Langsung ke konten utama

Zugito Akui Gedung PWI Milik Pemprov Sulsel


HEARING. Ketua PWI Sulsel Agus Salim Alwi Hamu (baju putih, kedua dari kanan), mantan Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh (pakai jas, kedua dari kiri), dan Penasehat PWI Sulsel  Lutfi Qadir (baju putih merah, paling kiri) serta beberapa pengurus PWI Sulsel, menghadiri Rapat Dengar Pendapat (hearing), di Ruangan Komisi C DPRD Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Senin, 11 Januari 2016. (Foto: Asnawin Aminuddin)



--------


Zugito Akui Gedung PWI Milik Pemprov Sulsel


Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Zulkifli Gani Ottoh (Zugito) akhirnya mengakui bahwa Gedung PWI yang terletak di Jl AP Pettarani 31 Makassar adalah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan.
“Gedung PWI ini adalah hasil ruislag, artinya ada haknya PWI Sulsel di situ, tapi kita akui bahwa (Gedung PWI) itu memang milik Pemprov (Sulsel),” ungkap Zugito dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi C DPRD Sulsel dengan PWI Sulsel, Biro Aset Pemprov Sulsel, Biro Hukum Pemprov Sulsel, serta Anti Corruption Committee (ACC) Sulsel, di Gedung DPRD Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Senin, 14 Maret 2016.
Pada RDP di tempat yang sama dua bulan lalu (Senin, 11 Januari 2016), Zugito mengklaim Gedung PWI sebagai milik PWI Sulsel dan bukan milik Pemprov Sulsel.
“Berani-beraninya Pemprov Sulsel mengklaim sebagai pemilik, tetapi tidak bisa menunjukkan bukti sertifikat kepemilikan,” tandasnya ketika itu. (Baca berita: http://www.pedomankarya.co.id/2016/01/zugito-gedung-pwi-bukan-milik-pemprov.html)
Rapat Dengar Pendapat yang dilangsungkan Senin, 14 Maret 2016, dipimpin oleh Sekretaris Komisi C DPRD Sulsel, Armin Mustamin Toputiri, dan dihadiri Asistem IV Setda Sulsel, Dr Ruslan Abu, yang didampingi Kepala Biro Aset dan Kepala Biro Hukum Pemprov Sulsel, Ketua PWI Sulsel Agus Salim Alwi Hamu didampingi beberapa pengurus, dua mantan Ketua PWI Sulsel, Syamsu Nur dan Zugito, mantan Sekretaris PWI Sulsel, Laode Arumahi, serta perwakilan ACC.
Ruslan Abu yang mewakili Gubernur Sulsel mengatakan, tidak pernah ada niat dari Pemprov Sulsel untuk mengambil alih pengelolaan Gedung PWI, bahkan sebaliknya, Pemprov Sulsel akan membantu PWI Sulsel agar pengelolaan gedung tersebut dapat tetap berlanjut.
“Tetapi karena statusnya adalah Pinjam Pakai, maka setiap dua tahun akan ditinjau kembali, karena memang begitulah aturannya. Kita harus taat azas dan itulah sebabnya Sulsel bisa memperoleh WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) selama lima tahun berturut-turut,” katanya.
Mengenai komersialisasi yang dilakukan pengurus PWI dengan menyewakan sebagian ruangan yang Lantai I Gedung PWI Sulsel kepada Alfamart untuk membuka minimarket, Kepala Biro Aset Pemprov Sulsel Achmadi Akil mengatakan PWI Sulsel sama sekali tidak boleh melakukan komersialisasi gedung milik pemerintah.
“PWI Sulsel kelola sendirilah itu Gedung PWI, jangan dikelola orang lain, karena itu melanggar,” tandasnya.
Armin Mustami Toputiri yang memimpin pertemuan tersebut kemudian menyimpulkan bahwa PWI Sulsel sudah mengakui Gedung PWI adalah milik Pemprov Sulsel, sedangkan menyangkut komersialisasi Gedung PWI, DPRD Sulsel menyerahkan kepada Pemprov Sulsel dan PWI Sulsel untuk mengatur mekanisme penyelesaiannya agar tidak terjadi pelanggaran hukum.
Keputusan lain yang diambil pada pertemuan tersebut adalah Pemprov Sulsel dalam waktu secepat-mungkin, akan memasang papan bicara di Gedung PWI. (win) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sulsel Miliki 76 Media Cetak, 28 Radio, dan 3 Televisi Lokal

BUKU ''Data Pers Nasional 2010'' memuat data media cetak dan media elektronik seluruh Indonesia. Di Sulsel, media cetak harian 8 (delapan), media cetak mingguan 33, dan media cetak bulanan 32. Media pers radio di Sulsel tercatat sebanyak 28, sedangkan stasiun televisi 3 (tiga), yakni Fajar TV, Makassar TV, dan Mitra TV. (int)

Makna Lambang PWI

LAMBANG PWI memiliki warna dasar hitam dan berbentuk segi lima, yang melambangkan rangka yang menjadi dasar landasan idiil, yakni Pancasila. Bentuk bagian luar berwarna biru, dengan rangkaian kapas dan padi melambangkan kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran yang diperjuangkan oleh organisasi (warna kuning mas). (int)

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan.


-----------------------------

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan, pemerintah dan masyarakat Sidrap dan Enrekang, serta membenahi sekretariat PWI Perwakilan Sidrap.

Tekad tersebut diungkapkan dalam beberapa kesempatan, antara lain pada Rapat Kerja PWI Sulsel di Makassar, Sabtu, 15 Januari 2011, serta sesaat setelah terpilih sebagai ketua pada Konferensi PWI Perwakilan Sidrap, di Hotel Grand Zidny Pangkajene Sidrap, S…