Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

Rahman Arge: Diciduk Demi Membela Korps Wartawan

Jejak Rahman Arge sebagai wartawan berawal pada tahun 1955 bersama sahabatnya yang sudah lebih dulu berpulang ke rahmatullah, Arsal Alhabsy. Semula, almarhum hampir menjadi pegawai Koninklijk Paketvaart Maatschappij (KPM), perusahaan pelayaran Belanda. Tetapi, Arsal selalu mengajaknya bergaul dengan M Basir, Salman AS, LE Manuhua, dan Achmad Siara. Dari mereka itulah, Arge menemukan atmosfir dan suasana tentang betapa idealnya menjadi wartawan.

Ketua PWI Sulsel Dari Masa ke Masa

Sejak terbentuk tahun 1961, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan telah dipimpin oleh tujuh orang ketua, yaitu LE Manuhua (1961-1966), Muhammad Basir atau M Basir (1966-1968, dan 1970-1972), Syamsuddin Daeng Lau atau Syamsuddin DL (1968-1970), Rahman Arge (1972-1993), HM Alwi Hamu (1993-1999), H Syamsu Nur (1999-2006), dan Zulkifli Gani Ottoh (2006-2015). (Foto: Asnawin)

Menjaga Eksisten Penerbitan Media Cetak

HADIAH ULANG TAHUN.Pemimpin Redaksi Majalah Pedoman Karya, Asnawin (kanan) memberikan hadiah ulang tahun berupa uang tunai sebesar Rp500.000, kepada Pemimpin Redaksi SKU Makassar Pena, Anwar Sanusi, pada acara ulang tahun ke-9 SKU Makassar Pena, di Pantai Tanjung Bayang, Makassar, Ahad, 23 Agustus 2015. (Foto: Ahmad Hidayat)

Foto-foto HUT ke-9 SKU Makassar Pena

ULANG TAHUN. Pendiri dan Pemimpin Redaksi SKU Makassar Pena, Anwar Sanusi (berdiri di belakang pakaian baju hitam dan berkacamata) foto bersama sejumlah wartawan dan undangan, pada acara ulang tahun ke-9 SKU Makassar Pena, di Pantai Tanjung Bayang, Makassar, Ahad, 23 Agustus 2015. (Foto: Ahmad Hidayat)

Biarlah Muhammadiyah Tetap “Kolot”

Pertanyaannya, apakah Muhammadiyah harus berubah menjadi organiasi modern? Apakah Muhammadiyah harus mengikuti perubahan dan perkembangan agar bisa terlibat dalam berbagai dinamika pembangunan, khususnya di pemerintahan dan di legislatif?