Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2010

SKU Tegas : ''Penambangan Batu Bijih Besi Ancam Keselamatan Penduduk''

SKU Tegas : ''Penambangan Batu Bijih Besi Ancam Keselamatan Penduduk''

Penambangan batu bijih besi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang dilakukan oleh PT. Sindo Mandiri, menimbulkan keresahan masyarakat setempat karena mengancam keselamatan warga terutama dikhawatirkan akan terjadinya longsor.

Demikian berita utama (headline) Surat Kabar Umum (SKU) Tegas, minggu I & II Januari 2010, Tahun XLII No. 1143. Koran yang terbit sejak 16 Januari 1967 itu hingga kini masih eksis di tengah persaingan media cetak di wilayah Sulawesi Selatan.

Koran dengan motto ''berjuang menegakkan keadilan dan kebenaran'' itu terbit 12 halaman ukuran broadsheet. Halaman pertama dan halaman 12 berwarna, sedangkan halaman lainnya hitam putih.

Staf Sekretariat PWI Sulsel Meninggal Dunia

Staf Sekretariat PWI Sulsel Meninggal Dunia

Makassar, 21 Januari 2010

Staf Sekretariat yang juga manajer pengelola gedung PWI Sulsel, Edy Sandjaya, meninggal dunia, di Rumah Sakit Grestelina Makassar, Selasa malam, 19 Januari 2010. Alharhum meninggal dunia karena sakit ginjal dan setelah dirawat selama dua hari di rumah sakit tersebut.

Almarhum meninggalkan seorang isteri (Hj. Gamar Umar Bazar'ah), empat anak, dan 10 cucu. Jenazah almarhum dilepaskan secara resmi oleh Ketua PWI Sulsel, H Zulkifli Gani Ottoh SH, di gedung PWI Sulsel, Rabu, 20 Januari 2010, sebelum dimakamkan di Pekuburan PWI Sulsel Sudiang Makassar. Pelepasan jenazah turut dihadiri Pembina PWI Pusat yang juga mantan Ketua PWI Sulsel, HM Alwi Hamu, sejumlah wartawan senior, pengurus dan anggota PWI Sulsel.

Almarhum Edy Sandjaya yang kelahiran Makassar, 27 November 1946, selain pengeloal gedung PWI Sulsel juga aktif sebagai wartawan sejak 1963 dan terdaftar sebagai anggota PWI sejak tahun 1967 dengan nomor KTA : 23.00.0…

Press Club PWI Sulsel Selalu Ramai

Press Club PWI Sulsel Selalu Ramai

Kafe ''Press Club PWI Sulsel'' di Jl. A.P. Pettarani, Makassar makin ramai saja. Setiap hari selalu banyak wartawan, pengurus PWI, dan masyarakat umum yang berkunjung.

Ada yang datang ingin bertemu dengan seseorang atau beberapa orang, ada yang kebetulan lewat lalu ingin minum teh/kopi, ada yang sengaja ingin main biliard, ada yang bawa laptop lalu main internet sepuasnya secara gratis, ada yang ingin nyanyi-nyanyi, dan mungkin masih ada alasan lain yang saya tidak tahu. Pokoknya selalu ramai.

Rifai Manangkasi selaku manajer Press Club PWI Sulsel tentu saja senang dan gembira, karena berbagai upaya yang dilakukannya dengan dibantu oleh pengurus PWI Sulsel, sudah mulai membuahkan hasil.

''Teman-teman juga sudah beberapa kali memanfaatkan Press Club PWI Sulsel untuk mengadakan rapat, pertemuan-pertemuan, kuliah, mengerjakan tugas-tugas, jumpa pers, dan dialog,'' ungkapnya kepada pengelola blog PWI Sulawesi Selatan, Asnawin,…