Langsung ke konten utama

''Soeara Indonesia'' Surat Kabar Pertama di Makassar

SEJARAH JURNALISTIK. Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sulsel, Drs Asnawin membawakan materi Sejarah dan Kode Etik Jurnalistik pada Sekolah Dasar Jurnalistik, di Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sabtu, 5 Januari 2011. Sekolah Dasar Jurnalistik yang diadakan Majalah Sinovia Fakultas Kedokteran Unhas itu diikuti puluhan peserta. (Foto: Panpel)



---------




''Soeara Indonesia'' Surat Kabar Pertama di Makassar




Makassar, 8 Maret 2011.
Surat kabar pertama yang terbit di Makassar adalah ''Soeara Indonesia'' yang diterbitkan oleh Manai Sophiaan, pada tahun 1945, tetapi surat kabar ini tidak panjang usianya, karena tidak disenangi oleh penjajah Belanda dan Manai Sophiaan selalu dikejar-kejar sehingga ia melarikan diri ke Jawa.

Selanjutnya pada 1947, terbit dua surat kabar baru di Makassar, yakni ''Pedoman'' yang kemudian berubah nama menjadi ''Pedoman Rakyat'', serta surat kabar ''Proletar.''

''Surat kabar Pedoman diterbitkan oleh Soegardo dan Henk Rondonuwu, kemudian dilanjutkan oleh LE Manuhua,'' tutur pengurus PWI Sulsel, Asnawin Aminuddin, saat tampil membawakan materi ''Sejarah dan Kode Etik Jurnalistik'' yang diadakan oleh Majalah ''Sinovia'' Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, di Makassar, Sabtu, 5 Maret 2011.

Surat kabar pertama yang terbit d Indonesia, lanjutnya, yaitu ''Bataviasche Nouvelles en Politique Raisonementen'' yang berbahasa Belanda dan diterbitkan oleh penjajah Belanda pada 1744, tetapi surat kabar ini hanya berusia dua tahun.

''Puluhan tahun kemudian barulah penjajah Belanda menerbitkan surat kabar yang diberi nama Mataviasch e Courant. Surat kabar ini diterbitkan pada 1817 dan juga masih memakai bahasa Belanda,'' ungkap Asnawin.

Pelatih nasional wartawan PWI ini selanjutnya mengemukakan bahwa surat kabar pertama yang diterbitkan oleh orang Indonesia, yaitu ''Bromartani'' yang terbit di Surabaya pada 1855, dengan memakai pengantar bahasa Jawa.

Berikutnya terbit ''Soerat Kabar Bahasa Melajoe'' di Surabaya pada 1856, ''Soerat Kabar Betawie'' di Batavia (sekarang Jakarta) pada 1858, ''Selompret Melajoe'' di Semarang pada 1860, ''Bintang Timur'' di Surabaya pada 1862, ''Djoeroe Martani'' di Surabaya pada 1864, dan ''Biang Lala'' di Jakarta pada 1867.

''Surat kabar pertama yang terbit di dunia yaitu King Pao yang terbit di China pada tahun 911, tetapi informasi ini diragukan banyak pihak. Surat kabar pertama di Eropa yaitu True en Countre di Eropa yang terbit pada tahun 1500-an,'' ujar Asnawin.

Selanjutnya terbit surat kabar di Venesia pada 1536, ''Courante Braden'' di Belgia (1605), ''Avisa Relation Order Zaitung'' di Jerman (1609), ''Tidinghen uit Verscheyde Quartieren'' di Belanda (1618), dan ''Gazette de France'' di Perancis (1631). (tom)


Komentar

Yuu Cassiopeia mengatakan…
bisakah anda memberi tahu saya dari mana sumber berita ini? karena saya ingin membuat resume mengenai surat kabar pertama di makassar. terima kasih
Yuu Cassiopeia mengatakan…
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Postingan populer dari blog ini

Sulsel Miliki 76 Media Cetak, 28 Radio, dan 3 Televisi Lokal

BUKU ''Data Pers Nasional 2010'' memuat data media cetak dan media elektronik seluruh Indonesia. Di Sulsel, media cetak harian 8 (delapan), media cetak mingguan 33, dan media cetak bulanan 32. Media pers radio di Sulsel tercatat sebanyak 28, sedangkan stasiun televisi 3 (tiga), yakni Fajar TV, Makassar TV, dan Mitra TV. (int)

Makna Lambang PWI

LAMBANG PWI memiliki warna dasar hitam dan berbentuk segi lima, yang melambangkan rangka yang menjadi dasar landasan idiil, yakni Pancasila. Bentuk bagian luar berwarna biru, dengan rangkaian kapas dan padi melambangkan kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran yang diperjuangkan oleh organisasi (warna kuning mas). (int)

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan.


-----------------------------

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan, pemerintah dan masyarakat Sidrap dan Enrekang, serta membenahi sekretariat PWI Perwakilan Sidrap.

Tekad tersebut diungkapkan dalam beberapa kesempatan, antara lain pada Rapat Kerja PWI Sulsel di Makassar, Sabtu, 15 Januari 2011, serta sesaat setelah terpilih sebagai ketua pada Konferensi PWI Perwakilan Sidrap, di Hotel Grand Zidny Pangkajene Sidrap, S…