Langsung ke konten utama

PWI Sulsel Gelar Diklat, 22 Wartawan Tidak Lulus



Keterangan gambar: Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh (kedua dari kanan), didampingi Ketua Panitia, Asnawin (paling kanan), Wakil Ketua PWI Bidang Pendidikan Hasan Kuba (kedua dari kiri), dan pengurus harian Mustakim Tinulu, pada acara pembukaan pembukaan Diklat Kewartawanan Tingkat Lanjutan, di Ruang Diklat Gedung PWI Sulsel, Kamis, 1 Juli 2010. (foto: Andi Mahmud Pallawa)

PWI Sulsel Gelar Diklat, 22 Wartawan Tidak Lulus

Oleh: Asnawin
(Ketua Seksi Pendidikan PWI Sulsel)

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sulawesi Selatan melaksanakan Pelatihan Kewartawanan Tingkat Lanjutan, di Gedung PWI Sulsel Jl. A. P. Pettarani No. 31, Makassar, 1-3 Juli 2010. Sebulan sebelumnya di tempat yang sama, PWI Sulsel juga melaksanakan Pelatihan Kewartawanan Tingkat Dasar.

Pelatihan Kewartawanan Tingkat Dasar diikuti 75 peserta dan 18 di antaranya tidak lulus dalam ujian yang dilaksanakan pada hari terakhir pelatihan, sedangkan pada pelatihan tingkat lanjutan tercatat empat peserta tidak lulus. Total peserta Diklat yang tidak lulus sebanyak 22 orang.

Sebagai ketua panitia pada kedua pelatihan tersebut, saya tentu merasa ada sedikit kekecewaan atas hasil tersebut, karena kami para panitia telah berupaya memberikan motivasi, melakukan latihan dan simulasi, tetapi tetap saja banyak peserta yang tidak lulus ujian.

Nilai yang diperoleh peserta yang lulus pun tidak terlalu menggembirakan. Mereka sangat lemah dalam teori dan praktek. Umumnya rekan-rekan wartawan yang ikut diklat kali ini, mengaku jarang membaca buku-buku jurnalistik dan tidak menguasai Undang-undang Pers (UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers) maupun Kode Etik Jurnalistik.

Ketika saya menunjukkan sebuah buku jurnalistik yang sampulnya berwarna merah berjudul ''Jurnalistik, Teori dan Praktek'', tak ada satu pun di antara peserta yang memilikinya.

Saya lalu mengatakan, wartawan sebaiknya jangan hanya asyik meliput berita-berita di lapangan, tetapi sebaiknya juga banyak membaca buku, sehingga ada keseimbangan antara teori dan praktek.

Selain itu, saya juga meminta mereka mengikuti berbagai perkembangan dalam dunia informasi dan komunikasi, terutama melalui internet, karena siapa pun juga pasti akan tertinggal bahkan terlindas kalau tidak mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dalam dunia informasi dan komunikasi.

Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh juga mengingatkan para peserta bahwa perkebangan dunia informasi dan komunikasi sangat pesat, sehingga kita perlu menyesuaikan diri agar tidak tidak ketinggalan dan agar tidak tertindas.

Yang menggembirakan bagi saya selaku Ketua Seksi Pendidikan PWI Sulsel, bahwa para peserta semuanya mengaku termotivasi belajar setelah mengikuti diklat, serta berjanji akan menjadi wartawan profesional.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sulsel Miliki 76 Media Cetak, 28 Radio, dan 3 Televisi Lokal

BUKU ''Data Pers Nasional 2010'' memuat data media cetak dan media elektronik seluruh Indonesia. Di Sulsel, media cetak harian 8 (delapan), media cetak mingguan 33, dan media cetak bulanan 32. Media pers radio di Sulsel tercatat sebanyak 28, sedangkan stasiun televisi 3 (tiga), yakni Fajar TV, Makassar TV, dan Mitra TV. (int)

Makna Lambang PWI

LAMBANG PWI memiliki warna dasar hitam dan berbentuk segi lima, yang melambangkan rangka yang menjadi dasar landasan idiil, yakni Pancasila. Bentuk bagian luar berwarna biru, dengan rangkaian kapas dan padi melambangkan kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran yang diperjuangkan oleh organisasi (warna kuning mas). (int)

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan.


-----------------------------

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan, pemerintah dan masyarakat Sidrap dan Enrekang, serta membenahi sekretariat PWI Perwakilan Sidrap.

Tekad tersebut diungkapkan dalam beberapa kesempatan, antara lain pada Rapat Kerja PWI Sulsel di Makassar, Sabtu, 15 Januari 2011, serta sesaat setelah terpilih sebagai ketua pada Konferensi PWI Perwakilan Sidrap, di Hotel Grand Zidny Pangkajene Sidrap, S…