DIUNDUR. Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh menyampaikan pengunduran jadwal Porwanas dan Kongres PWI di Banjarmasin, dari rencana awal 4-10 September 2013, menjadi 14-20 September 2013. Hal tersebut disampaikan pada acara buka puasa bersama, di Gedung PWI Sulsel, Sabtu, 3 Agustus 2013. (Foto: Asnawin)
----------------------
Porwanas dan Kongres PWI Diundur
Pelaksanaan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) ke-11 dan Kongres PWI, di Banjarmasin, Kalimantan Tengah, yang semula direncanakan dilaksanakan pada 4 s/d 10 September 2013, diundur menjadi 14 s/d 20 September 2013.
"Sudah ada penyampaian dari PWI Pusat bahwa pelaksanaan Porwanas dan Kongres PWI diundur," kata Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh, pada acara buka puasa bersama, di Gedung PWI Sulsel, Sabtu, 3 Agustus 2013.
Sehubungan dengan pengunduran jadwal tersebut, Zugito-sapaan akrab Zulkifli Gani Ottoh-menyampaikan permohonan maaf, karena dirinya tidak bisa mendampingi para atlet dan utusan PWI Sulsel.
"Saya minta maaf tidak bisa ikut mendampingi teman-teman, karena pada waktu bersamaan, tepatnya pada 18 September 2013, dilaksanakan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar periode 2014-2019, dan saya salah satu kandidat Wakil Walikota berpasangan dengan ibu Apiaty Amin Syam," ungkapnya.
Sebagai Ketua PWI Sulsel, Zugito berharap para atlet Porwanas PWI Sulsel tetap mempersiapkan diri seoptimal-mungkin, agar target memertahankan gelar Juara Umum Porwanas dapat tercapai.
"PWI Sulsel sudah tiga kali membawa pulang Piala Presiden sebagai Juara Umum Porwanas. Piala Presiden itu ada di Kantor Gubernur Sulsel. Mudah-mudahan tahun ini kita bisa memertahakannya," tandasnya.
Tentang pelaksanaan Kongres PWI, Zugito mengatakan, pengurus pleno PWI Sulsel akan mengadakan rapat untuk mempersiapkan bahan-bahan yang akan dibawa ke Kongres, termasuk memutuskan calon Ketua Umum PWI Pusat yang akan diusung oleh PWI Sulsel.
Acara buka puasa bersama dihadiri ratusan wartawan dan undangan, termasuk sejumlah wartawan senior, antara lain Fahmy Myala (mantan wartawan harian Kompas), Ramiz Parenrengi, Ronald Ngantung, Nur Syamsu Sultan (mantan Kepala Stasiun TVRI Sulsel), dan Syarif May (mantan wartawan LKBN Antara).(asnawin)
-------------------
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog PWI Sulawesi Selatan : http://pwi-sulsel.blogspot.com]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar