Selasa, 09 Februari 2010

Media Massa Akan Mendapatkan Tempat Yang Baik



SELASA, 9 FEBRUARI 2010
metronews.fajar.co.id


Media Massa Akan Mendapatkan Tempat Yang Baik
Sambutan SBY Pada Hari Pers 2010

JAKARTA -- "Menurut keyakinan saya, baik itu media massa cetak, media massa elektronik maupun media massa yang memasuki dunia maya akan mendapatkan tempat yang baik di negeri kita".

Itulah segelintir kalimat yang diungkapkan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, 09 Februari 2010, pukul 12.00 Wita, saat memberi sambutan dalam acara hari pers nasional 2010 di Palembang Sumsel.

Di hadapan para wartawan dan peserta kuliah jurnalistik yang hadir pada hari pers nasional tersebut, SBY juga menekankan kepada insan pers untuk tetap mengintip masa depannya seiring dengan kemajuan teknologi yang sedang berkembang.

"Kegiatan pers harus jalan terus, pers juga harus mengintip masa depannya dengan terjadinya revolusi informasi, internet misalnya, yang akan berpengaruh dalam kegiatan media massa di indonesia," ujar SBY.

Tetapi SBY mengaku senang karena pers di Indonesia sudah siap dan sudah punya antisipasi untuk menghadapi hal itu.

"Saya senang saudara pers sudah menemukan jawaban. Tidak perlu gamang, Indonesia berbeda dengan Eropa, berbeda dengan Amerika bahkan berbeda dengan Jepang," ungkapnya.

Beliau menambahkan, "Indonesia memiliki 3 gelombang peradaban, masih ada masyarakat pertanian, masyrkat industri, dan ada masyarakat informasi, oleh karena itu menurut keyakinan saya media massa prospeknya akan tetap baik, Insya Allah".

Selain Memberikan sambutan, dewan pers nasional dan juga panitia hari pers nasional 2010 meminta kepada SBY untuk menyampaikan semacam kuliah perdana kepada para peserta sekolah jurnalistik Indonesia yang juga hadir diruangan. (riz)

Sulsel Raih Gelar Juara Umum Porwanas X

Sulsel Raih Gelar Juara Umum Porwanas X

Palembang (ANTARA News) - Sulawesi Selatan memastikan diri tampil sebagai juara umum dan sekaligus memboyong piala bergilir Presiden setelah merebut enam medali emas dan satu perunggu hingga hari kelima yang berlangsung di Palembang, Minggu.

Sulsel menambah perbendaharaan medali emas setelah regu bola voli Sulsel secara mengejutkan mengalahkan DKI Jaya di final dengan skor tipis 3-2.

Sebelumnya, kontingen Sulsel telah meraih lima medali emas masing-masing dari bulu tangkis (1), tenis lapangan (2), boling (1), tenis meja (1), dan satu perunggu dari atletik 5.000 meter kelompok umum di bawah 35 tahun.

Partai final bola voli yang dimainkan di GOR Jaka Baring antara Sulsel melawan DKI Jaya berlangsung imbang dan alot dalam pertandingan lima set.

Kedua tim bermain imbang dan silih berganti merebut poin, namun Sulsel akhirnya mematahkan perlawanan tim ibu kora DKI Jaya 3-2, masing-masing dengan skor 25-23, 23-25, 25-16, 21-25 dan 14-12.

Sementara medali perunggu direbut Banten setelah mengalahkan juara bertahan Riau 3-2, medali perak direbut DKI Jaya.

Menurut Ketua PWI Sulsel H Zulkifli Gani Ottoh, SH, kendati pertandingan beberapa cabang olah raga masih dimainkan, namun karena perolehan medali hampir merata, maka Sulsel yang telah mengoleksi enam medali emas tidak akan terkejar kontingen lain, sehingga ia optiomistis juara umum sudah di tangan Sulsel.

Sulsel merebut gelar juara umum dan memboyong piala bergilir Presiden yang ketiga kalinya sejak Porwanas digelar masing-masing pada Porwanas I di Semarang 1983, kemudian Porwanas VII 2002 di Banjarmasin dan ketiga Porwanas X 2010 di Palembang.(S016/K004)

COPYRIGHT © 2010
(www.antara.co.id)

Kuliah Umum SBY: Mengapa Indonesia Harus Berhasil

Selasa, 09/02/2010 13:22 WIB
www.detik.com

Hari Pers Nasional
Kuliah Umum SBY: Mengapa Indonesia Harus Berhasil

Taufik Wijaya - detikNews

Palembang - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi dosen tamu pertama yang memberikan kuliah umum kepada puluhan siswa Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI). Materi kuliah SBY bertajuk 'Mengapa Indonesia Harus Berhasil'.

"Mungkin kita sedikit terlupakan akan dua peristiwa besar yang telah berhasil kita lewati sebagai bangsa Indonesia," kata SBY memulai kuliah umumnya dalam acara Hari Pers Nasional ke-64 di Hotel Aryaduta, Jalan POM IX, Palembang, Selasa (09/02/2010).

"Pertama kita telah mampu menghadapi ujian krisis pada tahun 1998 sampai 2000-an, dan tantangan reformasi yang begitu besar. Krisis membuat kita kolaps, hancur, runtuh, dan ekonomi kita tidak stabil. Bahkan Indonesia diramalkan akan menjadi negara yang gagal," terang SBY.

"Namun kita berhasil bertahan, terbukti dengan reformasi saat ini yang mulai berjalan, penegakkan hukum terus bergerak, peran militer telah kita koreksi, dan masih banyak yang lainnya," imbuhnya.

Menurut SBY, di tahun 2008 Indonesia kembali dilanda krisis ekonomi, krisis kepercayaan diri, dan krisis moral. Namun Indonesia juga tetap dapat bertahan dan bangkit.

"Demokrasi kita adalah perjalanan panjang, demokrasi kita harus untuk rakyat," kata SBY mengakhiri kuliahnya.

Sebelum memberikan kuliah itu SBY mengucapkan selamat atas terselenggaranya HPN ke-64 dengan sukses.

(tw/djo)

Kamis, 04 Februari 2010

Berburu Juara Umum Porwanas Ketiga Kalinya


SERAGAM. Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh, Senin, 1 Februari di Baruga Sangiaseri, Rujab Gubernur, memperlihatkan baju yang akan dikenakan kontingen Sulsel pada Porwanas X di Palembang. (Foto Nurhadi/Fajar)

Harian Fajar (www.fajar.co.id)
Selasa, 2 Februari 2010

Berburu Juara Umum Porwanas Ketiga Kalinya

MAKASSAR -- Kontingen Sulsel pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) X, dilepas oleh Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, di Baruga Sangiaseri, Rujab Gubernur Sulsel, Senin, 1 Februari. Rombongan berjumlah 140 orang yang terdiri dari atlet, ofisial, dan pengurus PWI Sulsel. Sebanyak 75 di antaranya atlet.

Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh, menekankan kepada para wartawan yang mewakili Sulsel pada Porwanas X di Palembang, untuk menargetkan juara pada setiap cabang olahraga yang dipertandingkan. Zulkifli berharap, Sulsel pada Porwanas X/2010 dapat menjadi juara umum untuk ketiga kalinya.

Dalam ajang Porwanas, Zulkifli menegaskan bahwa tim Sulsel menjadi salah satu tim yang cukup disengani. Dari sembilan kali digelar Porwanas, wakil Sulsel sudah dua kali juara umum, dan dua kali runner-up. "Karena itu, Porwanas kali ini kita targetkan juara umum yang ketiga kalinya," ujar Zulkifli.

Kontingen Sulsel itu akan mengikuti 12 cabang olahraga, yakni sepak bola, futsal, bola voli, bulu tangkis, tenis meja, tenis lapangan, atletik, biliar, bridge, catur, boling, dan dayung. "Boling dan dayung kita tidak pernah persiapkan," ujar Zulkifli.

Kontingen Sulsel ini tidak hanya membawa 140 rombongan, tapi juga membawa dua bibit pohon lontara. Bibit pohon yang merupakan ciri khas Makassar itu merupakan kewajiban yang harus dibawa oleh kontingen porwanas.

Wagub Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, berharap agar kontingen dapat mengharumkan nama Sulsel. "Ini juga untuk membuktikan bahwa wartawan tidak hanya mampu mengutak-atik opini publik, tapi juga bisa berprestasi pada cabang olahraga," ujar Agus.

Apalagi, bantuan pemerintah untuk mendukung kontingen Porwanas X ini Rp 250 juta. "Karena itu harus persiapkan fisik, mental dalam menghadapi kompetisi untuk meraih prestasi," ujar Agus. (sah)

SULSEL TAKLUK DARI DKI JAYA 2-4

SULSEL TAKLUK DARI DKI JAYA 2-4

Thursday, 04 February 2010 11:40
www.antara.co.id

Tim Sulawesi Selatan (Sulsel) harus angkat koper dari arena Porwanas X setelah takluk dari juara bertahan DKI Jaya 2-4 pada pertandingan hari pertama cabang sepak bola Porwanas 2010 di Stadion Bumi Sriwijaya Kampus Palembang, Kamis pagi.
Palembamg, 4/2 (ANtARA) - Tim Sulawesi Selatan (Sulsel) harus angkat koper dari arena Porwanas X setelah takluk dari juara bertahan DKI Jaya 2-4 pada pertandingan hari pertama cabang sepak bola Porwanas 2010 di Stadion Bumi Sriwijaya Kampus Palembang, Kamis pagi.

Tim DKI Jaya peraih medali emas Porwanas IX Kaltim ini memiliki materi pemain yang hampir merata dan lebih unggul teknik dibanding Sulsel sehingga mereka nyaris menguasai semua lini. Akibatnya, tim lawan harus bekerja keras menghalau serangan tim ibu kota.

Meski tertinggal 0-1 setelah penyerang Sulsel Aco membobol gawang DKI Jaya pada menit ke-3, namun DKI Jaya berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1 hingga waktu jedah.

Striker DKI Jaya Sabeli memborong tiga gol untuk membawa timnya melaju ke babak selajutnya masing-masing pada menit 29, 33 dan 45, satu gol penambah keunggulan tim asal ibu kota itu dipersembahkan Mahmud melalui titik pinalti pada menit ke-60, sehingga DKI Jaya mengakhiri perlawanan Sulsel dengan kemenangan 4-2.

Dengan hasil tersebut, maka impian Sulsel untuk mengalahkan juara bertahan di pertandingan awal tak terwujud, sehingga mereka harus angkat koper lebih awal dari arena Porwanas ini.

Pertandingan DKI Jaya melawan Sulsel menimbulkan insiden kecil di luar lapangan, setelah salah seorang ofisial DKI Jaya maju ke pinggir lapangan untuk membantu pemain Sulsel yang terjatuh, sementara pemain-pemain cadangan dan ofisial Sulsel juga mendekat, sehingga nyaris saling dorong, namun berkat kesigapan petugas suasana yang mulai memanas berhasil diredam.

Pemain Sulsel Adi yang menyikut salah seorang pemain lawan, diusir ke luar lapangan setelah menerima kartu merah dari wasit Ishan.

Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh yang hadir menyaksikan pertandingan menenangkan para pemain dan meminta agar menerima secara `fair` hasil pertandingan tersebut.

"Inilah suatu permainan ada yang menang dan ada yang kalah. Kita kalah terhormat karena pemain sudah tampil maksimal, namun lawan lebih baik dan menang," ujar Zulkifli (T.S016)

Kontingen Sulsel Terbanyak

Jumat, 05-02-2010
Harian Ujungpandang Ekspres (www.ujungpandang.ekspres.com)

Kontingen Sulsel Terbanyak
Menegpora Buka Porwanas X

PALEMBANG, UPEKS-- Ajang olah raga dua tahunan khusus para kuli tinta itu Pekan Olahraga Nasional (Porwanas) X 2010 secara resmi dibuka Menegpora, Andi Malarangeng ditandai pelepasan balon dan sirine, di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang, Kamis (4/2).

Porwanas ke-10 dikuti 1.600 orang atlet dari 33 Pengurus Cabang PWI se-Indonesia dengan mempertandingkan 12 Cabang Olahraga. Pembukaan Porwanas dimeriahkan marching band dan atrasksi dari masing masing perserta yang membuat penonton bersorak.

Acara juga diisi pertandingan persahabatan antara Tim PWI All Star melawan Sriwijaya FC. Kontingen Sulsel dipimpin langsung Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh saat membawa 140 kontingen Sulsel yang merupakan kontingen terbesar diantara peserta. Empat pakaian etnis (Makassar, Bugis, Toraja dan Mandar) turut
menemani defile kontingen Sulsel saat memasuki ajang pembukaan.

Sulsel sendiri mengikuti 12 cabor yang dipertandingkan dan bertekad merebut kembali juara umum.

Ketua Panitia Pelaksana Hari Pers Nasional (HPN) ke-64 dan Porwanas X, Firdaus Komar dalam sambutannya mengatakan 12 cabang olahraga yang dipertandingkan antara lain bridge, tenis meja, futsal, catur, sepak bola, atletik, boling, biliar, bulu tangkis, dan tenis lapangan.

"Selamat datang kepada peserta. Mudah-mudahan Porwanas dua tahunan ini berlangsung sukses baik prestasi maupun penyelenggaraan," harapnya.

Sementara Ketua PWI Pusat, Mardiono cukup bangga dengan Sumsel yang bertindak selaku tuan rumah. "Inilah selama perhelatan Porwanas sebagai Porwanas terbesar," ujarnya.

Bahkan Mardiono memberikan support kepada kontingen Sulsel yang telah mengirimkan kontingen terbanyak serta pemberian catatan khusus bagi peliputan olah raga.

"Sri Mulyani Makan Sirih, Cukup Segini dan Terima Kasih" kata Mardiono, saat menutup kata sambutannya dengan pantun di depan Menegpora Andi Malarangeng saat pembukaan.

"Bapak SBY menyampaikan pesan, perhatian kepada perkembangan sepak bola di tanah air. Itu akan diimplementasikan dengan pelaksanaan rembug nasional seluruh pelaku olah raga yang ada di Indonesia," tuturnya.

Sementara Gubernur Alex Nurdin mengatakan Sumsel berani menjadi tuan rumah Porwanas setelah melihat kesuksesan pelaksanaan PON Palembang serta dalam rangka menyambut Palembang sebagai tuan rumah SEA GAmes 2011. ()