang pengusaha media pamit
Dia diantar beberapa orang
Si pemuda setengah pengangguran
Hanya menyalami sambil tersenyum
Lalu duduk kembali di kursinya
Tak lama kemudian
Seorang pemuda berbadan tegap
Mendatangi si pemuda pengangguran
Sambil tersenyum tangannya langsung bekerja
Menyelipkan beberapa lembar uang seratus ribu
Ke kantong si pemuda dan langsung pergi tanpa kata-kata
Jakarta, 15 Mei 2008
(Buat Kakanda Putra Jaya)
Karya : Asnawin
Seorang pemuda setengah pengangguran
Menemui seorang pengusaha media
Di sebuah warung kopi
Mereka pun asyik ngobrol
Tertawa-tawa
Bersama beberapa orang dalam satu meja
Menjelang magrib
Sang pengusaha media pamit
Dia diantar beberapa orang
Si pemuda setengah pengangguran
Hanya menyalami sambil tersenyum
Lalu duduk kembali di kursinya
Tak lama kemudian
Seorang pemuda berbadan tegap
Mendatangi si pemuda pengangguran
Sambil tersenyum tangannya langsung bekerja
Menyelipkan beberapa lembar uang seratus ribu
Ke kantong si pemuda dan langsung pergi tanpa kata-kata
Jakarta, 15 Mei 2008
Kepekaan
Kepekaan
Karya : Asnawin
Seorang perempuan setengah baya
Duduk di tepi jalan raya depan hotel berbintang
Pakaiannya lusuh
Rambutnya acak-acakan
Di pangkuannya ada seorang bayi perempuan
Sedang tidur
Lelap
Di depan kedua perempuan itu
Tergeletak sebuah mangkok
Beberapa recehan dan lembar seribuan terlihat di sana
Seorang lelaki setengah baya
Berjalan melewati kedua perempuan itu
Pakaiannya bersih dan rapi
Rambutnya tersisir rapi
Di tangan kirinya terjinjing tas hitam
Tangan kanan memegang handphone
Dia asyik berbicara entah dengan siapa di balik telepon
Sambil tertawa-tawa
Dia berlalu begitu saja
Seolah tak melihat keberadaan kedua perempuan itu
Jakarta, 15 Mei 2008
Karya : Asnawin
Seorang perempuan setengah baya
Duduk di tepi jalan raya depan hotel berbintang
Pakaiannya lusuh
Rambutnya acak-acakan
Di pangkuannya ada seorang bayi perempuan
Sedang tidur
Lelap
Di depan kedua perempuan itu
Tergeletak sebuah mangkok
Beberapa recehan dan lembar seribuan terlihat di sana
Seorang lelaki setengah baya
Berjalan melewati kedua perempuan itu
Pakaiannya bersih dan rapi
Rambutnya tersisir rapi
Di tangan kirinya terjinjing tas hitam
Tangan kanan memegang handphone
Dia asyik berbicara entah dengan siapa di balik telepon
Sambil tertawa-tawa
Dia berlalu begitu saja
Seolah tak melihat keberadaan kedua perempuan itu
Jakarta, 15 Mei 2008
Minggu, 30 Desember 2007
Aku Tidak Mau Terjatuh
Aku Tidak Mau Terjatuh
Karya : Asnawin
Ranting tua itu hampir patah
Badanku terlalu berat baginya
Sudah terlalu lama aku bergelantungan
Kakiku sudah hampir mencapai tanah
Aku harus pindah ke ranting lain
Aku tidak mau terjatuh
Karena tanah di bawah sana becek
Karena tanah di bawah sana bau
Karena tanah di bawah sana berlumpur
Makassar, 9 November 2007
Karya : Asnawin
Ranting tua itu hampir patah
Badanku terlalu berat baginya
Sudah terlalu lama aku bergelantungan
Kakiku sudah hampir mencapai tanah
Aku harus pindah ke ranting lain
Aku tidak mau terjatuh
Karena tanah di bawah sana becek
Karena tanah di bawah sana bau
Karena tanah di bawah sana berlumpur
Makassar, 9 November 2007
Perempuan
Perempuan
Karya : Asnawin
Perempuan itu misterius
Mereka kerap manja
Kadang-kadang jadi pemarah
Pada saat tertentu cemburu
Tak jarang juga tegar
Perempuan itu irrasional
Cepat emosi dan cepat merasa
Makassar, 11 November 2007
Karya : Asnawin
Perempuan itu misterius
Mereka kerap manja
Kadang-kadang jadi pemarah
Pada saat tertentu cemburu
Tak jarang juga tegar
Perempuan itu irrasional
Cepat emosi dan cepat merasa
Makassar, 11 November 2007
Tak Rela
Tak Rela
Karya : Asnawin
Di balik kegembiraan, ada kesedihan
Di balik keyakinan, ada keraguan
Di balik cinta, ada dendam
Aku tak ingin
Kegembiraan
Berubah menjadi kesedihan
Aku tak ingin
Keyakiyan
Berubah menjadi keraguan
Aku tak rela
Cinta
Berubah menjadi dendam
Makassar, 31 Desember 2007
Karya : Asnawin
Di balik kegembiraan, ada kesedihan
Di balik keyakinan, ada keraguan
Di balik cinta, ada dendam
Aku tak ingin
Kegembiraan
Berubah menjadi kesedihan
Aku tak ingin
Keyakiyan
Berubah menjadi keraguan
Aku tak rela
Cinta
Berubah menjadi dendam
Makassar, 31 Desember 2007
Langganan:
Postingan (Atom)
