Rabu, 20 Januari 2010
Staf Sekretariat PWI Sulsel Meninggal Dunia
Rabu, 13 Januari 2010
Press Club PWI Sulsel Selalu Ramai
Press Club PWI Sulsel Selalu Ramai
Kafe ''Press Club PWI Sulsel'' di Jl. A.P. Pettarani, Makassar makin ramai saja. Setiap hari selalu banyak wartawan, pengurus PWI, dan masyarakat umum yang berkunjung.
Ada yang datang ingin bertemu dengan seseorang atau beberapa orang, ada yang kebetulan lewat lalu ingin minum teh/kopi, ada yang sengaja ingin main biliard, ada yang bawa laptop lalu main internet sepuasnya secara gratis, ada yang ingin nyanyi-nyanyi, dan mungkin masih ada alasan lain yang saya tidak tahu. Pokoknya selalu ramai.
Rifai Manangkasi selaku manajer Press Club PWI Sulsel tentu saja senang dan gembira, karena berbagai upaya yang dilakukannya dengan dibantu oleh pengurus PWI Sulsel, sudah mulai membuahkan hasil.
''Teman-teman juga sudah beberapa kali memanfaatkan Press Club PWI Sulsel untuk mengadakan rapat, pertemuan-pertemuan, kuliah, mengerjakan tugas-tugas, jumpa pers, dan dialog,'' ungkapnya kepada pengelola blog PWI Sulawesi Selatan, Asnawin, di Press Club PWI Sulsel, Kamis, 14 Januari 2010.
Kafe ''Press Club PWI Sulsel'' di Jl. A.P. Pettarani, Makassar makin ramai saja. Setiap hari selalu banyak wartawan, pengurus PWI, dan masyarakat umum yang berkunjung.
Ada yang datang ingin bertemu dengan seseorang atau beberapa orang, ada yang kebetulan lewat lalu ingin minum teh/kopi, ada yang sengaja ingin main biliard, ada yang bawa laptop lalu main internet sepuasnya secara gratis, ada yang ingin nyanyi-nyanyi, dan mungkin masih ada alasan lain yang saya tidak tahu. Pokoknya selalu ramai.
Rifai Manangkasi selaku manajer Press Club PWI Sulsel tentu saja senang dan gembira, karena berbagai upaya yang dilakukannya dengan dibantu oleh pengurus PWI Sulsel, sudah mulai membuahkan hasil.
''Teman-teman juga sudah beberapa kali memanfaatkan Press Club PWI Sulsel untuk mengadakan rapat, pertemuan-pertemuan, kuliah, mengerjakan tugas-tugas, jumpa pers, dan dialog,'' ungkapnya kepada pengelola blog PWI Sulawesi Selatan, Asnawin, di Press Club PWI Sulsel, Kamis, 14 Januari 2010.
Rabu, 23 Desember 2009
PWI Sulsel Target Juara Umum Porwanas
PWI Sulsel Target Juara Umum Porwanas X
Makassar, 23 Desember 2009
Kontingen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan juara umum pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) X di Palembang, Sumatera Selatan, 4-10 Februari 2009.
Untuk memenuhi ambisi tersebut, PWI Sulsel akan mengikuti seluruh 12 cabang olahraga yang akan dipertandingkan (bolavoli, catur, tenis meja, sepakbola, tenis, dayung, biliard, bridge, atletik, futsal, bulutangkis, dan bowling).
''Secara keseluruhan, kontingen PWI Sulsel berjumlah 130 orang atlet dan ofisial,'' kata Sekretaris Umum Panitia Porwanas PWI Sulsel, Andi Pasamangi Wawo, kepada pengelola blog PWI Sulsel, Asnawin, di Makassar, Rabu, 23 Desember 2009.
Para atlet yang berasal dari berbagai media massa tersebut telah melakukan persiapan sejak beberapa bulan lalu. Sebagian cabang olahraga menyewa pelatih yang sudah berpengalaman melatih tim profesional.
Sejak dilaksanakan pertama kali pada tahun 1982, PWI Sulsel tercatat sudah dua kali keluar sebagai juara umum, yakni pada Porwanas I Semarang Tahun 1982, dan Porwanas VII di Banjarmasin tahun 2002.
''Kami mendapat support dari Pemprov Sulsel melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) dan ini merupakan amanah,'' ungkap Pasamangi yang juga menjabat Wakil Ketua PWI Sulsel.
12 Cabang Olahraga
Dari website resmi PWI Pusat (www.pwi.or.id), yang dimuat pada Senin, 24 Agustus 2009, dijelaskan bahwa berdasarkan Keputusan Rapet Kerja SIWO PWI di Hotel Jayakarta Daira, Palembang, 13 Agustus 2009, ditetapkan Porwanas X mempertandingkan 12 cabang olahraga.
Ke-12 cabang olahraga tersebut berikut rincian nomor-nomor yang diperlombakan, sebagai berikut:
1. Atletik : 5000 m lintasan ( < 40 thn dan > 40 thn) – 2 atlet – 2 emas
2. Bilyar : Bola 9 (ganda dan perorangan) – 2 atlet - 2
3. Boling : Beregu dan perorangan (3 atlet) – 4 emas
4. Bridge : Pasangan dan Empat kawan – 2 emas
5. Bulutangkis : Beregu ( 3 pasang ganda) – 6 atlet - 1 emas
6. Bola Voli : 10 atlet – 1 emas
7. Catur : Beregu – 3 atlet – 1 emas
8. Dayung : Beregu – 2 atlet – 1 emas
9. Futsal : 7 atlet – 1 emas
10. Sepakbola : 15 atlet – 1 emas
11. Tenis meja : Beregu (3 pasang ganda) – 1 emas
12. Tenis : Beregu (3 pasang ganda) dan perorangan ganda >36 thn – 2 emas
Anugerah Olahraga, Lomba Karya Tulis, dan Foto Olahraga
Selain pertandingan olahraga, PWI Pusat juga akan memberikan Anugerah Olahraga 2009, yang penyelenggaraannya berdekatan dengan HPN, Februari 2010. Untuk itu perlu dibuat format nominasi yang dikirimkan ke SIWO PWI Cabang.
Nominasi penghargaan meliputi :
a. Atlet Terbaik – putra dan putri
b. Pelatih Terbaik
c. Pembina Terbaik
d. Pengabdi olahraga (Life time achievement)
e. Penghargaan Khusus (Sponsorship)
Untuk kriteria dan penilaian pemberian anugerah olahraga, PWI Pusat membentuk tim kecil yang terdiri atas Pengurus SIWO PWI Pusat, SIWO PWI Cabang DKI, SIWO PWI Jabar, dan SIWO PWI Sumsel.
Seminar Olahraga
PWI Pusat juga akan menyelenggarakan seminar olahraga yang melibatkan stakeholder olahraga (Menegpora, Ketua KONI Pusat dan daerah, wartawan senior) dengan tema: ''Menyelaraskan Sistem Pembinaan Olahraga Nasional.''
Hasil seminar akan direkomendasikan kepada Presiden termasuk Dekalarasi Satu Tekad Menegpora dan KONI Pusat.
SIWO Peduli Lingkungan
Para peserta Porwanas juga akan diikutkan kegiatan peduli lingkungan dengan melakukan menebar ikan dan menanam pohon.
Makassar, 23 Desember 2009
Kontingen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan juara umum pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) X di Palembang, Sumatera Selatan, 4-10 Februari 2009.
Untuk memenuhi ambisi tersebut, PWI Sulsel akan mengikuti seluruh 12 cabang olahraga yang akan dipertandingkan (bolavoli, catur, tenis meja, sepakbola, tenis, dayung, biliard, bridge, atletik, futsal, bulutangkis, dan bowling).
''Secara keseluruhan, kontingen PWI Sulsel berjumlah 130 orang atlet dan ofisial,'' kata Sekretaris Umum Panitia Porwanas PWI Sulsel, Andi Pasamangi Wawo, kepada pengelola blog PWI Sulsel, Asnawin, di Makassar, Rabu, 23 Desember 2009.
Para atlet yang berasal dari berbagai media massa tersebut telah melakukan persiapan sejak beberapa bulan lalu. Sebagian cabang olahraga menyewa pelatih yang sudah berpengalaman melatih tim profesional.
Sejak dilaksanakan pertama kali pada tahun 1982, PWI Sulsel tercatat sudah dua kali keluar sebagai juara umum, yakni pada Porwanas I Semarang Tahun 1982, dan Porwanas VII di Banjarmasin tahun 2002.
''Kami mendapat support dari Pemprov Sulsel melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) dan ini merupakan amanah,'' ungkap Pasamangi yang juga menjabat Wakil Ketua PWI Sulsel.
12 Cabang Olahraga
Dari website resmi PWI Pusat (www.pwi.or.id), yang dimuat pada Senin, 24 Agustus 2009, dijelaskan bahwa berdasarkan Keputusan Rapet Kerja SIWO PWI di Hotel Jayakarta Daira, Palembang, 13 Agustus 2009, ditetapkan Porwanas X mempertandingkan 12 cabang olahraga.
Ke-12 cabang olahraga tersebut berikut rincian nomor-nomor yang diperlombakan, sebagai berikut:
1. Atletik : 5000 m lintasan ( < 40 thn dan > 40 thn) – 2 atlet – 2 emas
2. Bilyar : Bola 9 (ganda dan perorangan) – 2 atlet - 2
3. Boling : Beregu dan perorangan (3 atlet) – 4 emas
4. Bridge : Pasangan dan Empat kawan – 2 emas
5. Bulutangkis : Beregu ( 3 pasang ganda) – 6 atlet - 1 emas
6. Bola Voli : 10 atlet – 1 emas
7. Catur : Beregu – 3 atlet – 1 emas
8. Dayung : Beregu – 2 atlet – 1 emas
9. Futsal : 7 atlet – 1 emas
10. Sepakbola : 15 atlet – 1 emas
11. Tenis meja : Beregu (3 pasang ganda) – 1 emas
12. Tenis : Beregu (3 pasang ganda) dan perorangan ganda >36 thn – 2 emas
Anugerah Olahraga, Lomba Karya Tulis, dan Foto Olahraga
Selain pertandingan olahraga, PWI Pusat juga akan memberikan Anugerah Olahraga 2009, yang penyelenggaraannya berdekatan dengan HPN, Februari 2010. Untuk itu perlu dibuat format nominasi yang dikirimkan ke SIWO PWI Cabang.
Nominasi penghargaan meliputi :
a. Atlet Terbaik – putra dan putri
b. Pelatih Terbaik
c. Pembina Terbaik
d. Pengabdi olahraga (Life time achievement)
e. Penghargaan Khusus (Sponsorship)
Untuk kriteria dan penilaian pemberian anugerah olahraga, PWI Pusat membentuk tim kecil yang terdiri atas Pengurus SIWO PWI Pusat, SIWO PWI Cabang DKI, SIWO PWI Jabar, dan SIWO PWI Sumsel.
Seminar Olahraga
PWI Pusat juga akan menyelenggarakan seminar olahraga yang melibatkan stakeholder olahraga (Menegpora, Ketua KONI Pusat dan daerah, wartawan senior) dengan tema: ''Menyelaraskan Sistem Pembinaan Olahraga Nasional.''
Hasil seminar akan direkomendasikan kepada Presiden termasuk Dekalarasi Satu Tekad Menegpora dan KONI Pusat.
SIWO Peduli Lingkungan
Para peserta Porwanas juga akan diikutkan kegiatan peduli lingkungan dengan melakukan menebar ikan dan menanam pohon.
PWI Sulsel Mantapkan Atlet Hadapi Porwanas
PWI Sulsel Mantapkan Atlet Hadapi Porwanas
Tuesday, 27 October 2009
Makassar, 27/10 (Antara/FINROLL Sports) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan (Sulsel) memantapkan persiapan atlet menghadapi pekan olahraga wartawan nasional (Porwanas) IX yang akan berlangsung pada Februari 2010 di Palembang, Sumsel.
Ketua PWI Sulsel H Zulkifly Gani Ottoh, SH di Makassar, Selasa, mengatakan, atlet dari 12 cabang Olahraga yang akan diikuti kontingen Sulsel menjalani latihan intensif sebagai langkah pemantapan sebelum terjun di arena pertandingan.
Selain latihan fisik, seluruh atlet tersebut juga menjalani tes kesehatan untuk mengetahui kemampuan fisik dan stamina atlet yang juga wartawan dari berbagai media.
"Karena panitia Porwanas telah menetapkan kuota atlet setiap cabang olahraga, maka PWI Sulsel melakukan seleksi cukup ketat untuk mendapatkan atlet yang siap fisik dan mental menghadapi pertandingan, "ujar Zulkifly.
Cabang olahraga yang diikuti kontingen Sulsel terdiri atas sepak bola, bulu tangkis, futsal, bola voli, tenis lapangan, tenis meja, catur, bridge, biliar, atletik, boling, dan dayung.
Sementara itu, Ketua SIWO/PWI Sulsel Piet HS mengatakan, kontingen Sulsel membidik medali emas dari cabang tenis meja dan bulutangkis, sementara tim futsal minimal mempertahankan medali perunggu yang diraih pada Porwanas 2007 di Samarinda Kaltim.
Menurut Piet, latihan atlet pada setiap cabang olahraga terus dipacu disamping melakukan pertandingan ujicoba dengan tim cabang olahraga dari berbagai instansi maupun tim setempat.
Bahkan, beberapa cabang olahraga akan melakukan pertandingan ujicoba ke sejumlah kabupaten melawan tim daerah setempat diantaranya ke kabupaten Bantaeng, Sidrap, dan Enrekang.
Tuesday, 27 October 2009
Makassar, 27/10 (Antara/FINROLL Sports) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan (Sulsel) memantapkan persiapan atlet menghadapi pekan olahraga wartawan nasional (Porwanas) IX yang akan berlangsung pada Februari 2010 di Palembang, Sumsel.
Ketua PWI Sulsel H Zulkifly Gani Ottoh, SH di Makassar, Selasa, mengatakan, atlet dari 12 cabang Olahraga yang akan diikuti kontingen Sulsel menjalani latihan intensif sebagai langkah pemantapan sebelum terjun di arena pertandingan.
Selain latihan fisik, seluruh atlet tersebut juga menjalani tes kesehatan untuk mengetahui kemampuan fisik dan stamina atlet yang juga wartawan dari berbagai media.
"Karena panitia Porwanas telah menetapkan kuota atlet setiap cabang olahraga, maka PWI Sulsel melakukan seleksi cukup ketat untuk mendapatkan atlet yang siap fisik dan mental menghadapi pertandingan, "ujar Zulkifly.
Cabang olahraga yang diikuti kontingen Sulsel terdiri atas sepak bola, bulu tangkis, futsal, bola voli, tenis lapangan, tenis meja, catur, bridge, biliar, atletik, boling, dan dayung.
Sementara itu, Ketua SIWO/PWI Sulsel Piet HS mengatakan, kontingen Sulsel membidik medali emas dari cabang tenis meja dan bulutangkis, sementara tim futsal minimal mempertahankan medali perunggu yang diraih pada Porwanas 2007 di Samarinda Kaltim.
Menurut Piet, latihan atlet pada setiap cabang olahraga terus dipacu disamping melakukan pertandingan ujicoba dengan tim cabang olahraga dari berbagai instansi maupun tim setempat.
Bahkan, beberapa cabang olahraga akan melakukan pertandingan ujicoba ke sejumlah kabupaten melawan tim daerah setempat diantaranya ke kabupaten Bantaeng, Sidrap, dan Enrekang.
Press Club PWI Sulsel Buka Kafe Hotspot
Press Club PWI Sulsel Buka Kafe Hotspot
Press Club PWI Sulsel kini aktif kembali di bawah manajer Rifai Manangkasi. Press Club antara lain diberi kewenangan membuka usaha kantin dan penyewaan ruangan untuk acara-acara seminar, diskusi, dan acara-acara lain dengan kapasitas 150 orang.
Khusus usaha kantin, Press Club PWI Sulsel membuka kafe yang dilengkapi fasilitas internet gratis (hotspot), sejak 14 November 2009.
''Kami memberi fasilitas gratis internet karena sekarang sudah zaman internet. Banyak wartawan dan masyarakat yang kini selalu membawa laptop dan mereka butuh tempat untuk kongkow-kongkow sambil main internet. Kami berupaya memenuhi kebutuhan itu dengan membuka kafe dengan harga makanan dan minuman yang sangat terjangkau,'' tutur Rifai, kepada pengelola blog PWI Sulsel, Asnawin, di Makassar, Rabu, 23 Desember 2009.
Di PWI Sulsel, Rivai yang pendiri dan pemimpin redaksi Majalah Borgol, menjabat Ketua Seksi Pembelaan Wartawan dan juga dipercaya sebagai Ketua Koperasi Wartawan PWI Sulsel.
Pria kelahiran Makassar, 2 Juli 1967 itu juga adalah Direktur CV Prima Ciptadana, perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa. (asnawin)
Press Club PWI Sulsel kini aktif kembali di bawah manajer Rifai Manangkasi. Press Club antara lain diberi kewenangan membuka usaha kantin dan penyewaan ruangan untuk acara-acara seminar, diskusi, dan acara-acara lain dengan kapasitas 150 orang.
Khusus usaha kantin, Press Club PWI Sulsel membuka kafe yang dilengkapi fasilitas internet gratis (hotspot), sejak 14 November 2009.
''Kami memberi fasilitas gratis internet karena sekarang sudah zaman internet. Banyak wartawan dan masyarakat yang kini selalu membawa laptop dan mereka butuh tempat untuk kongkow-kongkow sambil main internet. Kami berupaya memenuhi kebutuhan itu dengan membuka kafe dengan harga makanan dan minuman yang sangat terjangkau,'' tutur Rifai, kepada pengelola blog PWI Sulsel, Asnawin, di Makassar, Rabu, 23 Desember 2009.
Di PWI Sulsel, Rivai yang pendiri dan pemimpin redaksi Majalah Borgol, menjabat Ketua Seksi Pembelaan Wartawan dan juga dipercaya sebagai Ketua Koperasi Wartawan PWI Sulsel.
Pria kelahiran Makassar, 2 Juli 1967 itu juga adalah Direktur CV Prima Ciptadana, perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa. (asnawin)
Ketua PWI Sulsel Ditipu Rp 800 Juta
Ketua PWI Sulsel Ditipu Rp 800 Juta
Senin, 29 Juni 2009
Makassar (ANTARA News) - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sulawesi Selatan (Sulsel) Zulkifli Gani Otto melaporkan salah seorang pengusaha, berinisial Oic, ke Polwiltabes Makassar karena telah ditipu senilai Rp 800 juta.
Zulkifli yang juga Komisaris Harian Fajar Grup saat melapor ke Mapolwiltabes Makassar, Senin, mengatakan, pelaporannya terkait penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh salah seorang pengusaha sukses kepada dirinya.
Dia menjelaskan, awalnya dirinya bersama Bupati Enrekang, H Latinro Latunrung dan Yulius mempunyai tanah di sekitar Jalan Perintis Kemerdekaan kilometer enam yang luasnya sekitar lima hektare.
Tanah dengan luas lima hektare itu kemudian dibeli oleh pengusaha Oic dengan harga Rp5 miliar. Sedangkan tanahnya yang hanya 800 meter persegi itu dibelinya dengan harga Rp800 juta.
"Keinginan untuk membeli tanah saya dan tanah teman yang lainnya itu sudah lama, cuma saat itu saya masih menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar sehingga belum sempat mengurusnya karena terlalu sibuk," ujarnya.
Barulah pada 24 Juni 2009, lanjut Zulkifli, dirinya mempunyai waktu luang untuk membahas penjualan tanah tersebut. Dirinya bersama yang lainnya membicarakannya di depan notaris dan menyepakati harga yang ditentukan.
Pengusaha Oic meminta kepada yang lainnya agar sebelum pembayaran dilakukan pengalihan nama dari pemilik sebelumnya ke pemilik yang baru.
"Setelah ada kesepakan harga, Oic kemudian memberikan Rp500 juta sebagai tanda jadi untuk dibagi tiga bersama pemilik tanah yang lainnya. Sedangkan pada 25 Juni, balik nama pemilik sudah dilakukan di Badan Pertahanan Nasional (BPN) atas persetujuan pemilik sebelumnya," ungkapnya.
Setelah 26 Juni, kata Zulkifli yang didampingi notaris Muin Marsidi, dirinya yang diberikan cek tunai senilai Rp800 juta sebagai pembayaran dari tanah tersebut ditolak oleh pihak Bank Niaga karena dianggap ceknya kosong.
Dirinya yang mengetahui jika cek itu kosong, mencoba menghubungi Oic dan berusaha membahasnya secara damai, namun Oic menolak untuk melakukan pertemuan hingga akhirnya melapor ke Mapolwiltabes Makassar.
Kasat Reskrim Polwiltabes Makassar, AKBP Heri Tri Maryadi yang dikonfirmasi mengaku sudah menerima laporan dari mantan ketua KPU Makassar tersebut.
"Kami sudah menerima laporannya dan kini sudah mulai diproses. Pelapor sendiri sudah dimintai keterangannya di penyidik," katanya. (*)
Senin, 29 Juni 2009
Makassar (ANTARA News) - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sulawesi Selatan (Sulsel) Zulkifli Gani Otto melaporkan salah seorang pengusaha, berinisial Oic, ke Polwiltabes Makassar karena telah ditipu senilai Rp 800 juta.
Zulkifli yang juga Komisaris Harian Fajar Grup saat melapor ke Mapolwiltabes Makassar, Senin, mengatakan, pelaporannya terkait penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh salah seorang pengusaha sukses kepada dirinya.
Dia menjelaskan, awalnya dirinya bersama Bupati Enrekang, H Latinro Latunrung dan Yulius mempunyai tanah di sekitar Jalan Perintis Kemerdekaan kilometer enam yang luasnya sekitar lima hektare.
Tanah dengan luas lima hektare itu kemudian dibeli oleh pengusaha Oic dengan harga Rp5 miliar. Sedangkan tanahnya yang hanya 800 meter persegi itu dibelinya dengan harga Rp800 juta.
"Keinginan untuk membeli tanah saya dan tanah teman yang lainnya itu sudah lama, cuma saat itu saya masih menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar sehingga belum sempat mengurusnya karena terlalu sibuk," ujarnya.
Barulah pada 24 Juni 2009, lanjut Zulkifli, dirinya mempunyai waktu luang untuk membahas penjualan tanah tersebut. Dirinya bersama yang lainnya membicarakannya di depan notaris dan menyepakati harga yang ditentukan.
Pengusaha Oic meminta kepada yang lainnya agar sebelum pembayaran dilakukan pengalihan nama dari pemilik sebelumnya ke pemilik yang baru.
"Setelah ada kesepakan harga, Oic kemudian memberikan Rp500 juta sebagai tanda jadi untuk dibagi tiga bersama pemilik tanah yang lainnya. Sedangkan pada 25 Juni, balik nama pemilik sudah dilakukan di Badan Pertahanan Nasional (BPN) atas persetujuan pemilik sebelumnya," ungkapnya.
Setelah 26 Juni, kata Zulkifli yang didampingi notaris Muin Marsidi, dirinya yang diberikan cek tunai senilai Rp800 juta sebagai pembayaran dari tanah tersebut ditolak oleh pihak Bank Niaga karena dianggap ceknya kosong.
Dirinya yang mengetahui jika cek itu kosong, mencoba menghubungi Oic dan berusaha membahasnya secara damai, namun Oic menolak untuk melakukan pertemuan hingga akhirnya melapor ke Mapolwiltabes Makassar.
Kasat Reskrim Polwiltabes Makassar, AKBP Heri Tri Maryadi yang dikonfirmasi mengaku sudah menerima laporan dari mantan ketua KPU Makassar tersebut.
"Kami sudah menerima laporannya dan kini sudah mulai diproses. Pelapor sendiri sudah dimintai keterangannya di penyidik," katanya. (*)
Langganan:
Postingan (Atom)