Langsung ke konten utama

Ketika Kita Harus Memilih

Ketika Kita Harus Memilih

Oleh Asnawin

Tuhan menciptakan segala sesuatunya di dunia ini berpasang-pasangan. Ada laki-laki, ada perempuan. Ada kehidupan, ada kematian. Ada amal, ada dosa. Dan seterusnya, dan seterusnya.

Dalam kehidupan beragama pun kita diberi pilihan-pilihan. Kita sebagai manusia ciptaan Tuhan dipersilakan memilih agama yang diyakini kebenarannya. Bahkan kita pun dipersilakan tidak beragama kalau tidak yakin dengan salah satu agama yang diturunkan melalui nabi dan rasul utusan Tuhan.

Dalam kehidupan bernegara kita juga harus memilih salah satu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Begitu pun dengan pemilihan gubernur, pemilihan walikota, dan pemilihan bupati. Kita harus memilih, termasuk memilih untuk tidak memilih (Golput).

Dalam skop yang lebih kecil, kita juga kadang-kadang terpaksa harus memilih calon ketua organisasi. Ketika berhimpun dalam sebuah organisasi, mau tidak mau kita berhadapan dengan pilihan-pilihan. Masalahnya kemudian, bagaimana menentukan pilihan ketika dua orang yang akan maju sebagai calon ketua organisasi adalah orang-orang yang kita sayangi, yang begitu dekat dengan kita.

Memilih si A yang sudah seperti saudara, berarti kita akan merasa tidak enak dengan si B yang sudah seperti orangtua. Begitu pun sebaliknya. Menghindar untuk tidak memilih juga sulit kita lakukan, karena pasti akan banyak sorotan dari teman-teman, terutama sorotan bahwa kita adalah orang yang tidak punya warna, tidak mampu mengambil keputusan tegas, banci, dan sebagainya.

Maka ketika kita harus memilih, kita memang hendaknya memilih. Jangan tidak memilih. Kita memilih boleh berdasarkan kepentingan, boleh berdasarkan pertimbangan logis, juga boleh berdasarkan hati nurani. Terserah. Akan lebih baik lagi kalau kepentingan dan pertimbangan logis itu bertemu dengan hati nurani.

Makassar, 30 Oktober 2010

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sulsel Miliki 76 Media Cetak, 28 Radio, dan 3 Televisi Lokal

BUKU ''Data Pers Nasional 2010'' memuat data media cetak dan media elektronik seluruh Indonesia. Di Sulsel, media cetak harian 8 (delapan), media cetak mingguan 33, dan media cetak bulanan 32. Media pers radio di Sulsel tercatat sebanyak 28, sedangkan stasiun televisi 3 (tiga), yakni Fajar TV, Makassar TV, dan Mitra TV. (int)

Makna Lambang PWI

LAMBANG PWI memiliki warna dasar hitam dan berbentuk segi lima, yang melambangkan rangka yang menjadi dasar landasan idiil, yakni Pancasila. Bentuk bagian luar berwarna biru, dengan rangkaian kapas dan padi melambangkan kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran yang diperjuangkan oleh organisasi (warna kuning mas). (int)

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan.


-----------------------------

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan, pemerintah dan masyarakat Sidrap dan Enrekang, serta membenahi sekretariat PWI Perwakilan Sidrap.

Tekad tersebut diungkapkan dalam beberapa kesempatan, antara lain pada Rapat Kerja PWI Sulsel di Makassar, Sabtu, 15 Januari 2011, serta sesaat setelah terpilih sebagai ketua pada Konferensi PWI Perwakilan Sidrap, di Hotel Grand Zidny Pangkajene Sidrap, S…