Rabu, 02 Maret 2016

Zugito: Gedung PWI Bukan Milik Pemprov Sulsel


DENGAR PENDAPAT. Ketua PWI Sulsel Agus Salim Alwi Hamu (baju putih, kedua dari kanan), mantan Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh (pakai jas, kedua dari kiri), dan Penasehat PWI Sulsel  Lutfi Qadir (baju putih merah, paling kiri) serta beberapa pengurus PWI Sulsel, menghadiri Rapat Dengar Pendapat (hearing), di Ruangan Komisi C DPRD Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Senin, 11 Januari 2016. (Foto: Asnawin Aminuddin)

“Badai” di Awal Kepengurusan PWI Sulsel


GEDUNG PWI Sulsel di Jalan AP Pettarani 31, Makassar. Insert: Ketua PWI Sulsel, Agussalim Alwi Hamu (kiri) salam komando dengan Direktur Perpustakaan Pers PWI Sulsel, Asnawin Aminuddin. Salah satu program yang harus diprioritaskan pengurus baru (2015-2020) adalah menyelesaikan “badai” yang menghantam sejak usainya pelaksanaan Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Sulsel, pada akhir Oktober 2015.

Berita menarik, tapi tidak enak dibaca


Berita-berita pada halaman satu sebuah koran merupakan berita-berita pilihan, karena telah melalui proses perencanaan (berdasarkan berbagai pertimbangan) dan "hasil perebutan tempat" dari sejumlah redaktur. Sebagai pilihan, berita-berita (ulasan, dan foto) pada halaman satu sebuah koran, seharusnya menarik dan enak dibaca.

Diperdayakan (?)


Saat googling untuk mencari biodata almarhum Ibrahim Rewa (mantan Bupati Takalar, yang meninggal dunia, Rabu pagi, 2 Maret 2016), saya menemukan berita online berjudul: "Takalar Punya Lokasi Buang Sampah Terbaru."

Minggu, 29 November 2015

Abunawas dan Gedung PWI


GEDUNG PWI. Raja bermimpi melihat Gedung PWI dipindahkan oleh seseorang. Berdasarkan mimpi itu, ia pun mengadakan sayembara. Raja mengatakan akan memberikan uang logam emas sebanyak satu karung, kalau ada yang bisa memikul Gedung PWI ke samping Istana Kerajaan. Tentu saja tidak ada seorang pun yang mengaku sanggup memikulnya, tetapi Abunawas menyatakan kesanggupannya. (Foto: Asnawin Aminuddin)

Kamis, 05 November 2015

Mantan Wartawan “PR” Raih Gelar Doktor Bahasa


Mantan wartawan harian Pedoman Rakyat (PR), Mas’ud Muhammadiyah, yang kini menjabat Dekan Fakultas Sastra Universitas Bosowa Makassar, berhasil meraih gelar doktor dalam bidang Bahasa Indonesia, setelah mengikuti Ujian Promosi Doktor, di Kampus Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar, Selasa, 3 November 2015.