Langsung ke konten utama

Koran-koran Besar pun Kerap Bikin Kesalahan


PELATIH Nasional Wartawan PWI, Asnawin, membawakan materi Editing Berita (Penyuntingan Berita) pada Pelatihan Jurnalistik Bagi Kepala Sekolah dan Guru SMP se-Sulsel, di Hotel Grand Palace, Makassar, Sabtu, 25 Oktober 2014.










-------------------


Koran-koran Besar pun Kerap Bikin Kesalahan


Tidak ada jaminan bahwa media-media besar tidak akan melakukan kesalahan dalam memuat berita, baik dalam hal akurasi berita, maupun dalam hal penulisan berita, apalagi kalau berita yang disiarkan merupakan peristiwa yang kejadiannya menjelang deadline (batas waktu penayangan/penyiaran/pemuatan berita).

“Koran-koran besar pun kerap bikin kesalahan,” kata Pelatih Nasional Wartawan PWI, Asnawin, pada Pelatihan Penulisan Jurnalistik bagi Kepala Sekolah dan Guru SMP se-Sulsel, di Hotel Grand Palace, Makassar, Sabtu, 25 Oktober 2014.

Asnawin kemudian memperlihatkan beberapa contoh kliping koran dengan judul dan atau isi berita yang salah, sambil memberikan koreksi dan saran perbaikan.

“Kalau ada berita salah (dalam hal akurasi dan penulisan naskah) yang muncul dalam pemberitaan, maka dapat dipastikan bahwa editor atau redakturnya, tidak bekerja dengan baik,” kata pengurus PWI Sulsel yang juga mengajar pada beberapa perguruan tinggi di Makassar.

Redaktur selaku editor, kata Asnawin, bekerja di belakang layar, dengan tugas menyeleksi dan memperbaiki naskah sebelum dipublikasikan. Redaktur secara tidak langsung merupakan hati nurani media, dengan tugas utama menyelaraskan naskah dengan visi, misi, dan rubrikasi media.

Dia menambahkan, pekerjaan redaktur selaku editor merupakan pekerjaan intelektual dan teknis, karena membutuhkan wawasan yang memadai untuk memvalidasi fakta dalam sebuah naskah, serta membutuhkan kecermatan dalam pilihan kata, kalimat, dan tanda baca.

“Dengan tugas berat yang dipikulnya, maka wajarlah kalau redaktur mendapat gaji yang cukup besar dari perusahaan tempatnya bekerja. Kira-kira lebih besarlah dari gaji guru,” kata Asnawin yang langsung disambut tepuk-tangan meriah dari para peserta. (dar)

----------------------------

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sulsel Miliki 76 Media Cetak, 28 Radio, dan 3 Televisi Lokal

BUKU ''Data Pers Nasional 2010'' memuat data media cetak dan media elektronik seluruh Indonesia. Di Sulsel, media cetak harian 8 (delapan), media cetak mingguan 33, dan media cetak bulanan 32. Media pers radio di Sulsel tercatat sebanyak 28, sedangkan stasiun televisi 3 (tiga), yakni Fajar TV, Makassar TV, dan Mitra TV. (int)

Makna Lambang PWI

LAMBANG PWI memiliki warna dasar hitam dan berbentuk segi lima, yang melambangkan rangka yang menjadi dasar landasan idiil, yakni Pancasila. Bentuk bagian luar berwarna biru, dengan rangkaian kapas dan padi melambangkan kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran yang diperjuangkan oleh organisasi (warna kuning mas). (int)

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan.


-----------------------------

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan, pemerintah dan masyarakat Sidrap dan Enrekang, serta membenahi sekretariat PWI Perwakilan Sidrap.

Tekad tersebut diungkapkan dalam beberapa kesempatan, antara lain pada Rapat Kerja PWI Sulsel di Makassar, Sabtu, 15 Januari 2011, serta sesaat setelah terpilih sebagai ketua pada Konferensi PWI Perwakilan Sidrap, di Hotel Grand Zidny Pangkajene Sidrap, S…