Langsung ke konten utama

Uji Kompetensi Wartawan di Makassar, 7 Tidak Kompeten


UJI KOMPETENSI WARTAWAN. Ketua Dewan Pers, Prof Bagir Manan (kedua dari kanan) didampingi Wakil Ketua PWI Pusat Atal S Depari (kedua dari kiri), Ketua PWI DKI Jaya Kamsul Hasan (paling kiri), dan Ketua PWI Sulsel H Zulkifli Gani Ottoh, memberi pengarahan pada ujian kompetensi wartawan di kampus Universitas Fajar (Unifa), Makassar, Senin, 28 November 2011. (Foto: Idham Ama/Fajar)



Uji Kompetensi Wartawan di Makassar, 7 Tidak Kompeten

Oleh: Asnawin

Sebanyak 44 wartawan media cetak dan elektronik mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan Dewan Pers bekerjasama PWI Pusat, di kampus Universitas Fajar (Unifa), Makassar, 28-29 November 2011. UKW dibuka langsung Ketua Dewan Pers Prof Dr H Bagis Manan.

UKW dibagi tiga tingkatan, yakni UKW Utama (diikuti 17 peserta), UKW Madya (diikuti 16 peserta), dan UKW Muda (diikuti 6 peserta). Total peserta 44 orang. Setelah dilakukan ujian selama dua hari berturut-turut, tujuh peserta dinyatakan tidak kompeten, terdiri atas dua wartawan madya, dan lima wartawan muda.

Peserta terbaik UKW Utama atas nama Zulkifli Gani Ottoh (Harian Fajar), peserta terbaik UKW Madya atas nama Asnawin (Tabloid Demos), dan peserta terbaik UKW Muda atas nama Hasdar Sikki (Tabloid Lintas).

Mereka bertiga sekaligus ditunjuk secara simbolis menerima Piagam Penghargaan mewakili tingkatannya masing-masing.

Atal S Depari yang mewakili Ketua PWI Pusat pada acara penutupan mengatakan, setelah mengikuti UKW, para peserta harus menampilkan sikap dan perilaku yang kompeten.

"Anda harus memertahankan sertifikat UKW yang Anda pegang," katanya.

Ketua PWI DKI Jakarta Kamsul Hasan yang hadir sebagai tim penguji kepada penulis mengatakan, sudah 10 PWI cabang yang melaksanakan UKW. Khusus PWI Cabang DKI Jakarta, UKW telah dilaksanakan dua tingkatan.

"Banyak juga wartawan yang tidak kompeten. Dalam UKW, tidak ada istilah tidak lulus, tetapi kita memaai istilah Tidak Kompeten," jelasnya.


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://pwi-sulsel.blogspot.com]

Komentar

Tabloid Deteksi mengatakan…
tabe Kanda, kapan lagi UKW diadakan, mohon info ta

Postingan populer dari blog ini

Sulsel Miliki 76 Media Cetak, 28 Radio, dan 3 Televisi Lokal

BUKU ''Data Pers Nasional 2010'' memuat data media cetak dan media elektronik seluruh Indonesia. Di Sulsel, media cetak harian 8 (delapan), media cetak mingguan 33, dan media cetak bulanan 32. Media pers radio di Sulsel tercatat sebanyak 28, sedangkan stasiun televisi 3 (tiga), yakni Fajar TV, Makassar TV, dan Mitra TV. (int)

Makna Lambang PWI

LAMBANG PWI memiliki warna dasar hitam dan berbentuk segi lima, yang melambangkan rangka yang menjadi dasar landasan idiil, yakni Pancasila. Bentuk bagian luar berwarna biru, dengan rangkaian kapas dan padi melambangkan kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran yang diperjuangkan oleh organisasi (warna kuning mas). (int)

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan.


-----------------------------

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan, pemerintah dan masyarakat Sidrap dan Enrekang, serta membenahi sekretariat PWI Perwakilan Sidrap.

Tekad tersebut diungkapkan dalam beberapa kesempatan, antara lain pada Rapat Kerja PWI Sulsel di Makassar, Sabtu, 15 Januari 2011, serta sesaat setelah terpilih sebagai ketua pada Konferensi PWI Perwakilan Sidrap, di Hotel Grand Zidny Pangkajene Sidrap, S…