Langsung ke konten utama

Menjaga Eksisten Penerbitan Media Cetak


HADIAH ULANG TAHUN. Pemimpin Redaksi Majalah Pedoman Karya, Asnawin (kanan) memberikan hadiah ulang tahun berupa uang tunai sebesar Rp500.000, kepada Pemimpin Redaksi SKU Makassar Pena, Anwar Sanusi, pada acara ulang tahun ke-9 SKU Makassar Pena, di Pantai Tanjung Bayang, Makassar, Ahad, 23 Agustus 2015. (Foto: Ahmad Hidayat)





-----------

Menjaga Eksisten Penerbitan Media Cetak


* Catatan dari HUT ke-9 SKU Makassar Pena

Oleh: Asnawin
(Direktur Perpustakaan Pers PWI Sulsel)

Menerbitkan media cetak (koran, tabloid, majalah) bukanlah pekerjaan mudah, apalagi untuk menjaga eksistensinya. Banyak koran yang akhirnya tidak terbit lagi, bukan karena persaingan, melainkan karena pengelolanya tak mau melakukan penyesuaian dengan perubahan dan perkembangan.

Penyesuaian pertama yang harus dilakukan adalah dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, karena perkembangan teknologi dan informasi telah membentuk kebiasaan baru masyarakat dunia.

Siapa saja yang tidak segera menyesuaikan diri, ia akan tertinggal dan dilupakan. Hukum aksiomatik teknologi berkembang berdasarkan deret ukur, melampaui deret hitung. Jika tidak berani melakukan lompatan penyesuaian, kita akan tertinggal jauh.

Demikianlah sifat perubahan dan penetrasi teknologi informasi dan komunikasi terhadap pola dan gaya hidup dalam pergaulan masyarakat modern. Untuk mampu bertahan hidup di era teknologi informasi dan komunikasi dengan perubahan yang gencar dan dahsyat itu, dibutuhkan kemampuan penyesuaian diri.

Maka ketika harian Pedoman Rakyat (Makassar) akhirnya "mati suri" di usianya yang ke-60 tahun (terbit sejak 1 Maret 1947 dan kemudian tidak terbit lagi sejak September 2007), dapat diyakini bahwa itu bukan karena kalah bersaing, melainkan karena para pengelolanya (terutama pemilik) tidak mau melakukan perubahan dan penyesuaian, khususnya dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Charles Darwin dalam teori evolusinya mengatakan bahwa pada akhirnya, bukan yang kuat yang mampu bertahan hidup (survive), melainkan yang bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Teori evolusi yang telah berusia satu setengah abad itu tidak perlu lagi diragukan atau disangkal kebenarannya.

Penyesuaian berikutnya yang harus dilakukan untuk menjaga eksistensi penerbitan media massa adalah penyesuaian isi atau konten berita terhadap kebutuhan segmen pembaca.

Khusus untuk media cetak lokal (bukan media cetak yang beredar luas secara nasional), ada satu penyesuaian lagi yang harus dilakukan, yaitu menyesuaikan diri dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi di wilayah peredarannya.

Ketika menghadiri acara ulang tahun ke-9 SKU Makassar Pena, di Pantai Tanjung Bayang, Makassar, Ahad, 23 Agustus 2015, saya pun langsung menyampaikan ucapan selamat dan memberikan apresiasi kepada saudara Anwar Sanusi selaku pendiri dan pengelola.

Meskipun tidak terlalu dikenal luas oleh masyarakat, saya tetap salut kepada pendiri dan pengelola SKU Makassar Pena, karena kemampuan bertahan hidup selama sembilan tahun, merupakan sebuah prestasi tersendiri yang patut diberi apresiasi.

Selamat ulang tahun ke-9 SKU Makassar Pena, semoga dapat tetap eksis dan semakin berjaya, agar dapat memberikan kontribusi positif bagi pemerintah dan masyarakat di Sulawesi Selatan khususnya dan di seluruh Indonesia pada umumnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sulsel Miliki 76 Media Cetak, 28 Radio, dan 3 Televisi Lokal

BUKU ''Data Pers Nasional 2010'' memuat data media cetak dan media elektronik seluruh Indonesia. Di Sulsel, media cetak harian 8 (delapan), media cetak mingguan 33, dan media cetak bulanan 32. Media pers radio di Sulsel tercatat sebanyak 28, sedangkan stasiun televisi 3 (tiga), yakni Fajar TV, Makassar TV, dan Mitra TV. (int)

Makna Lambang PWI

LAMBANG PWI memiliki warna dasar hitam dan berbentuk segi lima, yang melambangkan rangka yang menjadi dasar landasan idiil, yakni Pancasila. Bentuk bagian luar berwarna biru, dengan rangkaian kapas dan padi melambangkan kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran yang diperjuangkan oleh organisasi (warna kuning mas). (int)

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan.


-----------------------------

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan, pemerintah dan masyarakat Sidrap dan Enrekang, serta membenahi sekretariat PWI Perwakilan Sidrap.

Tekad tersebut diungkapkan dalam beberapa kesempatan, antara lain pada Rapat Kerja PWI Sulsel di Makassar, Sabtu, 15 Januari 2011, serta sesaat setelah terpilih sebagai ketua pada Konferensi PWI Perwakilan Sidrap, di Hotel Grand Zidny Pangkajene Sidrap, S…