Langsung ke konten utama

Humas Harus Pelajari Gaya Pemberitaan Media Massa


DIREKTUR Perpustakaan Pers PWI Sulsel, Asnawin (paling kiri) tampil sebagai pembicara bersama Ketua Komisi Informasi Provinsi Sulsel, Aswar Hasan (paling kanan), dengan moderator Kabid Informasi dan Telematika Dinas Perhubungan Kabupaten Gowa HM Arifin, pada Pertemuan Bakohumas Lintas SKPD se-Kabupaten Gowa, di Gowa, Rabu, 29 Oktober 2014. (Foto: ist)



-------------------


Humas Harus Pelajari Gaya Pemberitaan Media Massa


Pejabat Humas dan pegawai atau karyawan yang ditempatkan atau difungsikan sebagai Humas (Hubungan Masyarakat/Publik Relation) perlu menjalin kemitraan dengan wartawan, agar kegiatan-kegiatan institusinya dapat diliput untuk diberitakan di media massa.

Selain itu, Humas juga harus mempelajari gaya pemberitaan setiap media massa dan harus mampu membuat judul dan teras berita (lead) yang menarik, agar siaran pers (press release) yang dikirimkan ke media massa mendapat perhatian khusus dari wartawan atau redaktur di media massa untuk disiarkan.

Itulah antara lain kiat-kiat yang disampaikan oleh Direktur Perpustakaan Pers PWI Sulsel, Asnawin, saat tampil sebagai pembicara pada Pertemuan Bakohumas Lintas SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Lingkup Pemkab Gowa, di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Gowa, Rabu, 29 Oktober 2014.

“Membuat press release merupakan salah satu keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap Humas. Kalau press release-nya biasa-biasa saja, tentu sulit mendapat tempat yang layak di media massa, tetapi kalau judulnya menarik dan lead-nya (paragraf pertama sebuah berita) juga bagus, tentu akan mendapat perhatian tersendiri dari para redaktur untuk disiarkan,” papar Asnawin.

Dia mengatakan, pemerintah daerah memiliki banyak sekali informasi yang dibutuhkan oleh wartawan untuk dipublikasikan di media massa, baik informasi berupa kegiatan maupun informasi berupa kebijakan.

“Di sinilah letak saling ketergantungan dan jembatan kemitraan antara pemerintah dengan media massa. Di sinilah Humas seharusnya memainkan perannya untuk membuat pencitraan yang baik tentang institusinya melalui pemberitaan di media massa,” kata Asnawin yang tampil sebagai pembicara mewakili Ketua PWI Sulsel.

Selain Asnawin, panitia juga menampilkan Aswar Hasan (Ketua Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Selatan), dan Kiblat Said (Humas Pemkab Gowa), sebagai pembicara.

Kepala Bidang Informasi dan Telematika Dinas Perhubungan Kabupaten Gowa, Drs HM Arifin, didampingi Kepala Seksi Media Cetak dan Teknologi Informasi Burhanuddin Nas, menjelaskan, pertemuan Bakohumas merupakan program kerja tahunan Dinas Perhubungan Kabupaten Gowa.

"Tahun ini kami menghadirkan pembicara dari PWI Sulsel, Komisi Informasi Provinsi Sulsel, dan Bagian Humas Pemkab Gowa, sedangkan peserta yang kami undang yaitu dari seluruh SKPD dan Kantor Camat se-Kabupaten Gowa, termasuk instansi vertikal seperti dari Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri," sebut Arifin. (burnas)


-----------------------

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sulsel Miliki 76 Media Cetak, 28 Radio, dan 3 Televisi Lokal

BUKU ''Data Pers Nasional 2010'' memuat data media cetak dan media elektronik seluruh Indonesia. Di Sulsel, media cetak harian 8 (delapan), media cetak mingguan 33, dan media cetak bulanan 32. Media pers radio di Sulsel tercatat sebanyak 28, sedangkan stasiun televisi 3 (tiga), yakni Fajar TV, Makassar TV, dan Mitra TV. (int)

Makna Lambang PWI

LAMBANG PWI memiliki warna dasar hitam dan berbentuk segi lima, yang melambangkan rangka yang menjadi dasar landasan idiil, yakni Pancasila. Bentuk bagian luar berwarna biru, dengan rangkaian kapas dan padi melambangkan kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran yang diperjuangkan oleh organisasi (warna kuning mas). (int)

Tiga Pertanyaan Sebelum Menulis Feature

DIKLAT JURNALISTIK. Direktur Perpustakaan Pers PWI Sulsel, Asnawin Aminuddin, membawakan dua materi, yakni "Memahami dan Menulis Berita" dan "Teknik Menulis Feature", pada Diklat Jurnalistik Pelajar SLTA se-Kabupaten Bulukumba, di SMA Negeri 1 Bulukumba, Selasa, 25 Juni 2013. (ist)