Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2009

PWI Sulsel Target Juara Umum Porwanas

PWI Sulsel Target Juara Umum Porwanas X

Makassar, 23 Desember 2009

Kontingen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan juara umum pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) X di Palembang, Sumatera Selatan, 4-10 Februari 2009.

Untuk memenuhi ambisi tersebut, PWI Sulsel akan mengikuti seluruh 12 cabang olahraga yang akan dipertandingkan (bolavoli, catur, tenis meja, sepakbola, tenis, dayung, biliard, bridge, atletik, futsal, bulutangkis, dan bowling).

''Secara keseluruhan, kontingen PWI Sulsel berjumlah 130 orang atlet dan ofisial,'' kata Sekretaris Umum Panitia Porwanas PWI Sulsel, Andi Pasamangi Wawo, kepada pengelola blog PWI Sulsel, Asnawin, di Makassar, Rabu, 23 Desember 2009.

Para atlet yang berasal dari berbagai media massa tersebut telah melakukan persiapan sejak beberapa bulan lalu. Sebagian cabang olahraga menyewa pelatih yang sudah berpengalaman melatih tim profesional.

Sejak dilaksanakan pertama kali pada tahun 1982, PWI…

PWI Sulsel Mantapkan Atlet Hadapi Porwanas

PWI Sulsel Mantapkan Atlet Hadapi Porwanas

Tuesday, 27 October 2009

Makassar, 27/10 (Antara/FINROLL Sports) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan (Sulsel) memantapkan persiapan atlet menghadapi pekan olahraga wartawan nasional (Porwanas) IX yang akan berlangsung pada Februari 2010 di Palembang, Sumsel.

Ketua PWI Sulsel H Zulkifly Gani Ottoh, SH di Makassar, Selasa, mengatakan, atlet dari 12 cabang Olahraga yang akan diikuti kontingen Sulsel menjalani latihan intensif sebagai langkah pemantapan sebelum terjun di arena pertandingan.

Selain latihan fisik, seluruh atlet tersebut juga menjalani tes kesehatan untuk mengetahui kemampuan fisik dan stamina atlet yang juga wartawan dari berbagai media.

"Karena panitia Porwanas telah menetapkan kuota atlet setiap cabang olahraga, maka PWI Sulsel melakukan seleksi cukup ketat untuk mendapatkan atlet yang siap fisik dan mental menghadapi pertandingan, "ujar Zulkifly.

Cabang olahraga yang diikuti kontingen Sulsel terdiri atas se…

Press Club PWI Sulsel Buka Kafe Hotspot

Press Club PWI Sulsel Buka Kafe Hotspot

Press Club PWI Sulsel kini aktif kembali di bawah manajer Rifai Manangkasi. Press Club antara lain diberi kewenangan membuka usaha kantin dan penyewaan ruangan untuk acara-acara seminar, diskusi, dan acara-acara lain dengan kapasitas 150 orang.

Khusus usaha kantin, Press Club PWI Sulsel membuka kafe yang dilengkapi fasilitas internet gratis (hotspot), sejak 14 November 2009.

''Kami memberi fasilitas gratis internet karena sekarang sudah zaman internet. Banyak wartawan dan masyarakat yang kini selalu membawa laptop dan mereka butuh tempat untuk kongkow-kongkow sambil main internet. Kami berupaya memenuhi kebutuhan itu dengan membuka kafe dengan harga makanan dan minuman yang sangat terjangkau,'' tutur Rifai, kepada pengelola blog PWI Sulsel, Asnawin, di Makassar, Rabu, 23 Desember 2009.

Di PWI Sulsel, Rivai yang pendiri dan pemimpin redaksi Majalah Borgol, menjabat Ketua Seksi Pembelaan Wartawan dan juga dipercaya sebagai Ketua Kopera…

Ketua PWI Sulsel Ditipu Rp 800 Juta

Ketua PWI Sulsel Ditipu Rp 800 Juta

Senin, 29 Juni 2009

Makassar (ANTARA News) - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sulawesi Selatan (Sulsel) Zulkifli Gani Otto melaporkan salah seorang pengusaha, berinisial Oic, ke Polwiltabes Makassar karena telah ditipu senilai Rp 800 juta.

Zulkifli yang juga Komisaris Harian Fajar Grup saat melapor ke Mapolwiltabes Makassar, Senin, mengatakan, pelaporannya terkait penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh salah seorang pengusaha sukses kepada dirinya.

Dia menjelaskan, awalnya dirinya bersama Bupati Enrekang, H Latinro Latunrung dan Yulius mempunyai tanah di sekitar Jalan Perintis Kemerdekaan kilometer enam yang luasnya sekitar lima hektare.

Tanah dengan luas lima hektare itu kemudian dibeli oleh pengusaha Oic dengan harga Rp5 miliar. Sedangkan tanahnya yang hanya 800 meter persegi itu dibelinya dengan harga Rp800 juta.

"Keinginan untuk membeli tanah saya dan tanah teman yang lainnya itu sudah lama, cuma saat itu saya masih menjabat …

Tim Sepak Bola PWI Perbanyak Uji Coba

foto: Mahdar/Fajar

Selasa, 22-12-09 | 22:59 | 52 View
Tim Sepak Bola PWI Perbanyak Uji Coba

MAKASSAR -- Sebulan lebih menjelang keberangkatan ke Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) X/Februari 2010 di Palembang, tim sepak bola PWI Cabang Sulsel memperbanyak uji coba. Dalam dua bulan terakhir, tim sepak bola sudah melakukan 10 kali uji coba dengan berbagai klub dan instansi.

Tim yang dilatih Victor "Kiki" Turangan tersebut bertanding melawan tim dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Makassar (UNM) di Stadion Mini FIK Bantabantaeng, Senin, 21 Desember. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-1.

Kiki mengatakan, dia sengaja memperbanyak uji coba untuk mengukur kemampuan timnya selama persiapan sejak Juni lalu. Lawan yang diajak menjadi sparring partner merupakan tim-tim sekelas atau lebih kuat.

"Masih ada beberapa kelemahan yang perlu segera dibenahi sebelum berangkat, terutama stamina dan kerja sama tim," kata Kiki. Sebelumnya, beberapa tim …

Umum-PWI Sulsel Persiapkan Diri Hadapi Porwanas

Umum-PWI Sulsel Persiapkan Diri Hadapi Porwanas

Kamis, 12 Maret 2009 19:30

Makassar (ANTARA News) - PWI cabang Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) X yang akan berlangsung pada 2010.

"Untuk menghadapi kegiatan olahraga wartawan itu kita harus mulai dari sekarang dengan melakukan seleksi atlet sepuluh cabang olahraga yang akan dipertandingkan, "kata Ketua SIWO/PWI Sulsel Piet Heriadi di Makassar, Kamis.

Piet mengatakan, kontingen PWI Sulsel kembali mengincar posisi terhormat pada Porwanas 2010 minimal menempati peringkat runner-up setelah dua Porwanas lalu berada diperingkat bawah.

"Kita ingin kembali menempati posisi terhormat seperti pada Porwanas sebelumnya dua kali menempati posisi juara umum yakni pada Porwanas I 1983 di Semarang dan 2004 di Banjarmasin dengan memboyong piala bergilir Presiden, "ujar Piet tanpa menyebut tempat pelaksanaan Porwanas 2010.

Meraih peringkat terhormat memang tidak muda…

Wartawan Pedoman Rakyat Meninggal Dunia

Wartawan Pedoman Rakyat Meninggal Dunia

Bertambah lagi seorang wartawan harian Pedoman Rakyat, Makassar, meninggal dunia. Rekan kami yang meninggal tersebut adalah Indarto (45). Bujangan asal Pacitan, Jawa Timur, tersebut meninggal dunia diduga karena serangan jantung pada hari Minggu, 10 Mei 2009, di Kompleks Perumahan Maizonet, Makassar.

Puluhan wartawan dan karyawan harian Pedoman Rakyat berkumpul di rumah duka yang juga merupakan kantor Majalah Profiles, mulai dari wartawan angkatan terbaru sampai wartawan senior.

Mereka antara lain HM Dahlan Abubakar, Yasmin Tendan, Syafruddin Tang, HL Arumahi, M Arief Djasar, James Wehantouw, Norma Djidding, Insan Ikhlas Jalil, Asdar Muis RMS, Mahyudin, Asnawin, Arafah, Yahya Mustafa, Mustam Arief, Rusdi Embas, Elvianus Kawengian, Sultan Darampa, dan Rusli Kadir.

Para wartawan dan karyawan, serta sejumlah kerabat, semula hendak memakamkan almarhum di Taman Pemakaman Umum Islam Sudiang atau di Pemakaman Wartawan Sudiang, namun atas permintaan keluarg…

PWI Sulsel-Pemkab Enrekang Adakan Lomba Karya Tulis

PWI Sulsel-Pemkab Enrekang Adakan Lomba Karya Tulis
Kamis, 15 Oktober 2009

Enrekang (ANTARA News) - PWI Sulawesi Selatan (Sulsel) bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Enrekang mengadakan lomba karya tulis jurnalistik dalam rangka menyambut HUT Kabupaten Enrekang 2009 yang diikuti wartawan dari berbagai media di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Lomba karya tulis jurnalistik diawali dengan pemaparan potensi daerah oleh Bupati Enrekang Ir. H. Latinro Latunrung didampingi seluruh pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) setempat kepada peserta lomba sebanyak 67 orang wartawan di Enrekang, Kamis (15/10).

Rombongan peserta lomba jurnalistik menuju Kabupaten Enrekang dipimpin oleh Ketua PWI Sulsel H Zulkifly Gani Ottoh SH dan sejumlah pengurus PWI setempat.

Bupati Latinro berharap, peserta lomba karya jurnalistik dari PWI Sulsel menulis tentang potensi unggulan Kabupaten Enrekang yang kini giat melaksanakan pembangunan di berbagai sektor, sebagai kiat untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah guna…

Wartawan Foto Senior Meninggal Dunia

Wartawan Foto Senior Meninggal Dunia

Oleh: Asnawin
(Mantan Wartawan Pedoman Rakyat)

Wartawan foto senior Boet Philipe Manuel Rompas atau lebih dikenal dengan nama Buce Rompas, meninggal dunia di Makassar, Rabu, 4 November 2009, dalam usia 77 tahun.

Buce Rompas adalah mantan Kepala Cabang Indonesia Press Photo Service (IPPHOS) di Makassar untuk Indonesia Timur dan mantan redaktur foto surat kabar harian Pedoman Rakyat (terbit di Makassar sejak 1 Maret 1947). Almarhum yang telah menjadi anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sejak 1959, juga tetap setia dan aktif di PWI Cabang Sulawesi Selatan hingga akhir hayatnya.

Buce Rompas yang namanya sering disingkat B.Ph.M.Rompas, meniti karier wartawan pada tahun 1955 di majalah IPPHOS Report, Jakarta. Empat tahun kemudian, ia dipindahkan ke Makassar. Tahun 1963, Buce berhenti di IPPHOS, lalu menjadi wartawan freelance (wartawan lepas).

Tak lama setelah keluar dari IPPHOS dan masih di tahun 1963, Buce tercatat sebagai anggota redaksi majalah Hasa…

Mantan Pimpinan Perusahaan Pedoman Rakyat Meninggal Dunia

Mantan Pimpinan Perusahaan Pedoman Rakyat Meninggal Dunia

Mantan Pimpinan Perusahaan Harian Pedoman Rakyat, Lamberth Frederik Sahertian (L. F. Sahertian) meninggal dunia di Rumah Sakit Labuang Baji, Makassar, Sabtu, 25 Juli 2009. Almarhum meninggalkan seorang isteri, Anna Sahertian (70), lima anak, serta sejumlah cucu dan cicit.

"Bapak sakit mulai bulan Maret (2009) dan pernah diopname kurang lebih 20 hari di rumah sakit. Sakitnya seperti ada kelainan darah dan juga kurang darah," jelas Anna, kepada Asnawin (pengelola blog ini) di rumah duka Jl. Tamalate 1/Tidung 4, Makassar, Minggu, 26 Juli 2009.

Lamberth dan Anna menikah pada tahun 1976. Dari pernikahan itu, mereka dkaruniai dua anak. Dari perkawinan sebelumnya, almarhum memiliki tiga anak.

Lamberth menjadi karyawan Harian Pedoman Rakyat pada tahun 1979. Sebelumnya, almarhum pernah bekerja sebagai karyawan Harian Tegas.

Di masa mudanya, Lamberth adalah salah seorang atlet andalan Sulsel di cabang olahraga judo.

"Bapak beber…