Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2010

Wartawan Makassar ''Kuliah'' Pasar Modal Syariah

Wartawan Makassar ''Kuliah'' Pasar Modal Syariah 

Puluhan wartawan dari berbagai media massa mengikuti ''kuliah'' mengenai pasar modal syariah di Hotel Mercure Makassar, Jumat, 17 Desember 2010. Acara bertajuk ''Edukasi dan Sosialisasi Pasar Modal Syariah Indonesia'' menampilkan Irwan Abdalloh (Market Development Heat Bursa Efek Indonesia), dan didampingi Hasan Kuba dari PWI Sulsel. (foto: yusuf sirajang/tabloid semangat pagi)

Fenomena Ilham dan Syahrul di Sulsel

Fenomena Ilham dan Syahrul di Sulsel





Oleh Asnawin
Mahasiswa S2 Ilmu Komunikasi Universitas Satria, Makassar

(Artikel ini dimuat harian Tribun Timur, Makassar, pada Selasa, 7 Desember 2010, http://www.tribun-timur.com/read/artikel/139980/Fenomena_Ilham_dan_Syahrul_di_Sulsel)

Ada dua nama yang cukup fenomenal di Sulawesi Selatan pada tahun 2010, yaitu Ilham Arief Sirajuddin dan Syahrul Yasin Limpo. Keduanya begitu populer pada tahun 2010. Mereka berdua adalah newsmaker, pembuat berita. Hampir tiada hari tanpa berita tentang Ilham dan Syahrul pada koran-koran harian di Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2010.

Terlepas dari berbagai efek yang ditimbulkan, Ilham dan Syahrul telah sukses menjadi komunikator yang baik. Mereka berdua sudah berhasil mengirim pesan yang begitu kuat, baik pesan tersurat dan maupun pesan tersirat kepada masyarakat Sulsel selaku khalayak, bahwa mereka adalah dua putra terbaik Sulsel saat ini dalam bidang politik.

Ilham dan Syahrul mampu menyusun dengan…

PWI Sulsel Gelar Diskusi Publik

PWI Sulsel Gelar Diskusi Publik

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sulsel akan mengadakan diskusi publik, di Hotel Clarion, Makassar, Rabu, 8 November 2010, dengan menghadirkan pakar komunikasi politik Prof Cipta Lesmana, mantan Kapolda Sulsel Sisno Adiwinoto, Gubernur Sulsel Dr Syahrul Yasin Limpo, Ketua PWI Pusat Margiono.

Sekretaris Panitia, Supriadi Syarifuddin kepada wartawan di Gedung PWI Sulsel, Selasa, 30 November 2010, mengatakan, acara diskusi publik akan dipandu langsung Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh.

Diskusi publik mengangkat tema ''Peran Pers dalam Pencitraan Daerah'', dengan sub-tema ''Demonstrasi Duluan Baru Wartawan Tiba dan Sebaliknya Wartawan Tiba Duluan Baru Demonstran.''


''Diskusi publik ini merupakan rangkaian acara pelantikan pengurus PWI Sulsel periode 2010-2014, yang sekaligus juga dilakukan pelantikan pengurus Dewan Kehormatan Daerah (DKD) PWI Sulsel, dan pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) …

Pengurus PWI Sulsel Dilantik 8 Desember 2010

Sekretaris Panitia Pelantikan, Supriadi Syarifuddin, mengatakan, pengurus baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sulsel periode 2010-2014, pengurus Dewan Kehormatan Daerah (DKD) PWI Sulsel, dan pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) PWI Sulsel, akan dilantik di Hotel Clarion, Makassar, Rabu, 8 November 2010.


--------------------

Pengurus PWI Sulsel Dilantik 8 November 2010

Oleh Asnawin

Pengurus baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sulsel periode 2010-2014, pengurus Dewan Kehormatan Daerah (DKD) PWI Sulsel, dan pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) PWI Sulsel, akan dilantik di Hotel Clarion, Makassar, Rabu, 8 November 2010.

Pelantikan akan dirangkaikan dengan acara diskusi publik dengan menghadirkan pakar komunikasi politik Prof Cipta Lesmana, mantan Kapolda Sulsel Sisno Adiwinoto, Gubernur Sulsel Dr Syahrul Yasin Limpo, Ketua PWI Pusat Margiono.

''Acara akan dipandu langsung Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh,'' kata Sekreta…

Cetak Wartawan Berkualitas Melalui Pendidikan

Cetak Wartawan Berkualitas Melalui Pendidikan

Pengurus PWI Sulsel foto bersama Ketua DPRD Sulsel, di ruang kerja Ketua DPRD Sulsel, Rabu, 24 November 2010. (foto: tamsir)

Harian Fajar, Makassar
Kamis, 25 November 2010
http://metronews.fajar.co.id/read/110501/61/cetak-

MAKASSAR -- Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh, menyebutkan bahwa kualitas dan profesionalisme sumber daya manusia wartawan, masih banyak yang belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Khususnya dalam membuat laporan baik cetak maupun elektronik. Masih perlu mengikuti pendidikan jurnalis guna mencetak wartawan berkualitas.

Hal ini diungkap Zulkifli saat bertemu Ketua DPRD Sulsel, HM Roem, Rabu, 24 November. Zulkifli didampingi sejumlah pengurus teras PWI Sulsel periode 2010-2015.

"Salah satu program utama pengurus PWI 2010-2015 adalah sekolah jurnalisme. Sulsel merupakan provinsi kelima yang memprogramkan sekolah jurnalisme di Indonesia," ujar Zulkifli.

Untuk menjalankan program …

PWI Sulsel akan Tertibkan Wartawan

PWI Sulsel akan Tertibkan Wartawan

Haria
Sabtu, 13-11-2010
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=56315

MAKASSAR,UPEKS— Pengurus baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sulsel, rencananya akan menertibkan wartawan anggota PWI yang dinilai telah melanggar kode etik jurnalistik Indonesia dan Peraturan Dasar Rumah Tangga PWI.

Tidak hanya itu, ternyata ada sejumlah wartawan anggota PWI yang kabarnya telah menyalahgunakan kartu anggota mereka.

''Pengurus baru PWI Sulsel akan tegas dan keras untuk melakukan penertiban anggota kami (PWI Sulsel, Red) yang melanggar kode etik jurnalistik. Pertimbangannya, diterima kabar, ada anggota, turun ke lapangan, padahal surat kabar mereka sudah tidak terbit lagi. Itulah yang membuat kita harus tegas untuk menertibkan mereka, demi menjaga citra PWI,” kata Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh di kantor PWI Sulsel Jumat (12/11).

Zulkifli menegaskan, jika dalam penertiban ditemukan adanya wartawan yang memang melanggar k…

Jangan Perjualbelikan Kartu PWI

Jangan Perjualbelikan Kartu PWI

Harian Fajar, Makassar
Jumat, 12 November 2010
http://metronews.fajar.co.id/read/109708/61/-zugito-jangan-perjualbelikan-kartu-pwi

KETUA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sulawesi Selatan, Zulkifli Gani Ottoh atau yang biasa disapa Zugito berharap pengurus dan anggota PWI tidak memperjualbelikan kartu PWI. Dia juga meminta bidang organisasi PWI melakukan penertiban oknum yang hanya mendompleng di PWI.

Zugito mengungkapkan hal ini saat rapat pengurus di kantor PWI Sulsel, Jalan AP Pettarani, Jumat, 12 November. Menurut Zugito yang terpilih kembali pekan lalu, dia prihatin dan malu melihat pemegang kartu PWI yang tidak jelas. Misalnya penjual pakaian bekas, penjual bakso, hingga buruh di pelabuhan.

"Tolong bidang organisasi tertibkan yang hanya mendompleng di PWI ini. PWI ke depan harus lebih maju dari organisasi wartawan lainnya. Niat harus bagus," katanya di hadapan pengurus periode 2010-2015.

Pada kesempatan ini, Zugito juga menyampaikan…

Lima Tahun Bukanlah Waktu yang Singkat

Lima Tahun Bukanlah Waktu yang Singkat

Oleh Asnawin
(Ketua Seksi Pendidikan PWI Sulsel periode 2006-2010)

Masa bakti Presiden Amerika Serikat 'hanya' empat tahun. Para Bapak Bangsa Amerika pasti sudah memperhitungkan dengan matang bahwa waktu empat tahun sudah cukup bagi seorang Presiden AS untuk berbuat. Tidak perlu sampai lima tahun.

Di negara kita, Indonesia, masa jabatan presiden, gubernur, walikota, dan bupati bukan empat tahun, melainkan lima tahun. Banyak organisasi di negara kita juga mematok periode kepengurusan lima tahun.

Salah satu organisasi yang mematok periode kepengurusan lima tahun adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Lima tahun tentu bukanlah waktu yang singkat.

Sebenarnya lima tahun itu terlalu lama, karena pasti banyak yang terjadi dalam lima tahun, sehingga perlu berbagai macam penyesuaian dalam perjalanan sebuah organisasi.

Ada beberapa catatan yang ingin saya sampaikan terkait periode kepengurusan lima tahun itu. Pertama, Ketua PWI (pusat atau cabang) ter…

Karya Tulis Wartawan Sangat Bermanfaat

Karya Tulis Wartawan Sangat Bermanfaat


Keterangan gambar: Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (kiri) menyalami Ketua Seksi Pendidikan PWI Sulsel, Asnawin, pada acara penyerahan hadiah juara Lomba Karya Tulis Jurnalistik HUT ke-341 Provinsi Sulawesi Selatan, di Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Kamis, 11 November 2010. (foto: m nasir/humas pemprov sulsel)


Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, karya tulis dan karya foto wartawan akan sangat bermanfaat dan menjadi sebuah memori dari tahun ke tahun yang kita lewati bersama.

Pernyataan tersebut diungkapkan Syahrul pada penyerahan hadiah kepada para juara Lomba Karya Tulis Jurnalistik dan Lomba Foto Jurnalistik dalam rangka HUT ke-341 Provinsi Sulawesi Selatan, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Kamis, 11 November 2010.

Penyerahan hadiah dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel Patabai Pabokori, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel dr Abdul Latief, Kepala Biro Humas dan Protokol Agus Sumantri, serta sejumlah pej…

Organisasi Pers Evaluasi Kinerja DPRD Makassar

Organisasi Pers Evaluasi Kinerja DPRD Makassar

Selasa, 09 November 2010
http://makassar.antaranews.com/berita/21448/organisasi-pers-evaluasi-

Makassar (ANTARA News) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar melakukan evaluasi kinerja kepengurusan mereka selama setahun melalui diskusi publik yang melibatkan tokoh pers, lembaga swadaya masyarakat, dan lembaga sosial kontrol lainnya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan, Zulkifli Gani Ottoh yang menjadi pemateri dalam pertemuan itu memberikan apresiasi khusus terhadap upaya sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar yang mencoba membuka diri dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat dan beberapa organisasi sosial kontrol lainnya.

"Adanya upaya transparansi yang dilakukan kepengurusan DPRD Kota Makassar periode ini merupakan sebuah langkah maju, yang diharapkan bisa diikuti oleh lembaga legislatif lainnya di daerah ini," kata Zulkifli saat menjadi pembicara dalam diskusi publik dalam rang…

Pernyataan Pers PWI tentang Bencana Alam

Pernyataan Pers PWI tentang Bencana Alam

Senin, 08 November 2010

Sehubungan dengan terjadinya bencana alam beruntun yang terjadi di Tanah Air mulai dari longsor di Wasior, tsunami di Mentawai, dan erupsi Gunung Merapi di Yogyakarta yang telah menelan korban jiwa ribuan orang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. PWI menyatakan belangsungkawa dan keprihatinan mendalam terhadap korban yang jatuh dan kepada korban yang selamat dan saat ini terpaksa menetap di pengungsian, agar tetap bersabar dan tabah menjalani ujian ini sampai ke luar dari kesulitan.

2. Wartawan anggota PWI pada khususnya dan media pada umumnya agar terus memperdalam pengetahuan tentang bencana alam dengan segala permasalahannya, sehingga menghasilkan liputan/pemberitaan yang bermanfaat bagi masyarakat baik di tempat bencana maupun di Indonesia pada umumnya.

3. Wartawan yang meliput bencana agar membekali diri dan terus menjaga keselamatan dalam melakukan liputan dan tidak melak…

LPDS-Dewan Pers Gelar Lokakarya Piagam Palembang

LPDS-Dewan Pers Gelar Lokakarya Piagam Palembang

Selasa, 09 November 2010
http://pwi.or.id/index.php/Berita-PWI/Lokakarya-Piagam-Palembang

Palembang (ANTARA News) - Lembaga Pers Dr Soetomo bekerjasama dengan Dewan Pers pada Selasa-Rabu (20/10), menggelar Lokakarya Penegakan Produk Dewan Pers-Piagam Palembang yang merupakan sosialisasi kesepakatan ratifikasi kode etik jurnalistik.

"Sosialisasi juga dilakukan terkait standar perusahaan pers, standar perlindungan wartawan dan standar kompetensi wartawan kepada pimpinan media massa di Palembang, Sumatera Selatan," kata Direktur Eksekutif Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS), Priyambodo RH, di Palembang, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa Piagam Palembang yang disepakati pimpinan media massa nasional dan daerah pada puncak Hari Pers Nasional (HPN) di Palembang, 9 Februari 2010 itu, perlu disosialisasikan lagi dimulai dari tempat penandatangannya.

Dalam piagam tersebut, para pimpinan media massa sepakat untuk melaksanakan sepenuhnya kode etik jurnali…

Wartawan Senior Pedoman Rakyat Meninggal Dunia

Wartawan Senior Pedoman Rakyat Meninggal Dunia

Sesungguhnya kita berasal dari Allah dan sesungguhnya kita akan kembali kepada-Nya. Salah seorang mantan wartawan harian Pedoman Rakyat, Abdul Djabbar Pattisahusiwa atau lebih akrab dipanggil Abu Pattisahusiwa, meninggal dunia dalam usia 73 tahun di Makassar, Senin malam, 8 November 2010, dan dimakamkan keesokan harinya di pemakaman Islam Sudiang, Makassar.

Abu Pattisahusiwa yang lahir di Maluku, 15 Mei 1937, meninggalkan seorang isteri (Hj Halidjah Sanaki), lima anak, dan delapan cucu.

Salah seorang putrinya, Nur Fajriah, mengatakan ayahnya sudah lama terkena stroke dan praktis dalam dua bulan terakhir hanya terbaring di tempat tidur.

''Ayah kami sudah lama sakit, sejak terjatuh kedua kalinya, ayah hanya bisa terbaring di tempat tidur,'' ungkapnya kepada penulis.

Sejumlah mantan wartawan dan karyawan harian Pedoman Rakyat turut melayat di rumah duka, sehingga terjadi reuni kecil-kecilan.

Dengan meninggalnya Abu Pattisahusiwa m…

Ketua PWI, Pimpinan Media dan Parpol Jadi Pembicara

Pertemuan Politikus Muda se-Indonesia:
Ketua PWI, Pimpinan Media dan Parpol Jadi Pembicara

Harian Fajar, Makassar
Rabu, 3 November 2010
http://news.fajar.co.id/read/108992/41/politikus-muda-gagas-

JAKARTA -- Sembilan pimpinan partai politik besar akan menjadi pembicara dalam pertemuan pemuda politikus yang berlangsung 3-4 November. Mereka adalah pimpinan partai politik yang mendudukkan kadernya di DPR RI periode 2009-2014.

Mereka adalah Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq, Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, dan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa.

Selain itu, akan tampil pula Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, dam Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Ketua Panitia Hendra J Kede, dalam jumpa persnya di kantor Dewan Pers, Senin, 1 November, mengatakan pimpinan parpol itu akan tampil dalam kesempata…

Burhanuddin Mampo: Kami Tetap Cinta PWI Sulsel

Burhanuddin Mampo: Kami Tetap Cinta PWI Sulsel

Oleh Asnawin

Konferensi Cabang (Konfercab) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan telah selesai dan juga telah terpilih pengurus harian, serta pengurus Dewan Kehormatan Daerah (DKD) PWI Sulsel periode 2010-2015.

Di kepengurusan PWI Sulsel, trio Zulkifli Gani Ottoh, Mappiar HS, dan Nurhayana Kamar tetap menduduki jabatan sebelumnya yakni ketua, sekretaris, dan bendahara. Tidak ada perubahan.

Sementara jabatan Ketua DKD PWI Sulsel diduduki Ronald Ngantung dari harian Tribun Timur, Makassar. Laode Arumahi yang menjadi saingannya dalam pemilihan Ketua DKD dan semula diprediksi menjadi Sekretaris DKD, ternyata dijadikan sebagai salah seorang di antara sebelas penasehat PWI Sulsel.

Berbeda dengan kepengurusan PWI Sulsel yang mempertahankan trio Zulkifli, Mappiar, dan Nurhayana sebagai ketua, sekretaris, dan bendahara, dalam kepengurusan DKD PWI Sulsel tak satu pun pengurus lama yang dipertahankan, semuanya ''orang baru.'&#…

Hujan Interupsi Warnai Konfercab PWI Sulsel

Hujan Interupsi Warnai Konfercab PWI Sulsel

Harian Parepos, Parepare
Selasa, 1 November 2010
http://www.parepos.co.id/read/32940/35/zugito-oppo-pimpin-pwi-sulsel

PAREPARE -- Zulkifli Gani Ottoh akhirnya "Oppo" memimpin PWI Cabang Sulsel periode 2010-2015 dalam Konferensi Cabang (Konfercab) PWI di Gedung PWI Jalan AP Pettarani, Makassar.

Sementara Ronald Ngantung terpilih sebagai Ketua Dewam Kehormatan Daerah (DKD) PWI Sulsel menggantikan H Syamsu Nur. Konfercab yang dibuka Gubernur Sulsel DR H Syahrul Yasin Limpo, Sabtu pagi berlangsung alot hingga Ahad dini hari, kemarin.

Zugito sapaan akrab Zulkifli Gani Ottoh (Fajar Group) unggul dengan perolehan 271 suara dari 493 suara sah. Sedangkan rivalnya, Burhanuddin Amin (Inpos Group) hanya mengumpulkan 222 suara.

Usai pembukaan, konfercab dilanjutkan dengan pembahasan tata tertib. Sidang dipimpin Drs HL Arumahi didampingi Sekretaris Nurhayana Kamar SE, dan Drs Asnawin sebagai anggota sempat "dihujani" interupsi dari sejumla…

Sulsel Harus Bebas dari “Wartawan Koboi”

Sulsel Harus Bebas dari “Wartawan Koboi”

Harian Ujungpandang Ekspres, Makassar
Senin, 01-11-2010
http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=55517

Zulkifli Gani Ottoh akhirnya terpilih kembali memimpin organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel, periode 2010-2015, melalui Konferensi Cabang (Konfercab), Sabtu (30/10). Apa saja program-program kerja yang akan dilaksanakan selama lima tahun ke depan? Berikut petikan wawancara wartawan Harian Ujungpandang Ekspres, Dewi Yuliani, dengan Zulkifli Gani Ottoh (Zugito), di Kantor PWI Sulsel, Minggu (31/10).

Upeks:Pada Konferensi PWI Cabang Sulsel kemarin, Bapak sudah terpilih kembali menjadi Ketua PWI Sulsel periode 2010-2015. Tetapi, masih banyak yang tidak menerima hasil konfercab. Bagaimana Bapak menyikapi hal itu?

Zugito: Pertama-tama, Alhamdulillah, karena teman-teman di PWI mayoritas memberikan kepercayaan kepada saya kembali menjadi Ketua PWI Sulsel. Saya rasa perbedaan merupakan hal yang wajar, apalagi bagi organisasi yang pem…

Menjawab Tantangan Piagam Palembang

Konfercab PWI Sulsel:
Menjawab Tantangan Piagam Palembang

Oleh H Zulkifli Gani Ottoh
(Ketua PWI Sulsel Periode 2006-2010)

Harian Fajar, Makassar
Sabtu, 30 Oktober 2010
http://metronews.fajar.co.id/read/108682/61/index.php

Piagam Palembang telah ditandatangani oleh 18 Pemimpin Media Pers Nasional pada Selasa, 9 Februari 2010 di Palembang, Sumatera Selatan. Acara penandatanganan itu dilaksanakan dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional, disaksikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Penandatanganan Piagam Palembang itu ternyata menuai keraguan di kalangan media Pers sendiri, terutama pers daerah. Dikhawatirkan kelak, dampak Piagam Palembang ini menimbulkan banyak media pers akan berguguran, namun tidak sedikit justru menjadi besar setelah diberlakukannya.

Sebenarnya, Piagam Palembang bertujuan mulia, yaitu untuk menjamin kemerdekaan pers. Selain itu, juga untuk mewujudkan kedaulatan berekspresi rakyat, berdasarkan prinsip–prinsip demokrasi, keadilan, supremasi hukum, hak asasi manusia, d…

Sekolah Jurnalisme di Makassar Masih Angan-angan

MASIH ANGAN-ANGAN. Rencana Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) membuka Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) di Makassar, tampaknya masih sebatas angan-angan. (int)

Konfercab PWI Sulsel Berakhir Pukul 03.30 Wita

Konfercab PWI Sulsel Berakhir Pukul 03.30 Wita
- Laporan Pertanggungjawaban Nyaris Ditolak


Foto by Tamsir

Oleh Asnawin
Makassar, 31 Oktober 2010.

Konferensi Cabang (Konfercab) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan yang dibuka Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Sabtu, 30 Oktober 2010 sekitar pukul 10.00 Wita dan dihadiri Ketua PWI Pusat Margiono, serta sekitar 500 peserta dan panitia, dijadwalkan berakhir sekitar pukul 18.00 Wita, tetapi ternyata molor dan terpaksa baru berakhir pada Ahad, 31 Oktober 2010, sekitar pukul 03.30 Wita.

Dengan demikian, Konfercab PWI Sulsel berlangsung selama 17 jam dan 30 menit. Molornya pelaksanaan Konfercab tersebut disebabkan alotnya pembahasan tata tertib Konfercab dan laporan pertanggungjawaban pengurus PWI Sulsel periode 2006-2010.

Pembahasan tata tertib yang dipimpin panitia pengarah (steering committe) HL Arumahi, Nurhayana Kamar, dan Asnawin berlangsung hingga tiga jam lebih, mulai pukul 13.30 Wita sampai dengan pukul 16.30 Wita.

Selanjut…

Ketika Kita Harus Memilih

Ketika Kita Harus Memilih

Oleh Asnawin

Tuhan menciptakan segala sesuatunya di dunia ini berpasang-pasangan. Ada laki-laki, ada perempuan. Ada kehidupan, ada kematian. Ada amal, ada dosa. Dan seterusnya, dan seterusnya.

Dalam kehidupan beragama pun kita diberi pilihan-pilihan. Kita sebagai manusia ciptaan Tuhan dipersilakan memilih agama yang diyakini kebenarannya. Bahkan kita pun dipersilakan tidak beragama kalau tidak yakin dengan salah satu agama yang diturunkan melalui nabi dan rasul utusan Tuhan.

Dalam kehidupan bernegara kita juga harus memilih salah satu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Begitu pun dengan pemilihan gubernur, pemilihan walikota, dan pemilihan bupati. Kita harus memilih, termasuk memilih untuk tidak memilih (Golput).

Dalam skop yang lebih kecil, kita juga kadang-kadang terpaksa harus memilih calon ketua organisasi. Ketika berhimpun dalam sebuah organisasi, mau tidak mau kita berhadapan dengan pilihan-pilihan. Masalahnya kemudian, bagaimana menentukan pi…

FPRM Dukung Zulkifli Pimpin PWI Sulsel

FPRM Dukung Zulkifli Pimpin PWI Sulsel


MENDUKUNG. Forum Pemimpin Redaksi Mingguan (FPRM) berkunjung ke redaksi FAJAR, Kamis, 28 Oktober. FPRM menyatakan dukungan terhadap Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh untuk memimpin kembali organisasi wartawan ini periode mendatang. (FOTO YUSRAN/FAJAR)

Harian Fajar, Makassar
Jumat, 29 Oktober 2010
http://metronews.fajar.co.id/read/108611/61/fprm-dukung-zulkifli-pimpin-pwi

MAKASSAR -- Forum Pemimpin Redaksi Mingguan (FPRM) menyatakan dukungannya terhadap Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh untuk memimpin kembali organisasi wartawan ini periode 2010-2015. Pernyataan dukungan kepada Zugito, sapaan akrab Zulkifli di kalangan PWI disampaikan FPRM saat berkunjung ke redaksi FAJAR, Kamis, 28 Oktober.

"Kami dari pemimpin redaksi koran dan majalah mingguan, akan tetap mendukung Pak Zugito untuk menjadi Ketua PWI Sulsel lima tahun ke depan. Dukungan ini kita berikan karena selama kepemimpinannya periode ini, dia mampu membawa citra positif pada media…

Zulkifli Diminta Kembali Pimpin PWI Sulsel

Zulkifli Diminta Kembali Pimpin PWI Sulsel

Harian Fajar, Makassar
Kamis, 28 Oktober 2010
http://metronews.fajar.co.id/read/108484/61/zulkifli-diminta-

MAKASSAR -- Menjelang Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sulsel pada 30 Oktober mendatang, Zulkifli Gani Ottoh kembali mendapat dukungan. Sejumlah pengurus teras PWI Sulsel berharap Zulkifli bersedia untuk menakhodai PWI hingga lima tahun ke depan.

Dua nama yang secara terbuka menegaskan harapannya agar Zulkifli bisa terpilih lagi adalah Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Sulsel, Hasan Kuba, dan Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan PWI Sulsel, Andi Pasamangi. Dihubungi terpisah, Rabu, 27 Oktober, keduanya menegaskan dukungan kepada mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Makassar itu.

"Kita sudah melihat kinerjanya selama empat tahun dan anggaran dasar memungkinkan untuk menjabat dua periode. Itulah kenapa saya dan beberapa teman berharap Zulkifli bisa terpilih untuk lima tahun lagi. Kongres di Aceh memang menghasilkan keputusan bah…

Konfercab PWI Sulsel Dihadiri Margiono

H Mappiar HS



Konfercab PWI Sulsel Dihadiri Margiono
- Mappiar: Jadikan Fun Demokrasi

Harian Ujungpandang Ekspres, Makassar
Kamis, 28-10-2010
http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=55294&jenis=Metro

MAKASSAR, UPEKS— Pemilihan Ketua PWI Cabang Sulawesi Selatan akan dilaksanakan Sabtu, 30 Oktober 2010.

Ketua PWI Sulsel periode 2006-2010, Zulkifli Gani Ottoh digadang-gadang sebagai calon terkuat yang kembali akan menduduki posisi Ketua Ketua PWI Sulsel periode 2010-2014.

Ketua Panitia Konferensi PWI Cabang Sulsel, H Mappiar HS menjelaskan, pemilihan Ketua PWI Sulsel akan dilakukan melalui Konferensi Cabang (Konfercab) PWI Sulsel yang rencananya dihadiri langsung Ketua PWI Pusat Margiono.

Sementara peserta merupakan anggota biasa sebagai peserta, anggota muda, dan anggota kehormatan sebagai peninjau.

Mappiar berharap, Konfercab PWI Sulsel menjadi ajang fun demokrasi atau demokrasi gembira. Melalui Konfercab PWI, diharapkan seluruh pengurus dan anggota PWI berdemokrasi dengan menyalurkan…

Pendidikan dan Kesehatan Gratis di Sulsel

Pendidikan dan Kesehatan Gratis di Sulsel:

Daerah Minta Pemprov Menanggung 60 Persen



Pengantar :
Pemprov Sulsel bersama seluruh Pemkab dan Pemkot se-Sulsel telah menandatangani perjanjian tentang pelaksanaan program pendidikan dan kesehatan gratis di Sulawesi Selatan, pada Juni 2008. Untuk mengetahui bagaimana penerapannya di daerah, apa saja kendala yang dihadapi, dan bagaimana menyukseskan program tersebut, Pemprov Sulsel bekerja sama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel mengadakan Safari Jurnalistik dengan mengunjungi 14 kabupaten dan kota, 6-10 Oktober 2010. Berikut hasil kunjungan Safari Jurnalistik PWI Sulsel – Pemprov Sulsel yang ditulis Ketua Seksi Pendidikan PWI Sulsel, Asnawin.

Ketika dilepas secara resmi oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Baruga Sangiaseri Gubernuran Makassar, Senin, 4 Oktober 2010, masih banyak wartawan anggota ‘’kafilah’’ Safari Jurnalistik PWI Sulsel – Pemprov Sulsel yang belum paham tentang program pendidikan dan kesehatan gratis ini.

Sebalikny…