Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2010

Wartawan (Puisi Buat Ridwan Salamun)

Tak jarang engkau sakit
Tak jarang engkau kecewa
Tak jarang engkau luka
Tak jarang engkau celaka

Manifesto Kemerdekaan Pers 2010

Manifesto Kemerdekaan Pers 2010

Dikutip dari http://pwi.or.id/index.php/Berita-PWI/Manifesto-Kemerdekaan-Pers-2010.html
Jakarta, Senin, 19 Juli 2010

No. : 919/PWI-P/LXIV/2010
Hal : Siaran Pers

Kepada yth,
Pemimpin Redaksi Media Massa
di
Tempat

Hal: Manifesto Kemerdekaan Pers

Dengan hormat,

Sehubungan dengan keputusan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menghentikan penyiaran Headline News Metro TV selama tujuh hari dan mengharuskan Metro TV menyampaikan permohonan maaf, tiga kali sehari selama tiga hari berturut-turut, kami para praktisi media pers dan penyiaran menyatakan keprihatinan.

Kami sependapat bahwa tayangan tersebut melanggar UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Namun KPI tidak memiliki wewenang mengambil tindakan tersebut, yang dapat berakibat melanggar UU Pers No 40/1999 dan berpotensi mengancam kemerdekaan pers yang merupakan hak asasi manusian dan hak asasi warga negara yang dijamin oleh konstitusi. Pernyataan keprihatinan tersebut kami tuangkan dalam "Manifesto Ke…

Jurnalis Ternate Kibar Bendera Setengah Tiang

Solidaritas untuk Ridwan (Foto: Rohmat Okezone)

Jurnalis Ternate Kibar Bendera Setengah Tiang

Minggu, 22 Agustus 2010 - 22:19 wib
Rival Fahmi - Okezone

TERNATE - Puluhan wartawan cetak dan elektronik di Ternate, menggelar aksi solidaritas untuk wartawan Sun TV, Ridwan Salamun, Minggu (22/8/2010) malam. Salah satu aksinya mereka mengibarkan bendera setengah tiang.

Ridwan adalah jurnalis yang tewas saat meliput bentrokan antarwarga di Kabupaten Tual, Maluku, Sabtu kemarin.

Usai menggelar shalat tarawih, para wartawan langsung berkumpul di jalan Pahlawan Revolusi, tepatnya di depan eks kantor Gubernur Maluku Utara pada pukul 21.30 WIT. Aksi tersebut diawali dengan orasi dari sejumlah jurnalis termasuk ketua PWI Maluku Utara, Supardi, dengan tema mengutuk kekerasan yang dilakukan terhadap pers.

Para wartawan juga membagi-bagi selebaran pada pejalan kaki maupun pengendara yang melintasi kawasan di pusat kota Ternate itu.

Dalam orasinya, para wartawan menuntut agar polisi segera mengusut tuntas kas…

PWI Tingkatkan Standar Pendidikan Wartawan

PWI Tingkatkan Standar Pendidikan Wartawan

Tabloid Semangat Pagi, Makassar
Senin, 7 Juni 2010
http://www.semangatpagi.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1275:pwi-tingkatkan-standar-pendidikan-wartawan&catid=104:public-servis&Itemid=792#axzz0xav8icxK

Makassar,SP - Untuk memperbaiki citra wartawan, sekaligus merealisasikan ketentuan Piagam Palembang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel mengagendakan pada 2013, semua industri media, baik cetak maupun elektronik yang akan melakukan penerbitan atau penyiaran berita, harus mendapat sertifikasi kelayakan sebagai industri media.

Ketentuan itu, untuk meminimalkan penyalahgunaan profesi dan memperbaiki citra wartawan yang banyak dirusak oknum yang tak bertangungjawab. Selama ini banyak orang yang berkedok sebagai wartawan, akan tetapi tak mempunyai media, alias menjadi wartawan Bodrex .

Penegasan itu diungkapkan Ketua PWI Sulsel, H Zulkifli Gani Ottoh, dalam sambutannya pada hari jadi salah satu media berita …

PWI: Hadiah Lebaran Wartawan Harus Diatur

PWI: Hadiah Lebaran Wartawan Harus Diatur

Harian Fajar, Makassar
http://metronews.fajar.co.id/read/102583/61/pwi-hadiah-lebaran-wartawan-harus-diatur
Senin, 23 Agustus 2010

MAKASSAR -- Seringnya sekelompok orang yang mengatasnamakan wartawan mendatangi instansi pemerintah dan swasta untuk meminta hadiah lebaran, diskapi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sulsel. PWI mengimbau agar semua instansi yang ingin memberikan sumbangan, tidak diberikan secara perorangan.

Ketua PWI Cabang Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh, mengatakan, setiap tahun, terutama menjelang Idulfitri, jumlah wartawan sering meningkat tiba-tiba. Lalu tanpa segan mendatangi instansi-instansi untuk menuntut hadiah lebaran. Fenomena ini, kata dia, cukup memalukan bagi wartawan secara umum.

Tetapi hal tersebut mesti disikapi oleh instansi dengan arif. Artinya, kata Zulkifli, jika instansi ingin memberi sumbangan dan supaya dapat dipertanggungjawabkan pemberian tersebut, maka sumbangan bisa diberikan kepada pemilik media at…

PWI Harapkan Sekolah Jurnalistik Sulsel 2010

PWI Harapkan Sekolah Jurnalistik Sulsel 2010

Kamis, 18 Maret 2010
http://www.antaranews.com/berita/1268898670/pwi-harapkan-sekolah-jurnalistik-sulsel-2010

Makassar (ANTARA News) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan (Sulsel) berharap sekolah jurnalistik Indonesia Sulsel mulai berjalan tahun ini.

Harapan tersebut diungkapkan oleh Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh di Makassar, Kamis, pada peringatan Hari Pers Nasional dan hari ulang tahun PWI Sulsel ke-64.

Ia mengatakan pada 5 Oktober 2009 Pemerintah Provinsi Sulsel telah menyatakan dukungan penuhnya untuk penyelenggaraan sekolah jurnalistik di Makassar.

"Saya kira gedung PWI Sulsel ini cukup representatif untuk penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi wartawan," ujarnya.

Ketua PWI Pusat, Margiono, mengatakan bahwa sekolah jurnalistik ini diselenggarakan dengan kurikulum nasional dengan pengajar berklasifikasi nasional.

"Di Palembang yang pertama kali menyelenggarakan pendidikan, kemarin diikuti oleh 30 pe…

Pengurus PWI Sulsel Buka Puasa Bersama di Rumah Alwi Hamu

BUKA PUASA. Komisaris Utama Harian Fajar HM Alwi Hamu, memberikan sambutansebelum shalat Taraweh bersama dengan para keluarga dan karyawan PT Media Fajar Sabtu 14 Agustus. (FOTO NURADI/FAJAR)

Pengurus PWI Sulsel Buka Puasa Bersama di Rumah Alwi Hamu

Pengurus PWI Sulsel menghadiri acara buka puasa bersama di rumah mantan Ketua PWI Sulsel, HM Alwi Hamu, Sabtu, 14 Agustus 2010.

Pada acara buka puasa yang dirangkaikan salat tarwih itu, tampak hadir komisaris PT Media Fajar, Andi Syafiuddin Makka, Komisaris PT Media Fajar yang juga Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh, Direktur Utama PT Media Fajar Syamsu Nur, Wakil Direktur Utama, Agus Salim Alwi, Direktur Produksi dan SDM, Sukriansyah S Latief, Rektor Unifa, Prof Halide, para pimpinan dalam lingkup Fajar Grup, serta sejumlah undangan.

Ceramah tarwih dibawakan oleh Dr H Abdul Rahman Qayyum. Acara buka puasa dan salat tarawih tersebut kata Manager Personalia, Irwan Zainuddin, merupakan bagian dari kagiatan amaliah Ramadan yang digelar Fajar G…

Keterbukaan Informasi Publik dan PPID

Keterbukaan Informasi Publik dan PPID

Oleh: Asnawin
(Ketua Seksi Pendidikan PWI Sulsel / Humas Kopertis Wilayah IX Sulawesi / Dosen Komunikasi & Jurnalistik pada beberapa perguruan tinggi)
- Makalah ini dipaparkan pada acara Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Bupati Bulukumba tentang Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi, di Aula BLK Kabupaten Bulukumba, Selasa, 10 Agustus 2010

Pengantar :

Dulu, semua informasi tertutup, kecuali yang dibuka. Sekarang, semua informasi terbuka, kecuali yang ditutup. Dulu, jangankan informasi pribadi, informasi publik pun banyak yang sengaja ditutup. Sekarang, jangankan informasi publik, informasi pribadi pun banyak yang sengaja dibuka.

Di era keterbukaan informasi dan kebebasan pers dewasa ini, semua informasi seolah-olah bebas dibuka dan disampaikan kepada publik, termasuk rekening pribadi pejabat publik dan video koleksi pribadi sepasang kekasih atau sepasang suami isteri.

Apa boleh buat, kita sekarang sudah berada di era keterbukaan informasi d…

Pejabat Arogan

Saat menjabat bupati, Fulan mulai berubah. Ia tidak lagi ramah dan ceria seperti dulu. Ia sudah mulai sering terlihat susah. Jidatnya kerap berkerut saat tampil di muka publik. Perubahan itu membuat banyak relasi dan kawan lamanya prihatin. Ada yang kemudian malas menghubunginya, ada yang menjauh, tetapi ada juga yang mencoba menasehatinya. (int)