Rabu, 23 Desember 2009

Press Club PWI Sulsel Buka Kafe Hotspot

Press Club PWI Sulsel Buka Kafe Hotspot

Press Club PWI Sulsel kini aktif kembali di bawah manajer Rifai Manangkasi. Press Club antara lain diberi kewenangan membuka usaha kantin dan penyewaan ruangan untuk acara-acara seminar, diskusi, dan acara-acara lain dengan kapasitas 150 orang.

Khusus usaha kantin, Press Club PWI Sulsel membuka kafe yang dilengkapi fasilitas internet gratis (hotspot), sejak 14 November 2009.

''Kami memberi fasilitas gratis internet karena sekarang sudah zaman internet. Banyak wartawan dan masyarakat yang kini selalu membawa laptop dan mereka butuh tempat untuk kongkow-kongkow sambil main internet. Kami berupaya memenuhi kebutuhan itu dengan membuka kafe dengan harga makanan dan minuman yang sangat terjangkau,'' tutur Rifai, kepada pengelola blog PWI Sulsel, Asnawin, di Makassar, Rabu, 23 Desember 2009.

Di PWI Sulsel, Rivai yang pendiri dan pemimpin redaksi Majalah Borgol, menjabat Ketua Seksi Pembelaan Wartawan dan juga dipercaya sebagai Ketua Koperasi Wartawan PWI Sulsel.

Pria kelahiran Makassar, 2 Juli 1967 itu juga adalah Direktur CV Prima Ciptadana, perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa. (asnawin)

Ketua PWI Sulsel Ditipu Rp 800 Juta

Ketua PWI Sulsel Ditipu Rp 800 Juta

Senin, 29 Juni 2009

Makassar (ANTARA News) - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sulawesi Selatan (Sulsel) Zulkifli Gani Otto melaporkan salah seorang pengusaha, berinisial Oic, ke Polwiltabes Makassar karena telah ditipu senilai Rp 800 juta.

Zulkifli yang juga Komisaris Harian Fajar Grup saat melapor ke Mapolwiltabes Makassar, Senin, mengatakan, pelaporannya terkait penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh salah seorang pengusaha sukses kepada dirinya.

Dia menjelaskan, awalnya dirinya bersama Bupati Enrekang, H Latinro Latunrung dan Yulius mempunyai tanah di sekitar Jalan Perintis Kemerdekaan kilometer enam yang luasnya sekitar lima hektare.

Tanah dengan luas lima hektare itu kemudian dibeli oleh pengusaha Oic dengan harga Rp5 miliar. Sedangkan tanahnya yang hanya 800 meter persegi itu dibelinya dengan harga Rp800 juta.

"Keinginan untuk membeli tanah saya dan tanah teman yang lainnya itu sudah lama, cuma saat itu saya masih menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar sehingga belum sempat mengurusnya karena terlalu sibuk," ujarnya.

Barulah pada 24 Juni 2009, lanjut Zulkifli, dirinya mempunyai waktu luang untuk membahas penjualan tanah tersebut. Dirinya bersama yang lainnya membicarakannya di depan notaris dan menyepakati harga yang ditentukan.

Pengusaha Oic meminta kepada yang lainnya agar sebelum pembayaran dilakukan pengalihan nama dari pemilik sebelumnya ke pemilik yang baru.

"Setelah ada kesepakan harga, Oic kemudian memberikan Rp500 juta sebagai tanda jadi untuk dibagi tiga bersama pemilik tanah yang lainnya. Sedangkan pada 25 Juni, balik nama pemilik sudah dilakukan di Badan Pertahanan Nasional (BPN) atas persetujuan pemilik sebelumnya," ungkapnya.

Setelah 26 Juni, kata Zulkifli yang didampingi notaris Muin Marsidi, dirinya yang diberikan cek tunai senilai Rp800 juta sebagai pembayaran dari tanah tersebut ditolak oleh pihak Bank Niaga karena dianggap ceknya kosong.

Dirinya yang mengetahui jika cek itu kosong, mencoba menghubungi Oic dan berusaha membahasnya secara damai, namun Oic menolak untuk melakukan pertemuan hingga akhirnya melapor ke Mapolwiltabes Makassar.

Kasat Reskrim Polwiltabes Makassar, AKBP Heri Tri Maryadi yang dikonfirmasi mengaku sudah menerima laporan dari mantan ketua KPU Makassar tersebut.

"Kami sudah menerima laporannya dan kini sudah mulai diproses. Pelapor sendiri sudah dimintai keterangannya di penyidik," katanya. (*)

Tim Sepak Bola PWI Perbanyak Uji Coba



foto: Mahdar/Fajar

Selasa, 22-12-09 | 22:59 | 52 View
Tim Sepak Bola PWI Perbanyak Uji Coba

MAKASSAR -- Sebulan lebih menjelang keberangkatan ke Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) X/Februari 2010 di Palembang, tim sepak bola PWI Cabang Sulsel memperbanyak uji coba. Dalam dua bulan terakhir, tim sepak bola sudah melakukan 10 kali uji coba dengan berbagai klub dan instansi.

Tim yang dilatih Victor "Kiki" Turangan tersebut bertanding melawan tim dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Makassar (UNM) di Stadion Mini FIK Bantabantaeng, Senin, 21 Desember. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-1.

Kiki mengatakan, dia sengaja memperbanyak uji coba untuk mengukur kemampuan timnya selama persiapan sejak Juni lalu. Lawan yang diajak menjadi sparring partner merupakan tim-tim sekelas atau lebih kuat.

"Masih ada beberapa kelemahan yang perlu segera dibenahi sebelum berangkat, terutama stamina dan kerja sama tim," kata Kiki. Sebelumnya, beberapa tim sempat dijajal PWI. Di antaranya PS Pos Indonesia (Posindo), All Star PSM, PS Japfa, NV Hadji Kalla, PS Koopsau, PS Telkom, dan PS Jamsostek. "Kami butuh uji coba beberapa kali lagi sebelum bertarung di Porwanas," sebut mantan pemain klub Galatama, Warna Agung, itu. (mdr)

Umum-PWI Sulsel Persiapkan Diri Hadapi Porwanas

Umum-PWI Sulsel Persiapkan Diri Hadapi Porwanas

Kamis, 12 Maret 2009 19:30

Makassar (ANTARA News) - PWI cabang Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) X yang akan berlangsung pada 2010.

"Untuk menghadapi kegiatan olahraga wartawan itu kita harus mulai dari sekarang dengan melakukan seleksi atlet sepuluh cabang olahraga yang akan dipertandingkan, "kata Ketua SIWO/PWI Sulsel Piet Heriadi di Makassar, Kamis.

Piet mengatakan, kontingen PWI Sulsel kembali mengincar posisi terhormat pada Porwanas 2010 minimal menempati peringkat runner-up setelah dua Porwanas lalu berada diperingkat bawah.

"Kita ingin kembali menempati posisi terhormat seperti pada Porwanas sebelumnya dua kali menempati posisi juara umum yakni pada Porwanas I 1983 di Semarang dan 2004 di Banjarmasin dengan memboyong piala bergilir Presiden, "ujar Piet tanpa menyebut tempat pelaksanaan Porwanas 2010.

Meraih peringkat terhormat memang tidak mudah, perlu perjuangan keras mengingat ketatnya persaingan, namun jika mempersiapkan diri dengan baik, maka tidak mustahil impian itu menjadi kenyataan, tandasnya.

Sepuluh cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Porwanas X 2010 adalah atletik, sepakbola, futsal, catur, bolavoli, boling, tenis lapangan, tenis meja, bridge, dan bulutangkis.

Tradisi medali emas dari bulutangkis akan tetap dipertahanKan kontingen PWI Sulsel pada Porwanas tahun depan, disamping cabang olahraga lainnya yang juga berpeluang merebut medali.

Seleksi atlet Sulsel yang dipersiapkan menghadapi Porwanas 2010 akan digelar melalui pertandingan antara media massa setempat dalam rangka memeriahkan HUT PWI dan Hari Pers Naisonal (HPN) 2009, ujar Piet.
(T.S016/A020)

Selasa, 22 Desember 2009

Wartawan Pedoman Rakyat Meninggal Dunia

Wartawan Pedoman Rakyat Meninggal Dunia

Bertambah lagi seorang wartawan harian Pedoman Rakyat, Makassar, meninggal dunia. Rekan kami yang meninggal tersebut adalah Indarto (45). Bujangan asal Pacitan, Jawa Timur, tersebut meninggal dunia diduga karena serangan jantung pada hari Minggu, 10 Mei 2009, di Kompleks Perumahan Maizonet, Makassar.

Puluhan wartawan dan karyawan harian Pedoman Rakyat berkumpul di rumah duka yang juga merupakan kantor Majalah Profiles, mulai dari wartawan angkatan terbaru sampai wartawan senior.

Mereka antara lain HM Dahlan Abubakar, Yasmin Tendan, Syafruddin Tang, HL Arumahi, M Arief Djasar, James Wehantouw, Norma Djidding, Insan Ikhlas Jalil, Asdar Muis RMS, Mahyudin, Asnawin, Arafah, Yahya Mustafa, Mustam Arief, Rusdi Embas, Elvianus Kawengian, Sultan Darampa, dan Rusli Kadir.

Para wartawan dan karyawan, serta sejumlah kerabat, semula hendak memakamkan almarhum di Taman Pemakaman Umum Islam Sudiang atau di Pemakaman Wartawan Sudiang, namun atas permintaan keluarga, maka almarhum akhirnya dibawa ke Lamasi, Palopo.

Dalam tiga tahun terakhir, sudah lima wartawan dan karyawan harian Pedoman Rakyat yang meninggal dunia. Mereka adalah Hasanuddin alias Hanter (Hasanuddin asal Ternate) yang meninggal di kampung halamannya Ternate, Arthur Kuse (wartawan), Usman Sanaki (karyawan), Abdul Latief Sikki (karyawan), serta Indarto.

Indarto masuk di harian Pedoman Rakyat pada 1992 dan terangkat menjadi wartawan penuh (definitif) pada bulan Mei 1993. Ia terangkat bersama enam wartawan lainnya yakni Rusdi Embas SE (sekarang Sekretaris Redaksi Harian “TRIBUN TIMUR”), Drs Moh Yahya Mustafa (sekarang menjadi dosen dan penulis buku), Elvianus Kawengian (sekarang Redaktur Pelaksana “KORAN PEDOMAN”).

Drs Asnawin (sekarang Pemred Tabloid Pendidikan “CERDAS”, Redpel “KORAN PWI”, Humas Kopertis Wilayah IX Sulawesi, dan dosen mata kuliah jurnalistik), Ely Sambominanga SH (terakhir menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Mamasa), serta Drs Mustam Arief (wartawan majalah “PROFILES”, aktivis LSM, dan sering menulis artikel di media massa).

Almarhum Indarto saat meninggal dunia masih menjabat Pemimpin Redaksi Majalah “PROFILES” (media aktualisasi dan prmosi), Makassar. Ketika menjadi wartawan harian Pedoman Rakyat, Indarto pernah menjadi wartawan kriminal, hukum, hiburan, dan olahraga.

Dalam pergaulan sehari-hari, Indarto tergolong orang yang jarang bicara. Almarhum sebenarnya senang bergaul dan juga kerap membuat humor, tetapi dia lebih sering mendengar dan atau tersenyum ketimbang bicara.

Hingga akhir hayatnya, almarhum tetap membujang. Alasannya, dia tidak ingin menyusahkan anak orang lain.

“Bagaimana mau menikah, kalau kondisi keuangan seperti ini,” ujarnya dalam beberapa kesempatan.

Ya, itulah almarhum Indarto, satu-satunya wartawan harian Pedoman Rakyat yang dipanggil ''mas" karena memang hanya dia yang berasal dari Jawa (Pacitan, Jawa Timur). Dia tidak ingin membuat susah orang lain, sehingga hampir tidak pernah ia bermasalah dengan orang lain.

Selamat jalan kawan. Semoga arwahmu diterima dengan baik di sisi-Nya dan semoga engkau tenang di alam sana. Aamiinn……

Makassar, 10 Mei 2009
Asnawin

PWI Sulsel-Pemkab Enrekang Adakan Lomba Karya Tulis

PWI Sulsel-Pemkab Enrekang Adakan Lomba Karya Tulis
Kamis, 15 Oktober 2009

Enrekang (ANTARA News) - PWI Sulawesi Selatan (Sulsel) bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Enrekang mengadakan lomba karya tulis jurnalistik dalam rangka menyambut HUT Kabupaten Enrekang 2009 yang diikuti wartawan dari berbagai media di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Lomba karya tulis jurnalistik diawali dengan pemaparan potensi daerah oleh Bupati Enrekang Ir. H. Latinro Latunrung didampingi seluruh pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) setempat kepada peserta lomba sebanyak 67 orang wartawan di Enrekang, Kamis (15/10).

Rombongan peserta lomba jurnalistik menuju Kabupaten Enrekang dipimpin oleh Ketua PWI Sulsel H Zulkifly Gani Ottoh SH dan sejumlah pengurus PWI setempat.

Bupati Latinro berharap, peserta lomba karya jurnalistik dari PWI Sulsel menulis tentang potensi unggulan Kabupaten Enrekang yang kini giat melaksanakan pembangunan di berbagai sektor, sebagai kiat untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Enrekang, ujar Latinro, memiliki beragam potensi yang terus dikembangkan agar daerah ini bisa berkembang dan maju sejajar dengan daerah lainnya.

"Kami memiliki banyak potensi unggulan yang belum digarap optimal, sehingga dengan lomba karya tulis jusnalistik yang digelar Pemkab Enrekang bersama PWI Sulsel, potensi yang cukup besar itu bisa dilirik investor baik nasional maupun mancanegara," ujar Latinro, didampingi Ketua PWI Sulsel, Zulkifly.

Potensi yang dimiliki Enrekang antara lain pada sektor pariwisata, industri, agrobisnis, tambang minyak, serta sumber energi listrik dari proyek pembangkit tenaga air (PLTA).

Sementara itu, Ketua PWI Sulsel, Zulkifly, mengatakan, lomba karya tulis tersebut dimaksudkan untuk merangsang minat wartawan dalam mengangkat potensi unggulan Enrekang.

Pemenang lomba karya tulis jurnalistik akan menerima hadiah yang disediakan Pemkab Enrekang, dan akan diserahkan pada peringkatan HUT daerah ini pada 25 November 2009.