Langsung ke konten utama

Uji Kompetensi Lahirkan Wartawan Profesional


DISAMBUT. Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh bersama rombongan saat diterima di area tempat pelantikan pengurus PWI Perwakilan Maros, di Aula Taman Wisata Bantimurung Bulusaraung (Babul), Rabu, 9 November 2011. (Foto: Arini/Fajar)

------------------
 

Pelantikan Pengurus PWI Perwakilan Maros:
Uji Kompetensi Lahirkan Wartawan Profesional
Kamis, 10 November 2011
http://www.fajar.co.id/read-20111109173834-uji-kompetensi-lahirkan-wartawan-profesional

MAROS, FAJAR -- Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Maros yang terbentuk melalui konferensi beberapa waktu lalu dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua PWI Sulsel,  Zulkifli Gani Ottoh. Pelantikan berlangsung di Aula Taman Wisata Bantimurung Bulusaraung (Babul), Rabu, 9 November.

Dalam sambutannya Zulkifli berharap agar pengurus PWI Cabang Maros yang baru bisa segera melakukan program kewartawanan untuk mendukung pembangunan daerah. Karena, saat ini keberadaan wartawan tidak bisa dipisahkan

dengan kehidupan demokrasi dan globalisasi.

Namun, kata dia, dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya, terkadang masih ditemukan wartawan yang belum mengerti fungsi sebagai penyampai informasi kepada masyarakat.

"Selama ini tidak sedikit kita temui wartawan-wartawan yang membuat pusing para pejabat. Baik pejabat di tingkat pusat maupun di tingkat daerah dengan berbagai ulah mereka yang tidak mencerminkan perilaku wartawan yang memahami kode etik dan UU Pers," katanya.

Perilaku seperti itu, lanjut Zulkifli, bisa mencoreng citra wartawan lainnya. Oleh karena itu, kata dia, PWI mempercayakan Dewan Pers (DP) untuk menguji standar kewartawanan.

Hal ini dilakukan, kata dia, karena begitu banyak wartawan di Indonesia yang sering menyusahkan pemerintah.

"Dewan Pers nantinya akan melakukan sertifikasi terhadap wartawan maupun medianya. Baik media cetak, elektronik dan online. Sertifikasi ini bertujuan agar tidak lagi bermunculan wartawan yang tidak profesional dan tidak jelas medianya," ungkapnya.

Setelah adanya sertifikasi yang dilakukan dewan pers, kata dia, baik pejabat di tingkat pusat maupun daerah tak perlu khawatir lagi. Karena nantinya wartawan yang dihadapi adalah mereka yang betul-betul profesional. Tidak lagi menyusahkan para pejabat.

"Jadi lewat sertifikasi ini kita lihat mana wartawan yang betul-betul profesional, memiliki pengetahuan jurnalistik dan memahami kode etik jurnalistik. Mereka itulah yang nantinya  mampu bertahan. Sementara yang tidak memiliki itu pastinya akan gugur dengan sendirinya," jelas Zulkifli.

Dia juga mengatakan, setelah dilakukannya uji kompetensi oleh dewan pers, wartawan yang hendak bertemu pejabat, sebaiknya terlebih dahulu dimintai kartu identitas atau id card. "Jadi nanti pejabat bisa menolak wartawan yang hendak bertemu jika di kartu identitasnya tidak terdapat logo lolos uji kompetensi dari dewan pers. Makanya sebaiknya yang terlebih dahulu dilakukan adalah meminta kartu identitas dan melihat ada tidaknya logo dewan pers," jelasnya.

Tidak hanya itu, kata dia, jika ada wartawan atau keluarga wartawan yang terus mendesak untuk berlangganan koran misalnya. Pejabat juga dapat menolak jika di bagian depan koran yang ditawarkan tidak terdapat logo lolos sertifikasi dari dewan pers.

Bupati Maros, HM Hatta Rahman berharap PWI dapat menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah. Hatta mengatakan tak bisa dipungkiri Pemda membutuhkan wartawan.

"Peran wartawan dalam mewujudkan pemerintahan yang Baik tentunya tak lepas dari publikasi media. Jadi tak bisa dipungkiri kita juga membutuhkan bantuan dari wartawan. Sehingga kita berharap bisa terjalin kerja sama yang baik," kata dia.

Dia mencontohkan salah satu bantuan yang bisa dilakukan wartawan adalah dengan mempromosikan potensi alam yang ada di Maros sehingga bisa dikenal di dunia. "Ini membuktikan pengaruh media sangat besar. Karena lewat publikasi media orang bisa mengenal potensi yang ada di Maros," katanya.

Pengurus yang dilantik yakni Ketua PWI Maros Irianto Amama, Sekretaris PWI Maros, Suardi, dan Bendahara PWI Abd Rahman P. (rin/har)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog: http://pwi-sulsel.blogspot.com]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sulsel Miliki 76 Media Cetak, 28 Radio, dan 3 Televisi Lokal

BUKU ''Data Pers Nasional 2010'' memuat data media cetak dan media elektronik seluruh Indonesia. Di Sulsel, media cetak harian 8 (delapan), media cetak mingguan 33, dan media cetak bulanan 32. Media pers radio di Sulsel tercatat sebanyak 28, sedangkan stasiun televisi 3 (tiga), yakni Fajar TV, Makassar TV, dan Mitra TV. (int)

Makna Lambang PWI

LAMBANG PWI memiliki warna dasar hitam dan berbentuk segi lima, yang melambangkan rangka yang menjadi dasar landasan idiil, yakni Pancasila. Bentuk bagian luar berwarna biru, dengan rangkaian kapas dan padi melambangkan kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran yang diperjuangkan oleh organisasi (warna kuning mas). (int)

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan.


-----------------------------

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan, pemerintah dan masyarakat Sidrap dan Enrekang, serta membenahi sekretariat PWI Perwakilan Sidrap.

Tekad tersebut diungkapkan dalam beberapa kesempatan, antara lain pada Rapat Kerja PWI Sulsel di Makassar, Sabtu, 15 Januari 2011, serta sesaat setelah terpilih sebagai ketua pada Konferensi PWI Perwakilan Sidrap, di Hotel Grand Zidny Pangkajene Sidrap, S…