Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2010

Korupsi, Ya, Korupsi

Korupsi, Ya, Korupsi

Oleh: Asnawin
(Mahasiswa S2 Ilmu Komunikasi Universitas Satria, Makassar)

Ada empat hukum dasar logika, yaitu hukum identitas, hukum kontradiksi, hukum tiada jalan tengah, dan hukum cukup alasan. ‘’Hukum identitas’’ menyebutkan bahwa sesuatu adalah selalu sama atau identik dengan dirinya sendiri. Menurut hukum ini, A adalah A dan bukan yang lainnya. Keberadaannya absolut. Contohnya, korupsi adalah korupsi, bukan yang lain.

Itu adalah sesuatu yang logis. Ketika ada penyimpangan atau pelanggaran hukum identitas, maka terjadilah sesuatu yang tidak logis. Korupsi misalnya, kalau dibelokkan menjadi salah prosedur atau kesalahan administratif maka ia menjadi tidak logis, karena awalnya ia adalah suatu perbuatan korupsi, namun kemudian dibelokkan sehingga menjadi bukan korupsi.

Apa sesungguhnya yang dimaksud dengan korupsi? Korupsi berasal dari Bahasa Latin, corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok.

Korupsi cukup ban…

Piala Porwanas 2010 Diserahkan Kepada Wagub Sulsel

Piala Porwanas 2010 Diserahkan Kepada Wagub Sulsel

Makassar, 16 Februari 2010

Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh menyerahkan Piala Presiden Juara Umum Porwanas 2010, kepada Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, di Baruga Sangiaseri Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Selasa, 16 Februari 2010.

Kontingen PWI Sulsel keluar sebagai juara umum Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2010 di Palembang, Sumatera Selatan, yang dirangkaikan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2010, dengan puncak acara dilaksanakan pada 9 Februari 2010.

Zulkifli Gani Ottoh menjelaskan, kontingen PWI Sulsel yang berkekuatan kurang lebih 200 orang, terdiri atas atlet, ofisial, dan penggembira, berhasil meraih enam medali emas dan satu perunggu. Ke-6 emas tersebut diperoleh dari cabang tenis meja, tenis (2 medali emas), bulutangkis, bowling, dan bola voli.

''Ini adalah rekor nasional perolehan medali emas terbanyak dalam Porwanas. Di Palembang, kami merebut enam dari 18 medali emas yang di…

Bagir Manan Terpilih Menjadi Ketua Dewan Pers

15 Februari 2010 13:14:13
Bagir Manan Terpilih Menjadi Ketua Dewan Pers

Jakarta (Berita Dewan Pers) - Rapat pertama anggota Dewan Pers periode 2010-2013 yang digelar hari ini (15/02/2010) di kantor Dewan Pers, Jakarta, memilih Prof. Dr. Bagir Manan sebagai Ketua Dewan Pers. Ia mendapat delapan suara dari sembilan anggota Dewan Pers yang hadir. Satu suara abstain. Sedangkan Bambang Harymurti terpilih sebagai Wakil Ketua.

Bagir Manan akan menggantikan Prof. Dr. Ichlasul Amal. Sedangkan Bambang Harymurti menggantikan posisi Leo Batubara. Serah terima dari anggota Dewan Pers periode 2007-2010 ke anggota Dewan Pers baru rencanakan dilakukan pada Kamis, 18 Februari 2010, di Gedung Dewan Pers, Jakarta.

Rapat pertama ini juga memutuskan perubahan nama dan jumlah Komisi-Komisi di Dewan Pers, dari sebelumnya lima Komisi menjadi tujuh. Ketua dan Wakil Ketua Komisi-Komisi Dewan Pers periode 2010-2013 sebagai berikut:

1. Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika
Ketua : Agus Sudibyo
Wakil :…

Pena Mas Buat Tarman Azzam

keterangan gambar: Tarman Azzam

Pena Mas Buat Tarman Azzam
Selasa, 09 Pebruari 2010

Palembang (Cek&Ricek - C&R) - Peringatan Hari Pers Nasional/HUT ke-64 PWI yang dilangsungkan di Palembang, Sumatera Selatan, niscaya akan menjadi momen penting dan dikenang indah dalam hidup Tarman Azzam (TA). Pada perayaan puncak peringatan HPN yang dihadiri Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Ani SBY, para pejabat tinggi, tokoh- tokoh pers dan ratusan wartawan dari seluruh Indonesia, TA meneriman Pena Mas yang merupakan penghargaan tertinggi dalam komunitas wartawan Indonesia.

Dalam sejarah PWI, kebanyakan penghargaan Pena Mas diberikan kepada pihak di luar komunitas pers atas jasanya membangun dan menumbuhkan kehidupan pers. Pihak luar yang paling banyak menerima Pena Mas adalah Gubernur/ Kepala Daerah yang di masa kepemimpinannya di suatu daerah berhasil membangun kehidupan pers yang dinamis.

Satu satunya wartawan yang dicatat sebagai penerima Pena Mas adalah Rosihan Anwar. Pena Ma…

Tingkatkan Kompetensi dan Kesejahteraan Wartawan

Sekolah Jurnalistik Indonesia adalah sekolah gratis yang bertujuan menambah wawasan para wartawan dan rencananya akan didirikan di seluruh provinsi di Tanah Air. “Pendirian Sekolah Jurnalistik Indonesia selain untuk meningkatkan standar kompetensi wartawan, juga bertujuan agar wartawan selalu taat Kode Etik Jurnalistik,” ujar Margiono (Ketua PWI Pusat)

Artis Semarakan Peringatan Ke-64 HPN

Artis Semarakan Peringatan Ke-64 HPN
Selasa, 09 Pebruari 2010

Palembang (Cek&Ricek - C&R) - Sejumlah artis turut berpartisipasi dalam Peringatan ke-64 Hari Pers Nasional 2010 di Palembang. Bersama delegasi wartawan infotainment, mereka menghibur ribuan warga setempat.

Senin (8/2) sore, pelataran jembatan Ampera, Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, berbeda dibandingkan hari-hari sebelumnya. Sejak pukul 14.00 WIB, ribuan orang berdatangan ke tempat itu. Mereka tampak antusias melihat dari dekat artis-artis ibukota yang hadir menyemarakkan rangkaian Peringatan ke-64 Hari Pers Nasional (HPN) 2010. Mereka, antara lain, Asmirandah, Tika Putri, Thomas Djorghi, presenter C&R Indah Kirana, Bara Jonas Revano, Marsha Chandrawitana, Ibnu Jamil, dan aktor senior Anwar Fuady.

Kedatangan para artis ini makin membuat rangkaian peringatan HPN yang digelar sejak Selasa (2/2) hingga Rabu (10/2) menjadi lebih meriah. Mereka ikut menghibur ribuan warga yang memadati areal di sebuah mal itu.…

Sambutan Presiden di HPN 2010

Sambutan Presiden di HPN 2010
Selasa, 09 Pebruari 2010

Transkripsi
Sambutan Presiden Republik Indonesia
DR H. Susilo Bambang Yudhoyono
Pada Acara Puncak Peringatan
Hari Pers Nasional (HPN) 2010
Hotel Aryaduta Palembang, Provinsi Sumatera Selatan
9 Februari 2010

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang saya hormati Saudara Ketua MPR RI, Ketua DPR RI, Ketua Mahkamah Agung dan para Pimpinan serta Anggota Lembaga-lembaga Negara,

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II,
Yang Mulia Duta Besar Tunisia untuk Indonesia dan para Diplomat Senior serta para Pimpinan Organisasi Internasional,
Yang saya hormati Saudara Gubernur Sumatra Selatan, Gubernur Kalimantan Timur dan para Pejabat Negara yang bertugas di Sumatra Selatan, baik dari unsur Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif maupun TNI dan Polri,
Yang saya hormati Saudara Ketua Umum PWI Pusat, Pimpinan ACI dan para Pimpinan Organisasi Profesi Pers Indonesia,
Yang saya cintai …

Kiat Sukses Tribun Timur di Tengah Persaingan

Opini Harian TRIBUN TIMUR Makassar
(www.tribun-timur.com)
Sabtu, 13 Februari 2010

Kiat Sukses Tribun Timur di Tengah Persaingan

Asnawin
(mahasiswa S2 Ilmu Komunikasi Universitas Satria Makassar)

Teknologi informasi dan komunikasi telah membentuk kebiasaan baru masyarakat dunia. Siapa saja yang tidak segera menyesuaikan diri, ia akan tertinggal dan dilupakan. Hukum aksiomatik teknologi berkembang berdasarkan deret ukur, melampaui deret hitung. Jika tidak berani melakukan lompatan penyesuaian, kita akan tertinggal jauh.

Demikianlah sifat perubahan dan penetrasi teknologi informasi dan komunikasi terhadap pola dan gaya hidup dalam pergaulan masyarakat modern. Untuk mampu bertahan hidup di era teknologi informasi dan komunikasi dengan perubahan yang gencar dan dahsyat itu, dibutuhkan kemampuan penyesuaian diri.

Charles Darwin dalam teori evolusinya mengatakan bahwa pada akhirnya, bukan yang kuat yang mampu bertahan hidup (survive), melainkan yang bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Teor…

SBY: Insan Pers Harus Memainkan Peran yang Tepat

Harian Jawa Pos, Surabaya
[Rabu, 10 Februari 2010]

SBY: Insan Pers Harus Memainkan Peran yang Tepat
- Peringatan HPN di Palembang

PALEMBANG - Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Ke-64 di Hotel Aryaduta, Palembang, kemarin menelurkan sejumlah gagasan penting. Salah satunya dibutuhkannya ratifikasi pers. Sebab, dalam 10 tahun terakhir banyak perusahaan media di tanah air yang berdiri tanpa memiliki standar.

''Sejumlah media di daerah belum ratifikasi. Nanti kita umumkan dan kirim surat pada perusahaan pers untuk ratifikasi," ujar Margiono, ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, kemarin (9/2).

Menurut dia, media nanti diklasifikasi seperti hotel, mulai bintang satu hingga bintang lima. Nah, untuk meratifikasi tersebut, lanjut Margiono, diperlukan pengecekan standar perusahaan, regulasi perusahaan, jenjang karir, kesejahteraan, dan perlindungan hukum terhadap wartawan.

''Misalnya, gaji wartawan harus sesuai dengan UMR. Jika tidak ada hal tersebut, berarti tid…

Buku Kumpulan Cerpen Wartawan Olahraga

Buku Kumpulan Cerpen Wartawan Olahraga
Jumat, 29 Januari 2010

Jakarta (Warta Kota ) - Buku berjudul Kumpulan Cerpen Wartawan Olahraga berisi karya Aba Mardjani, AR Loebis, Djunaedi Tjunti Agus, Hendry Ch Bangun, Mahfudin Nigara, diluncurkan di VIP Barat Stadion Utama Senayan, Jakarta, Kamis (28/1).

Antologi ini berisi 30 buah cerita pendek, yang ditulis kelima cerpenis dalam kurun waktu tahun 1980 sampai 2009, di sela-sela kesibukan mereka meliput dan menulis laporan olahraga. Kelimanya pernah bertugas di kawasan Senayan sejak tahun 1980, ketika tempat itu masih berupa asrama atlet nasional dan gedung-gedung olahraga utama nasional. Buku ini sudah beredar luas di toko-toko buku di Jakarta dan berbagai wilayah lainnya minggu ini dan dijual dengan harga Rp 40.000.

Menurut insiator dan penyunting Hendry Ch Bangun, buku ini dapat terwujud dalam waktu sekitar dua bulan mulai dari proses pengumpulan naskah sampai dengan selesainya pencetakan dan distribusi ke toko buku. Karena sebagian besar su…

Sekolah Jurnalistik dan Kecerdasan Masyarakat

keterangan gambar : Ismail Djalili

Sekolah Jurnalistik dan Kecerdasan Masyarakat
Jumat, 29 Januari 2010

Oleh Drs H Ismail Djalili,
Wartawan Senior dan Pendiri Stisipol Candradimuka

Jakarta (Sriwijaya Post) - PEMERINTAH, masyarakat dan insan pers di era teknologi komunikasi dan informasi sudah patut berpikir cerdas dan tepat untuk berbuat positif dan konstruktuif, guna mendorong kehidupan pers Indonesia yang maju. Kewajiban mendidik dan mencerdaskan wartawan (jurnalis) Indonesia makin mendesak dalam rencang-rancang bangun pers Indonesia masa datang. Karena ironis jika salah satu tujuan pokok pers yakni mencerdaskan kehidupan masyarakat, tetapi wartawannya kurang cerdas atau kurang jujur. Karena itu perlu segera mencerdaskan dan mendorong keterampilan wartawan dalam menggeluti profesi mulianya tersebut.

Pulitzer, tokoh wartawan dunia (Amerika) berkata pendidikan kewartawanan bukan untuk secepat kilat melahirkan seorang menjadi wartawan. Tetapi bagaimana seorang siswa atau mahasiswa mengetahu…

Tajuk Koran Tempo Raih Adinegoro 2009

Tajuk Koran Tempo Raih Adinegoro 2009
Rabu, 03 Pebruari 2010

Jakarta (ANTARA News) - Tajuk berjudul "Berikanlah Keadilan bagi Prita" yang dipublikasikan Koran Tempo edisi 5 Desember meraih Anugerah Jurnalistik Pembangunan Adinegoro 2009 dengan nilai 85, dan berhak mendapatkan tropi, sertfikat, serta hadiah uang senilai Rp 50 juta.

Dewan juri yang terdiri atas Atmakusumah Astraatmadja dari Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), Artini Suparmo (wartawati, direktur tesis London School Public Relations/LSPR) dan Encub Soebekti (Persatuan Wartawan Indonesia/PWI) di Sekretariat PWI, Jakarta, Rabu, menilai bahwa tajuk tersebut sangat argumentatif, tegas, jelas, serta memotivasi publik untuk menegakkan keadilan.

Koran Tempo dalam tajuk tersebut menyoroti ketidakadilan yang menimpa seorang ibu rumah tangga bernama Prita Mulyasari yang sempat ditahan pihak berwajib lantaran menulis keluhannya melalui surat elektronik (email), yang kemudian beredar luas.

Prita dalam kasus itu dijerat pasal pencem…

Kisah M. Fitrah, di Balik Gempa Padang

Muhammad Fitrah, fotografer Harian Umum Singgalang, pada Selasa (2/2) karya fotonya terpilih oleh Dewan Juri Anugerah Foto Jurnalistik Adinegoro --terdiri atas Firman Ichsan, Enni Nuraheni dan Oscar Motuloh-- sebagai pemenang yang berhak mendapatkan tropi, sertifikat dan uang senilai Rp50.000.000.

M. Fitrah Raih Rp 50 Juta dari Foto Adinegoro 2009

M. Fitrah Raih Rp 50 Juta dari Foto Adinegoro 2009

Selasa, 02 Pebruari 2010

Jakarta (ANTARA News) - Muhammad Fitrah, fotografer Harian Umum Singgalang di Padang, menjadi juara anugerah foto jurnalistik Adinegoro 2009 bidang kemanusiaan yang berhadiah tropi, sertifikat dan uang senilai Rp 50 juta.

Tim juri foto Adinegoro 2009 dalam penilaian di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Jakarta, menilai bahwa karya foto M. Fitrah bernilai jurnalistik tinggi dan mampu memperlihatkan kepekaan memanfaatkan momentum di tengah suasana tragis gempa bumi di Padang pada awal Oktober 2009. Foto tersebut dipublikasikan Harian Umum SInggalang pada 2 Oktober 2009.

Para juri terdiri atas Firman Ichsan (fotografer independen, wakil rektor Institut Kesenian Jakarta/IKJ), Enni Nuraheni (fotografer kantor berita Reuters) dan Oscar Motuloh (kurator Galeri Jurnalistik ANTARA/GFJA) memberikan nilai tertinggi ke karya M. Fitrah di antara 420 foto terseleksi.

Juri lomba foto jurnalistik Adinegoro 2009…

Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) Dimulai di Palembang

Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) Dimulai di Palembang
Senin, 08 Pebruari 2010

Palembang (Sriwijaya Post) - Sebanyak 45 siswa Sekolah Jurnalistrik Indonesia (SJI) tingkat Dasar angkatan Pertama yang berlangsung di Palembang, Senin (8/2) dibuka dan diresmikan Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH di Balai Diklat Sumsel. Yang mengembirakan, ternyata Sumsel menjadi provinsi pertama yang menggelar SJI dan menjadi pionir di Indonesia yang dalam pelaksanaannya diawssi badan dunia PBB Unesco.

Peresmian SJI Palembang ini disaksikan Ketua Umum PWI Pusat Margiono dan Direktur SJI, Zulkarimen Nasution di Balai Diklat Sumsel. Dalam sambutannya, Alex Noerdin minta kepada PWI pusat agar SJI tingkat lanjutan secara nasional di pusatkan di Palembang sehingga wartawan yang terjun ke lapangan benar-benar memiliki komptensi dan integritas yang tinggi.

Mengenai soal biaya pendidikan, Alex bersedia membantu mencarikan sponsor pihak ketiga sehingga dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan PWI mampu melahirk…

Bisnis Kuat Tunjang Idealisme Pers

Bisnis Kuat Tunjang Idealisme Pers
Senin, 08 Pebruari 2010

Palembang (Sriwijaya Pos) - Idealisme pers tetap akan terbangun apabila ditunjang oleh bisnis yang kuat. Tanpa bisnis yang kuat, idealisme pers akan mengalami kesulitan ketika ditegakkan.

Hal itu diungkapkan sejumlah petinggi media massa pada acara Konvensi Media 2010 pada Hari Pers Nasional (HPN) ke-64 dalam sesi “Masa Depan Pers dan Pemberantasan Korupsi” di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Senin.

Misalnya yang disampaikan Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Agung Adiprasetyo. Menurut Agung, idealisme sebuah media massa terlihat dari pemberitaan yang diturunkan. “Namun tanpa ditunjang bisnis yang kuat, idealisme itu sulit sekali ditegakkan lantaran bersentuhan dengan persoalan lainnya,” katanya.

Selain Agung Adiprasetyo yang juga CEO Kompas Gramedia, hadir pula sebagai narasumber CEO Kelompok Prambos Radio Malik Sjafei, Presiden Direktur SCTV Fofo Suriaatmaja, Direktur Media Tack Andi Sjarief, dan LP3ES Fajar Nursahid. Sebanyak 800 o…

Presiden: Bangun Demokrasi

keterangan gambar : Ketua PWI Pusat Margiono (kiri) disaksikan Mekominfo Tifatul Sembiring (kanan) menyerahkan buku ensiklopedia (EPI) kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Hari Pers Nasional (HPN), di Palembang, Selasa (9/2). FOTO ANTARA/Nila Fu'adi/ed/hp/10


Selasa, 09 Pebruari 2010

Presiden: Bangun Demokrasi


Palembang (Kompas) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan pers untuk mendukung terbangunnya demokrasi yang berorientasi dari dan untuk rakyat. Pers diyakini sebagai salah satu elemen yang mempunyai kekuatan di negeri ini dan perlu menggunakan kekuatan itu secara konstruktif.

Pesan tersebut disampaikan Presiden Yudhoyono pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2010 di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (9/2).
Presiden menekankan bahwa demokrasi yang ingin dicapai di negeri ini mestilah demokrasi yang benar-benar bertumpu pada rakyat, bukan berpusat pada negara, dan bukan pula demokrasi yang berpusat pada media massa.

”Di banyak negara ada fenomena yang …