Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2007

Sungguh Terlalu!

Oleh: Asnawin
email : asnawin@hotmail.com

Sepasang suami isteri bersama dua anaknya yang masih bocah, berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan. Setelah berbelanja di sebuah supermarket, sang isteri mengajak suami dan anak-anaknya ke toko pakaian.
Dari luar toko terpampang tulisan besar Diskon 50%+20%. Ada juga yang tertulis langsung Diskon 70%.
Setelah melihat-lihat, ternyata memang banyak pakaian yang diskon, mulai dari 10% hingga 70%. Tetapi setelah diteliti, ternyata harga pakaian sudah dilipatgandakan dari harga normal.
Pakaian yang sebelum Ramadan harganya paling tinggi Rp 35.000, kini harganya menjadi Rp 133.000, kemudian di atasnya ada kertas bertuliskan diskon s/d 70%. Itu artinya, diskon pakaian belum tentu 70%, melainkan paling tinggi 70%. Tulisan 's/d' yang artinya 'sampai dengan', juga ditulis dengan huruf kecil, sehingga banyak orang terkecoh.
Masih di toko pakaian yang sama, ada tulisan "harga mulai dari Rp 15.000", tetapi tulisan "mulai dari"…

Puisi Buat Si Polan

Oleh : Asnawin
email : asnawin@hotmail.com

Abunawas kaget mendengar berita tentang dijatuhkannya vonis dua tahun penjara kepada Si Polan. Abunawas kaget karena Si Polan baru dua hari lalu dilantik sebagai anggota parlemen pengganti artarwaktu.
Nalurinya sebagai seniman langsung bekerja. Abunawas ingin membuat puisi buat Si Polan. Ia pun segera mengumpulkan serpihan ingatannya tentang Si Polan. Maka meluncurlah beberapa bait.

Ketika masih kuliah
Si Polan....
Biasa-biasa saja

Ketika masih kuliah
Si Polan....
Tidak terlalu dikenal

Ketika masih kuliah
Si Polan....
Bukan mahasiswa berprestasi

Ketika masih kuliah
Si Polan....
Bukanlah siapa-siapa

Abunawas kembali membuka memorinya tentang Si Polan. Belasan tahun lalu, ia berkenalan dengan Si Polan dan ingatannya pun kembali.

Setelah meraih gelar sarjana
Si Polan....
Menjadi pegawai negeri sipil

Setelah meraih gelar sarjana
Si Polan....
Aktif berorganisasi

Setelah meraih sarjana
Si Polan....
Memimpin sebuah perusahaan

Setelah meraih gelar sarjana
Si Polan....
Menjadi…

Jelang Ramadhan

Jelang Ramadhan

Karya : Asnawin

Rekanku terbaring lemah di rumah sakit
Aku menjenguknya
Nyaris aku tak mengenalnya
Aku pun sedih
Air mataku nyaris tumpah

Istriku menanti di rumah
Aku pun pulang menemuinya
Wajah ceria menyambutku
Istriku memelukku
Air mataku nyaris tumpah

Istriku kemudian mengingatkan
Bahwa sebentar malam
Adalah malam pertama Ramadhan
Dan istriku ingin diantar ke mall
Air mataku nyaris tumpah

Istriku mengganti pakaian
Aku segera masuk ke kamar mandi
Kuperiksa isi dompetku
Ada selembar 50 ribuan terselip
Air mataku nyaris tumpah

Makassar, 12 September 2007

Pohon Besar di Hatiku

Terima kasih pohon besarku
Terima kasih karena kau tetap tumbuh
Terima kasih karena kau tumbuh di hatiku