Langsung ke konten utama

Sajikan Foto yang "Bisa Berbicara"



FOTO JURNALISTIK. Pelatih Nasional Wartawan PWI, Asnawin (kanan), mendapat sertifikat dari panitia Pendidikan dan Pelatihan Jurnalistik Angkatan II Universitas Bosowa 45 Makassar, setelah membawakan materi "Foto Jurnalistik", di Auditorium Aksa Mahmud, Lantai 9, Kampus II, Universitas Bosowa 45, Makassar, Selasa, 2 Desember 2014. (ist)







---------------------


Sajikan Foto yang "Bisa Berbicara"




Wartawan foto merupakan profesi yang sangat mulia, karena wartawan foto melalui kamera atau tustelnya, secara tidak langsung mewakili jutaan pasang mata dan mewakili jutaan orang, yang tidak berkesempatan menyaksikan secara langsung peristiwa, keindahan alam, dan berbagai momentum lainnya.

Dengan mengandalkan pengetahuan, pengalaman, ketajaman perasaan, dan peralatan kamera atau tustel yang dimiliki, seorang wartawan foto dituntut menyajikan foto yang bisa berbicara dan mengandung sejuta kata, tanpa melihat perbedaan bahasa, etnis, budaya, atau bangsa.

Itulah antara lain pernyataan Pelatih Nasional Wartawan PWI, Asnawin Aminuddin, saat membawakan materi "Foto Jurnalistik", pada Pendidikan dan Pelatihan Jurnalistik Angkatan II Universitas Bosowa 45 Makassar, di Auditorium Aksa Mahmud, Lantai 9, Kampus II, Universitas Bosowa 45, Makassar, Selasa, 2 Desember 2014.

"Wartawan foto dituntut mampu menyajikan foto yang bisa berbicara dan mengandung sejuta kata, sehingga siapa pun yang melihat foto tersebut dapat dengan mudah memahami dan dapat menikmatinya," ujarnya.

Foto jurnalistik yang baik, kata Asnawin, adalah foto yang tinggi nilai beritanya, serta mewakili sebuah peristiwa, sehingga tanpa berita tulis pun, foto tersebut sudah bisa ”berbicara sendiri."

"Kualitas foto tidak terlalu penting dalam foto jurnalistik, karena yang paling penting adalah informasi yang ingin disampaikan. Media cetak kadang-kadang memuat foto yang kurang bagus kualitasnya, bahkan bisa jadi fotonya agak kabur, karena peristiwanya memang perlu diketahui masyarakat luas, misalnya foto kebakaran, dan foto aksi unjukrasa," tuturnya.

Dengan demikian, kata Pemimpin Redaksi Majalah Almamater, wartawan foto tidak perlu minder kalau terpaksa hanya menggunakan kamera kecil dan murah.

"Foto-foto jurnalistik yang bagus itu tidak harus lahir dari kamera besar dan mahal. Kamera kecil dan murah pun bisa melahirkan foto-foto jurnalistik yang bagus, karena semua itu tergantung kepada wartawannya dan peristiwanya," kata Asnawin. (ade)

--------------------

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sulsel Miliki 76 Media Cetak, 28 Radio, dan 3 Televisi Lokal

BUKU ''Data Pers Nasional 2010'' memuat data media cetak dan media elektronik seluruh Indonesia. Di Sulsel, media cetak harian 8 (delapan), media cetak mingguan 33, dan media cetak bulanan 32. Media pers radio di Sulsel tercatat sebanyak 28, sedangkan stasiun televisi 3 (tiga), yakni Fajar TV, Makassar TV, dan Mitra TV. (int)

Makna Lambang PWI

LAMBANG PWI memiliki warna dasar hitam dan berbentuk segi lima, yang melambangkan rangka yang menjadi dasar landasan idiil, yakni Pancasila. Bentuk bagian luar berwarna biru, dengan rangkaian kapas dan padi melambangkan kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran yang diperjuangkan oleh organisasi (warna kuning mas). (int)

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan.


-----------------------------

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan, pemerintah dan masyarakat Sidrap dan Enrekang, serta membenahi sekretariat PWI Perwakilan Sidrap.

Tekad tersebut diungkapkan dalam beberapa kesempatan, antara lain pada Rapat Kerja PWI Sulsel di Makassar, Sabtu, 15 Januari 2011, serta sesaat setelah terpilih sebagai ketua pada Konferensi PWI Perwakilan Sidrap, di Hotel Grand Zidny Pangkajene Sidrap, S…