Langsung ke konten utama

Wartawan Senior Pedoman Rakyat Meninggal Dunia

Wartawan Senior Pedoman Rakyat Meninggal Dunia

Sesungguhnya kita berasal dari Allah dan sesungguhnya kita akan kembali kepada-Nya. Salah seorang mantan wartawan harian Pedoman Rakyat, Abdul Djabbar Pattisahusiwa atau lebih akrab dipanggil Abu Pattisahusiwa, meninggal dunia dalam usia 73 tahun di Makassar, Senin malam, 8 November 2010, dan dimakamkan keesokan harinya di pemakaman Islam Sudiang, Makassar.

Abu Pattisahusiwa yang lahir di Maluku, 15 Mei 1937, meninggalkan seorang isteri (Hj Halidjah Sanaki), lima anak, dan delapan cucu.

Salah seorang putrinya, Nur Fajriah, mengatakan ayahnya sudah lama terkena stroke dan praktis dalam dua bulan terakhir hanya terbaring di tempat tidur.

''Ayah kami sudah lama sakit, sejak terjatuh kedua kalinya, ayah hanya bisa terbaring di tempat tidur,'' ungkapnya kepada penulis.

Sejumlah mantan wartawan dan karyawan harian Pedoman Rakyat turut melayat di rumah duka, sehingga terjadi reuni kecil-kecilan.

Dengan meninggalnya Abu Pattisahusiwa maka kini tinggal beberapa orang wartawan senior harian Pedoman Rakyat (harian Pedoman Rakyat terbit sejak 1 Maret 1947 dan terbit terakhir pada 2 Oktober 2007) yang masih hidup. Wartawan senior harian ini yang telah meninggal dunia, antara lain LE Manuhua (25 November 2010), Buce Rompas (4 November 2009), dan Petrus Beda (2010).

Wartawan dan karyawan harian Pedoman Rakyat yang meninggal dunia dalam empat tahun terakhir, yaitu Hasanuddin alias Hanter (wartawan), Usman Sanaki (karyawan), Arthur Kuse (wartawan), Abdul Latif (karyawan), Indarto (wartawan / 10 Mei 2009), L.F. Sahertian (karyawan / 25 Juli 2009), dan J B Pinontoan (mantan Direktur Utama PT Media Pedoman Jaya / 19 April 2010).

Abu Pattisahusiwa bergabung di Pedoman Rakyat sejak tahun 50-an. Wartawan senior Pedoman Rakyat (PR), Verdy R Baso, mengatakan, almarhum Abu Pattisahusiwa jauh lebih dahulu bergabung di harian 'PR' dibandingkan dirinya.

''Saya bergabung di PR pada tahun 1969. Sebelum bergabung di PR, saya adalah wartawan harian Tegas. Pak Abu sudah lama di PR, mungkin beliau hampir seangkatan dengan Pak Manuhua,'' kata Verdy.

Trio

Verdy mengatakan, selama puluhan tahun bersama-sama di PR, tak pernah sekalipun Pak Abu bermasalah, karena orangnya tidak banyak bicara dan juga tidak pernah macam-macam.

''Beliau itu pekerja dan tenang sekali, jarang bicara. Orangnya baik sekali. Beliau cukup lama menjadi wartawan ekonomi. Jabatan terakhirnya di PR adalah Redaktur Pelaksana. Saya bersama beliau dan Pak Yasmin Tendan bergantian membuat tajuk rencana,'' paparnya.

Ketika masih aktif meliput di lapangan, Abu Pattisahusiwa selalu jalan bersama dengan dua sahabatnya, yakni Piet Langarin (Tabloid Gema) dan Tawakkal Tallu (RRI Makassar). Kedua rekannya itu juga sudah meninggal dunia.

''Mereka bertiga dikenal sebagai trio, karena selalu pergi meliput bersama-sama,'' ungkapnya.

Informasi tersebut dibenarkan oleh H Murtadji, Kepala Sekretariat PWI Cabang Sulsel.

''Mereka benar-benar trio dan sahabat kental,'' katanya. (asnawin)


[Blog http://pedomanrakyat.blogspot.com/ berisi berita, artikel, feature, dan beragam informasi. Terima kasih atas kunjungan dan komentar anda.]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sulsel Miliki 76 Media Cetak, 28 Radio, dan 3 Televisi Lokal

BUKU ''Data Pers Nasional 2010'' memuat data media cetak dan media elektronik seluruh Indonesia. Di Sulsel, media cetak harian 8 (delapan), media cetak mingguan 33, dan media cetak bulanan 32. Media pers radio di Sulsel tercatat sebanyak 28, sedangkan stasiun televisi 3 (tiga), yakni Fajar TV, Makassar TV, dan Mitra TV. (int)

Makna Lambang PWI

LAMBANG PWI memiliki warna dasar hitam dan berbentuk segi lima, yang melambangkan rangka yang menjadi dasar landasan idiil, yakni Pancasila. Bentuk bagian luar berwarna biru, dengan rangkaian kapas dan padi melambangkan kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran yang diperjuangkan oleh organisasi (warna kuning mas). (int)

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan.


-----------------------------

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan, pemerintah dan masyarakat Sidrap dan Enrekang, serta membenahi sekretariat PWI Perwakilan Sidrap.

Tekad tersebut diungkapkan dalam beberapa kesempatan, antara lain pada Rapat Kerja PWI Sulsel di Makassar, Sabtu, 15 Januari 2011, serta sesaat setelah terpilih sebagai ketua pada Konferensi PWI Perwakilan Sidrap, di Hotel Grand Zidny Pangkajene Sidrap, S…