Sabtu, 03 Agustus 2013

Wartawan Tidak Bisa Mengeksekusi


BUKA PUASA. Ketua PWI Sulsel H Zulkifli Gani Ottoh SH (tengah) foto bersama Asnawin (kedua dari kiri), AB Iwan Azis (paling kiri), dan Syarif May, pada acara buka puasa bersama yang diadakan secara pribadi oleh H Zulkifli Gani Ottoh, di Gedung PWI Sulsel, Sabtu, 3 Agustus 2013. (dok pribadi)



---------------------------------

Wartawan Tidak Bisa Mengeksekusi


Wartawan memiliki kebebasan untuk melakukan kontrol sosial, mengungkapkan berbagai hal yang menyangkut kepentingan umum, mengungkap kasus-kasus korupsi, memberikan masukan kepada pemerintah, dan mengusulkan apa saja yang berguna bagi pemerintahan dan untuk masyarakat.

Tetapi kebebasan tersebut hanya terbatas pada penyampaian informasi, kritik, dan saran melalui pemberitaan di media massa. Wartawan sama sekali tidak bisa melakukan eksekusi.

"Bagaimana pun hebatnya wartawan, dia tidak bisa mengeksekusi atau mengambil kebijakan untuk menyelesaikan sebuah masalah. Tugas mengeksekusi itu ada pada pemerintah. Oleh karena itulah dan atas permintaan berbagai pihak, saya maju sebagai calon Wakil Walikota Makassar mendampingi Ibu Apiaty Amin Syam," ungkap Zulkifli Gani Ottoh.

Hal tersebut diungkapkan Zugito-sapaan akrab Zulkifli Gani Ottoh-pada acara buka puasa bersama di Gedung PWI Sulsel, Jl AP Pettarani 31, Makassar, Sabtu, 3 Agustus 2013.

Acara dihadiri ratusan wartawan dan undangan, termasuk sejumlah wartawan senior, antara lain Fahmy Myala (mantan wartawan harian Kompas), Ramiz Parenrengi, Ronald Ngantung, Nur Syamsu Sultan (mantan Kepala Stasiun TVRI Sulsel), dan Syarif May (mantan wartawan LKBN Antara).

Secara terbuka, Zugito meminta doa, restu, dan dukungan dari masyarakat, khususnya wartawan, dalam upayanya maju sebagai calon Wakil Walikota Makassar periode 2014-2019, berpasangan dengan Apiaty Amin Syam.

"Selama ini belum ada wartawan yang maju dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar. Sekarang saya maju dan satu-satunya wartawan yang bersaing dalam Pemilukada Makassar. Saya kira inilah kesempatan bagi wartawan untuk memiliki Wakil Walikota dari kalangan wartawan," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Zugito juga meluruskan berbagai informasi miring yang beredar di tengah masyarakat tentang Apiaty Amin Syam, terutama saat suaminya (HM Amin Syam) masih menjabat Gubernur Sulsel.

"Ibu Apiaty dulu pernah disebut sebagai Kosong-kosong dan diisukan lebih berkuasa dibandingkan Bapak Amin Syam selaku Kosong Satu (Gubernur Sulsel). Sebenarnya istilah dan isu itu disebar oleh pihak-pihak tertentu yang merasa terganggu kepentingannya, terutama soal proyek-proyek strategis di Sulsel. Ibu Apiaty memang selalu mendampingi dan mengingatkan Bapak Amin Syam, karena tidak ingin suaminya dimanfaatkan atau terjerumus ke dalam masalah hukum. Ibu Apiaty ingin agar prosedur tender dan pelaksanaan pekerjaan proyek itu berjalan sebagaimana mestinya," paparnya. (asnawin)

------------------
[Terima kasih atas kunjungan, komentar, saran, dan kritikan anda di blog PWI Sulawesi Selatan : http://pwi-sulsel.blogspot.com]

Tidak ada komentar: