Langsung ke konten utama

Wartawan Wajib Memiliki Kode Etik Jurnalistik


DIREKTUR Perpustakaan Pers PWI Sulsel yang juga Pemimpin Redaksi Majalah "Almamater", Asnawin Aminuddin, membawakan materi Kode Etik Jurnalistik, pada Pelatihan Jurnalistik yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, di Sekretariat HMI Makassar, Jalan Botolempangan Makassar, Ahad, 29 Maret 2015. (ist)



-----------


Wartawan Wajib Memiliki Kode Etik Jurnalistik


Wartawan adalah orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik. Wartawan bebas memilih organisasi wartawan, tetapi dalam menjalankan profesinya, dalam melaksanakan kegiatan jurnalistik, wartawan harus memiliki dan menaati Kode Etik Jurnalistik.

"Memiliki Kode Etik Jurnalistik bukan sekadar memiliki secara fisik atau soft file, melainkan harus mempelajari, mengetahui, dan memahami maknanya, karena tidak mungkin wartawan bisa menaati Kode Etik Jurnalistik kalau tidak mengetahui dan tidak memahami maknanya," tandas Direktur Perpustakaan Pers PWI Sulsel, Asnawin Aminuddin.

Penandasan tersebut disampaikan pada pelatihan jurnalistik yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, di Sekretariat HMI Makassar, Ahad, 29 Maret 2015.

Asnawin yang juga tercatat sebagai Pelatih Nasional Wartawan PWI mengatakan, pada awal-awal bergulirnya era reformasi akhir tahun 90-an, tiba-tiba banyak orang yang menjadi wartawan dan memiliki kartu pers (dari medianya masing-masing), padahal mereka tidak pernah melewati proses pendidikan jurnalistik yang memadai dan benar.

"Karena tidak memiliki pendidikan yang memadai dan tidak pernah mendapatkan atau mengikuti pendidikan jurnalistik yang memadai dan benar, maka tidaklah mengherankan kalau banyak oknum wartawan yang menyalahgunakan profesinya dan melanggar kode etik wartawan atau Kode Etik Jurnalistik," ungkapnya.

Mahasiswa yang mengikuti pelatihan jurnalistik yang di dalamnya diberikan materi Kode Etik Jurnalistik, kata Pemimpin Redaksi Majalah "Almamater", jauh lebih beruntung dibandingkan wartawan yang tidak pernah mengikuti pelatihan jurnalistik secara benar.

"Adik-adik mahasiswa yang mengikuti pelatihan jurnalistik ini lebih beruntung, karena mendapatkan materi dan penjelasan mengenai Kode Etik Jurnalistik. Kalau adik-adik terjun menjadi wartawan, tentu sudah tahu rambu-rambu dan etika dalam menjalankan profesi wartawan," tutur Asnawin. (kia)

-------

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sulsel Miliki 76 Media Cetak, 28 Radio, dan 3 Televisi Lokal

BUKU ''Data Pers Nasional 2010'' memuat data media cetak dan media elektronik seluruh Indonesia. Di Sulsel, media cetak harian 8 (delapan), media cetak mingguan 33, dan media cetak bulanan 32. Media pers radio di Sulsel tercatat sebanyak 28, sedangkan stasiun televisi 3 (tiga), yakni Fajar TV, Makassar TV, dan Mitra TV. (int)

Makna Lambang PWI

LAMBANG PWI memiliki warna dasar hitam dan berbentuk segi lima, yang melambangkan rangka yang menjadi dasar landasan idiil, yakni Pancasila. Bentuk bagian luar berwarna biru, dengan rangkaian kapas dan padi melambangkan kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran yang diperjuangkan oleh organisasi (warna kuning mas). (int)

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan.


-----------------------------

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan, pemerintah dan masyarakat Sidrap dan Enrekang, serta membenahi sekretariat PWI Perwakilan Sidrap.

Tekad tersebut diungkapkan dalam beberapa kesempatan, antara lain pada Rapat Kerja PWI Sulsel di Makassar, Sabtu, 15 Januari 2011, serta sesaat setelah terpilih sebagai ketua pada Konferensi PWI Perwakilan Sidrap, di Hotel Grand Zidny Pangkajene Sidrap, S…