Langsung ke konten utama

RRI Canangkan Radio Desa


RUANG PUBLIK. Dari kanan, Wakil Ketua Kadin Sulsel Zulkifli Gani Ottoh, Wabup Pangkep, Abd Rahman Asegaf, dan Direktur LP RRI Pusat, Ineke Widya Astuti, dan Kepala LLP RRI Makassar, I Made Ardika, di Pangkep, kemarin. (ist)


--------------------

RRI Canangkan Radio Desa

Harian Fajar, Makassar
Senin, 11 April 2011
http://www.fajar.co.id/read-20110411002805-rri-canangkan-radio-desa

PANGKEP -- Radio Republik Indonesia (RRI) selaku penyambung lidah masyarakat, sampai saat ini selalu setia dalam menyampaikan aspirasi masyarakat. RRI kini telah mencanangakan Desa radio di Desa Pitue di Kecamatan Ma'rang Kabupaten Pangkep, Minggu, 10 April 2011.

Kepala LPP RRI Makassar, Imade Artike SH MM, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan RRI Makassar ini adalah dalam upaya memberikan ruang kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi dan memberikan masukan kepada RRI Makassar. Selain itu, juga ruang-ruang yang diberikan kepada publik agar dapat mengakomodir peran dari publik dalam rangka mewujudkan LPP RRI.

Dalam kesempatan itu juga selain dilaksanakan kegiatan pengukuhan tim pemerhati RRI untuk Desa Pitue, juga dilaksanakan kegiatan dialog sambung rasa dengan nara sumber Wakil Bupati Pangkep, Drs Abd Rahman, Ibu direktur LPP RRI Pusat, Drs Ineke Widya Astuti SSi, dan Kadin Sulawesi Selatan yang dihadiri oleh Wakil Kadin Drs Zulkifli Gani Ottoh yang saat ini beliau masih menjabat ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel.

Wakil Bupati Pangkep, Drs Abd Rahman Asseggaf dalam sambutannya mengatakan, pencanangan radio Desa oleh RRI ini merupakan kegiatan yang sangat perlu diapresiasi oleh masyarakat Pangkep, khususnya yang ada di Desa Pitue, karena telah direstuinya Pangkep sebagai lokasi pencanangan desa radio, dimana pencanangan Radio Desa ini merupakan yang pertama kalinya di Indonesia.

"Dengan adanya pencanangan Radio Desa ini kebahagian harus kita buktikan, tentu dengan berupaya sekuat mungkin untuk bergairah menyelenggarakan aktivitasnya, baik sebagai petani, nelayan, maupun sebagai apa saja dimata pencaharian kita masing-masing karena motivasi-motivasi yang diberikan oleh pemerintah khususnya RRI," tandasnya.

Ia juga mengatakan dengan adanya pencanangan Radio Desa ini diharapkan dapat menjadi sesuatu hal yang berarti, sehingga dapat menciptakan ruang-ruang kerja dengan baik, khususnya masyarakat petani, petambak, nelayan, dan lainnya.

Ibu direktur LPP RRI Pusat, Drs Ineke Widya Astuti SSi dalam sambutannya mengatakan, RRI yang merupakan lembaga penyiaran publik mempunyai tugas memberikan informasi pelayanan siaran pendidikan, hiburan yang sehat, pelestarian budaya, dan menjaga citra positif bangsa di dunia internasional.

RRI memiliki empat programa, programa satu yaitu ditujukan kepada masyarakat umum, yang fokusnya adalah pemberdayaan masyarakat, sehingga acara pada saat ini merupakan program pemberdayaan masyarakat dimana RRI selaku mediator dimana yang tujuannya ingin mendekatkan masyarakat dengan pemerintah daerah, pengusaha melalui RRI.

"Kami mengundang masyarakat berkenan senantiasa berbicara di RRI, kalau ibu mempunyai grub-grup kesenian, adik-adik mempunyai grub band, silakan siaran di RRI," ajaknya.

Begitu pula dengan anak TK, SD, dan SLTP, SLTA, petani, nelayan supaya tidak hanya mendengarkan, tapi berbicara di RRI, karena RRI yang singkatan dari Radio Republik Indonesia juga singkatan dari Rumah Rakyat Indonesia.

''Rumah dimana bapak, ibu bisa berkiprah, pemerintah daerah bisa menyampaikan kebijakan-kebijakan daerah melalui RRI, DPRD bisa menyampaikan peraturan daerah supaya bisa diketahui oleh masyarakat melalui RRI," jelas Ineke. (adh)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sulsel Miliki 76 Media Cetak, 28 Radio, dan 3 Televisi Lokal

BUKU ''Data Pers Nasional 2010'' memuat data media cetak dan media elektronik seluruh Indonesia. Di Sulsel, media cetak harian 8 (delapan), media cetak mingguan 33, dan media cetak bulanan 32. Media pers radio di Sulsel tercatat sebanyak 28, sedangkan stasiun televisi 3 (tiga), yakni Fajar TV, Makassar TV, dan Mitra TV. (int)

Makna Lambang PWI

LAMBANG PWI memiliki warna dasar hitam dan berbentuk segi lima, yang melambangkan rangka yang menjadi dasar landasan idiil, yakni Pancasila. Bentuk bagian luar berwarna biru, dengan rangkaian kapas dan padi melambangkan kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran yang diperjuangkan oleh organisasi (warna kuning mas). (int)

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan.


-----------------------------

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan, pemerintah dan masyarakat Sidrap dan Enrekang, serta membenahi sekretariat PWI Perwakilan Sidrap.

Tekad tersebut diungkapkan dalam beberapa kesempatan, antara lain pada Rapat Kerja PWI Sulsel di Makassar, Sabtu, 15 Januari 2011, serta sesaat setelah terpilih sebagai ketua pada Konferensi PWI Perwakilan Sidrap, di Hotel Grand Zidny Pangkajene Sidrap, S…