Langsung ke konten utama

Agussalim Alwi Hamu: Saya akan Jaga Aset PWI Sulsel


DEKLARASI. Dirut PT Media Fajar Koran, Agussalim Alwi Hamu memberikan sambutan pada acara deklarasi dirinya sebagai Calon Ketua PWI Sulsel periode 2015-2020, di Hotel Swissbell Inn, Jl Adhyaksa Baru, Makassar, Kamis, 22 Oktober 2015. (Foto: Asnawin)





----------


Agussalim Alwi Hamu: Saya akan Jaga Aset PWI Sulsel


Sebagai calon Ketua PWI Sulsel, Agussalim Alwi Hamu berjanji akan menjaga aset (gedung) PWI Sulsel yang berlokasi di Jalan AP Pettarani 31 Makassar, yang konon akan diambil-alih oleh Pemprov Sulsel.

"Saya akan jaga aset PWI," tandasnya saat membawakan sambutan pada acara Deklarasi Agussalim Alwi Hamu sebagai Calon Ketua PWI Sulsel periode 2015-2020, di Hotel Swissbell Inn, Jl Adhyaksa Baru, Makassar, Kamis, 22 Oktober 2015.

Agussalim yang saat ini menjabat Dirut PT Media Fajar Koran, juga menyatakan bahwa sudah saatnya PWI Sulsel dipimpin orang muda.

"Sudah saatnya yang tua memberikan kesempatan kepada yang muda," katanya yang langsung disambut tepuk-tangan meriah dari para pendukungnya.

Acara deklarasi dihadiri Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh, sejumlah pimpinan media cetak dan elektronik, sejumlah pejabat, serta ratusan wartawan dan undangan lainnya.



Di dalam tas yang dibagikan kepada seluruh undangan, Agussalim Alwi Hamu menyelipkan selembar kertas yang berisi foto dirinya dan tulisan tentang tujuh program kerja yang ditawarkan jika terpilih sebagai Ketua PWI Sulsel 2015-2020.

Ketujuh program kerja tersebut, yaitu, pertama, menaati dan menegakkan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang per, Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga PWI, serta Kode Etik Jurnalistik.

Kedua, melanjutkan dan mengembangkan program kerja pengurus sebelumnya.

Ketiga, melayani dan memfasilitasi kebutuhan anggota PWI Sulsel, khususnya kemudahan mengikuti pendidikan jurnalistik (baik di daerah maupun di tingkat nasional), uji kompetensi wartawan, dan pengurusan keanggotan (baru, perpanjangan, dan perubahan status), tanpa pembiayaan alias gratis.

Keempat, memperjuangkan kesejahteraan anggota untuk mendapatkan kehidupan layak dan kepastian masa depan.

Kelima, mendesak pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat, agar melanjutkan subsidi kertas koran kepada media mingguan/bulanan dan majalah, memasilitasi kembali perumahan wartawan dengan harga terjangkau, memberi beasiswa bagi wartawan dan putra-putrinya, menanggung biaya kesehatan bagi wartawan senior dan anggota PWI Sulsel, berlangganan dan beriklan di semua media secara merata, baik cetak, elektronik, maupun media sosial/online, kemudian mengadakan pelatihan manajemen perusahaan pers, serta memagar dan menata Pemakaman PWI di Sudiang Makassar.

Keenam, melakukan pembelaan dan mendampingi anggota yang mengalami delik pers.

Ketujuh, menjaga dan memelihara aset, termasuk keutuhan dan keberadaan gedung PWI, Diklat, dan Masjid Wartawan, atas alas hukum, yaitu penyerahan hak penggunaan dan pemanfaatan lahan dan gedung dari pemerintah provinsi Sulsel. (kia)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sulsel Miliki 76 Media Cetak, 28 Radio, dan 3 Televisi Lokal

BUKU ''Data Pers Nasional 2010'' memuat data media cetak dan media elektronik seluruh Indonesia. Di Sulsel, media cetak harian 8 (delapan), media cetak mingguan 33, dan media cetak bulanan 32. Media pers radio di Sulsel tercatat sebanyak 28, sedangkan stasiun televisi 3 (tiga), yakni Fajar TV, Makassar TV, dan Mitra TV. (int)

Makna Lambang PWI

LAMBANG PWI memiliki warna dasar hitam dan berbentuk segi lima, yang melambangkan rangka yang menjadi dasar landasan idiil, yakni Pancasila. Bentuk bagian luar berwarna biru, dengan rangkaian kapas dan padi melambangkan kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran yang diperjuangkan oleh organisasi (warna kuning mas). (int)

Tiga Pertanyaan Sebelum Menulis Feature

DIKLAT JURNALISTIK. Direktur Perpustakaan Pers PWI Sulsel, Asnawin Aminuddin, membawakan dua materi, yakni "Memahami dan Menulis Berita" dan "Teknik Menulis Feature", pada Diklat Jurnalistik Pelajar SLTA se-Kabupaten Bulukumba, di SMA Negeri 1 Bulukumba, Selasa, 25 Juni 2013. (ist)