Selasa, 25 Januari 2011

Fit and Propert Test KI Sulsel Digelar Pekan Depan


Fit and Propert Test terhadap calon komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Sulawesi Selatan segera diselenggarakan. Sebanyak 12 calon (seorang di antaranya adalah wartawan) akan berhadapan dengan tim penguji, yakni anggota Komisi D DPRD Sulsel yang berjumlah 15 orang. Berdasarkan jadwal yang dikeluarkan Komisi D DPRD Sulsel, fit and properts test akan dilaksanakan selama tiga hari, yakni Senin (31 Januari 2011) sampai dengan Rabu (2 Februari 2011)


---------------------------

Fit and Propert Test KI Sulsel Digelar Pekan Depan

Harian Ujungpandang Ekspres, Makassar
Rabu, 26-01-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=60307

MAKASSAR, UPEKS--Fit and Propert Test terhadap calon komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Sulawesi Selatan segera diselenggarakan. Sebanyak 12 calon akan berhadapan dengan tim penguji, yakni anggota Komisi D DPRD Sulsel yang berjumlah 15 orang.

Demikian dijelaskan Ketua Komisi D DPRD Sulsel, A Hery Suhari Attas usai menggelar rapat pembahasan Fit and Propertest KIP di ruang Komisi D DPRD Sulsel, Selasa, 25 Januari 2011.

Menurutnya, jadwal fit and propert test tersebut dimulai Senin hingga Rabu (31/1-2/2) mendatang. Untuk itu, sepekan Komisi D mulai melakukan persiapan bahan ujian. Rabu, calon komisioner yang akan mengikuti ujian diminta untuk segera memasukkan visi misi. Begitupula gagasan singkat mereka sebanyak 3 halaman.

"Jadwal sudah fix. Kami sudah melakukan persiapan sejak hari Minggu hingga Jumat pekan ini. Senin hingga Rabu pekan depan, kita sudah mulai menguji. Mulai Senin setiap harinya kita akan menguji empat calon," ucapnya.

Adapun pedoman teknis yang akan dilakukan bahan ujian, lanjut Wakil Ketua Fraksi PDK tersebut, di antaranya keterampilan komunikasi. Begitupula human realation, kedalaman wawasan, pengalaman manajerial, serta kedalaman tanggapan masyarakat atas visi misi. Terpenting gagasan singkat yang diajukan calon.

Hery mengungkapkan, pada hari pertama, Senin 31 Januari 2011, tim penguji akan menguji empat calon, yakni A Risma Dewi Endriana Jayadi, Abdul Haeba Ramli, Alamsyah, dan Andi Ardin. Pada hari kedua, 1 Februari 2011, akan diuji Asnawin, Aswar Hasan, Herry Hamzah, dan Jalaluddin Rahman. Hari ketiga, 2 Februari 2011, tim penguji akan menguji Mattekawan, Hidayat Nahwi Rasul, Muhammad Ali, dan Rayudaswati Budi.

"Pedoman teknis kita ada empat poin. Yakni melihat bagaimana komunikasi dan human relation calon. Melihat tingkat kedalaman wawasan mereka dan menggali pengalaman manajerial komisioner, serta meminta tanggapan masyarakat atas visi misi dan gagasan singkat mereka," katanya.

Dari hasil fit and propert test ini, ucap Hery, Komisi D akan menggelar rapat pleno di komisi. Rapat pleno mendengarkan seperti apa penilaian-penilaian dari tim penguji. Hasilnya akan dilaporkan ke pimpinan DPRD. Kemudian dilanjutkan hasil fit and propert test lalu diserahkan ke gubernur untuk ditetapkan dalam rapat Paripurna.
Read More ..

Senin, 24 Januari 2011

Sulsel Miliki 76 Media Cetak, 28 Radio, dan 3 Televisi Lokal


BUKU ''Data Pers Nasional 2010'' memuat data media cetak dan media elektronik seluruh Indonesia. Di Sulsel, media cetak harian 8 (delapan), media cetak mingguan 33, dan media cetak bulanan 32. Media pers radio di Sulsel tercatat sebanyak 28, sedangkan stasiun televisi 3 (tiga), yakni Fajar TV, Makassar TV, dan Mitra TV. (int)


Read More ..

Minggu, 23 Januari 2011

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan.


-----------------------------

Ketua PWI Perwakilan Sidrap Siap Lakukan Pembaharuan

Setelah terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Sidrap periode 2011-2014, Hasman Hanafi langsung menyatakan tekadnya melakukan pembaharuan. Wartawan harian Ujungpandang Ekspres itu berjanji akan memberdayakan pengurus, membuat program kerja yang benar-benar dibutuhkan oleh wartawan, pemerintah dan masyarakat Sidrap dan Enrekang, serta membenahi sekretariat PWI Perwakilan Sidrap.

Tekad tersebut diungkapkan dalam beberapa kesempatan, antara lain pada Rapat Kerja PWI Sulsel di Makassar, Sabtu, 15 Januari 2011, serta sesaat setelah terpilih sebagai ketua pada Konferensi PWI Perwakilan Sidrap, di Hotel Grand Zidny Pangkajene Sidrap, Sabtu, 8 Januari 2011.

“Saya tidak mau, pengurus yang ada sekarang ini tidak aktif dalam mewujudkan program kerja PWI Perwakilan Sidrap ke depan,” tegas Hasman yang terpilih menjadi ketua menggantikan Arham Samad.

Pada acara pemilihan ketua PWI Perwakilan Sidrap, Hasman mengungguli Mattau Kulattang (tabloid Indonesia Pos) dengan perolehan suara 16 berbanding 2. Sebenarnya ada 20 suara yang diperebutkan, tetapi dua pemilih lainnya memilih abstain alias tidak menggunakan hak pilihnya.

Mantan Sekretaris Marno Pawessai yang sebelumnya disebut-sebut bakal bersaing memperebutkan kursi ketua, memilih mengundurkan diri sebelum pemilihan dilakukan.

Setelah terpilih sebagai ketua, Hasman kemudian merangkul Marno Pawessai (tabloid Merah Putih Pos) sebagai sekretaris, dan Muh Rizal Bakri sebagai bendahara.

Konferensi PWI Perwakilan Sidrap dihadiri Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh SH, yang didampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi Hasan Kuba, Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan Rifai Manangkasi, Wakil Sekretaris Anwar Mahendra, dan Sekretaris Eksekutif Supriadi.

Sumber berita:
1. Harian Ujungpandang Ekspres
Senin, 10-01-2011
http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=59159
2. Harian Pare Pos
Rabu, 12 Januari 2011
http://www.parepos.co.id/read/34427/10/ketua-pwi-sidrap-minta-pengurus-aktif
3. Hasan Kuba
(Wakil Ketua PWI Sulsel)


[Terima kasih atas kunjungan, komentar, kritikan, dan saran anda di blog http://pwi-sulsel.blogspot.com]
Read More ..

Ketua PWI Perwakilan Pinrang Pilih Thamrin dan Masrul


Ilwan Sugianto SH (Harian Pare Pos) yang terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Pinrang periode 2011-2014, memilih Thamrin Nawawi (Tabloid Lacak) sebagai sekretaris dan Masrul Umur (Tabloid Merah Putih Pos) sebagai bendahara. Ilwan terpilih pada Konferensi PWI Perwakilan Pinrang, di Baruga Lappo Ase Pinrang (bekas Rumah Jabatan Bupati Pinrang), Sabtu, 8 Januari 2011.


------------------------

Ketua PWI Perwakilan Pinrang Pilih Thamrin dan Masrul

Ilwan Sugianto SH (Harian Pare Pos) yang terpilih sebagai Ketua PWI Perwakilan Pinrang periode 2011-2014, memilih Thamrin Nawawi (Tabloid Lacak) sebagai sekretaris dan Masrul Umur (Tabloid Merah Putih Pos) sebagai bendahara.

Ketua terpilih, Ilwan Sugianto, mengaku optimis dirinya bersama orang-orang yang dimasukkan dalam kepengurusan akan mampu menjawab beragam tantangan yang ada, khususnya dalam pembinaan wartawan di Bumi Lasinrang.

''Peningkatan kualitas wartawan di Bumi Lasinrang sasaran utama pada awal kepemimpinan saya, karena kami menyadari betul kapasitas dan kemampuan jurnalistik rekan-rekan wartawan lokal. Ke depan, pembinaan akan diintesifkan, agar citra kuli tinta di daerah ini akan lebih baik di tengah masyarakat,'' ujarnya setelah terpilih sebagai ketua pada Konferensi PWI Perwakilan Pinrang, di Baruga Lappo Ase Pinrang (bekas Rumah Jabatan Bupati), Sabtu, 8 Januari 2011.

Ilwan mengatakan, peningkatan kualitas SDM wartawan yang ada harus menjadi perhatian serius dalam masa kepemimpinannya.

''Saya berharap teman-teman dapat memupuk rasa kebersamaan dan tidak terpecah belah. Saya juga berharap teman-teman wartawan yang ada di kabupaten Pinrang mampu mengambil peran penting dan menjadi pionir dalam pembangunan di daerah ini,'' tuturnya.

Pada konfrensi tersebut, Ilwan terpilih sebagai ketua setelah meraih suara terbanyak dari tiga calon ketua. Ilwan merebut 10 dari 16 suara yang diperebutkan, sedangkan Andi Nanrang Napi (tabloid Indonesia Pos) meraih 5 Suara, dan Abidin Santian (tabloid Indonesia Pos) meraih 1 suara.

Konferensi dihadiri Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh SH, Wakil Bupati Pinrang Drs HA Kaharuddin Machmud, mantan Ketua PWI Perwakilan Pinrang Nasri Aboe, serta sejumlah wartawan dan undangan. Dari PWI Sulsel juga hadir Wakil Ketua Bidang Organisasi Hasan Kuba, Wakil Ketua Bidang Pembelaan Rifai Manangkasi, Wakil Sekretaris Anwar Mahendra, dan Sekretaris Eksekutif Supriadi.


Wakil Bupati Pinrang Kaharuddin Machmud, mengatakan, menjadi wartawan bukanlah pekerjaan gampang, bahkan sebaliknya pekerjaan wartawan itu sulit, karena membutuhkan keahlian dan keberanian tersendiri.

''Menjadi seorang jurnalis harus berani, jangan jadi wartawan kalau penakut. Beranilah mengeritik siapapun sepanjang data dan faktanya adalah kebenaran.,'' katanya.

Menyinggung pendidikan dan pembinaan bagi wartawan, Kaharuddin mengatakan Pemkab Pinrang siap memberikan dukungan, karena peningkatan kualitas SDM wartawan memang diperlukan, baik oleh wartawan dan media massa, maupun oleh pemerintah.


Sumber berita:
1. Radio Susia FM
Senin, 10 Januari 2011 10:02
http://susiafm.com/index.php/news/638-ilwan-sugianto-terpilih-menjadi-ketua-pwi-pinrang
2. Hasan Kuba
(Wakil Ketua PWI Sulsel)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, kritikan, dan saran anda di blog http://pwi-sulsel.blogspot.com]
Read More ..

Minggu, 16 Januari 2011

Mengenal Anggota Komisi Informasi Pusat


Anggota Komisi Informasi Pusat berjumlah tujuh orang. Di antara tujuh anggota Komisi Informasi Pusat itu, dua orang di antaranya berlatar-belakang wartawan. Mereka adalah Abdul Rahman Ma’mun (40 tahun, mantan produser berita di ANTV, wartawan di Metro TV, serta Redaktur Pelaksana di Majalah Panjimas) dan Ramly Amin Simbolon (56 tahun, wartawan senior yang merupakan salah satu kader terbaik dari Grup Pos Kota, Jakarta.


---------------------------

Mengenal Anggota Komisi Informasi Pusat
- Dua Di antaranya adalah Wartawan

Oleh: Asnawin

Anggota Komisi Informasi Pusat berjumlah tujuh orang. Di antara tujuh anggota Komisi Informasi Pusat itu, dua orang di antaranya berlatar-belakang wartawan. Mereka adalah Abdul Rahman Ma’mun (40 tahun, mantan produser berita di ANTV, wartawan di Metro TV, serta Redaktur Pelaksana di Majalah Panjimas) dan Ramly Amin Simbolon (56 tahun, wartawan senior yang merupakan salah satu kader terbaik dari Grup Pos Kota, Jakarta. Pengalamannya yang panjang sebagai wartawan di DPR dan Istana Kepresidenan membawanya pada jabatan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Terbit).

Berikut profil tujuh anggota Komisi Informasi Pusat.

KETUA
Komisioner Subkomisi Informasi Pertahanan dan Keamanan


Ahmad Alamsyah Saragih. 43 tahun. Pendidikan terakhir Sarjana Ekonomi jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Padjadjaran, Bandung. Pernah bekerja sebagai Local Governance Specialist pada Initiative For Local Governance Reform (ILGR), World Bank.


WAKIL KETUA
Komisioner Subkomisi Informasi Hukum, Peradilan dan HAM

Henny S Widyaningsih. 52 tahun. Sejak 1985 menjadi dosen di jurusan Komunikasi FISIP Universitas Indonesia  (UI) dan 8 tahun menjadi Kepala Humas dan Protokol UI.   Ia juga aktif di berbagai organisasi profesi kehumasan, seperti Bakorhumas, Perhumas, ISKI, Amic  dan beberapa kali menjadi juri dalam penghargaan Anugerah Media Humas yang diselenggarakan oleh Bakorhumas dan Perhumas. Kini selain sebagai Wakil Ketua ia juga membidangi Penyelesaian Sengketa di KI Pusat.




ANGGOTA
Komisioner Subkomisi Informasi Pelayanan Dasar

Abdul Rahman Ma’mun. 40 tahun. Pernah menjadi produser berita di ANTV, wartawan di Metro TV, Redaktur Pelaksana di Majalah Panjimas. Meraih dua gelar S1, di Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada (UGM) dan IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sejak kuliah, aktif di dunia pers mahasiswa, antara lain menjadi Pemimpin Umum Majalah Balairung UGM dan mendirikan Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) di tahun 1993. Di KI Pusat ia membidangi Sosialisasi, Edukasi dan Advokasi.
------------------------------------



ANGGOTA
Komisioner Subkomisi Informasi Perencanaan Kebijakan

Amirudin. 42 tahun. Lulusan S1 Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Diponegoro (1992), Graduate Diploma Bidang Komunikasi Kebudayaan University of Copenhagen Denmark (1996), S-2 Antropologi UI  (2002), Training Mediasi di Arizona State, Arizona State University USA (2006). Sejak 1992 menjadi Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Undip, Ketua KPID Jawa Tengah (2007-2009), Kepala Badan Riset dan Data Mapilu-PWI Pusat, Anggota Presidium Jaringan Jurnalis untuk Transformasi, Edukasi,dan Demokrasi (J-TREND), sekretaris Moeslem Intelectual Institute for Civil Society (MIICS).  Dosen yang tengah menempuh S3 bidang Antropologi di Universitas Indonesia ini kini memegang Bidang Kelembagaan di KI Pusat.
---------------------------------




ANGGOTA
Komisioner Subkomisi Informasi Legislasi

Ramly Amin Simbolon. 56 tahun. Wartawan senior yang merupakan salah satu kader terbaik dari Grup Pos Kota, Jakarta. Pengalamannya yang panjang sebagai wartawan di DPR dan Istana Kepresidenan membawanya pada jabatan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Terbit. Menyelesaikan S2  Kriminologi  FISIP Universitas Indonesia (2009). Ramly membidangi Penyelesaian Sengketa di KI Pusat.
------------------------------------



ANGGOTA
Komisioner Subkomisi Informasi Lingkungan Hidup, Tata Ruang dan Pertanahan

Dono Prasetyo. 44 tahun. Lulusan Fakultas Biologi Uni versitas Kristen Satya Wacana, Salatiga (1990). Profesi terakhir sebagai Direktur Pengembangan Intitusi Institut Studi Arus Informasi (ISAI). Aktif memperjuangkan kebebasan berekspresi termasuk di dalamnya adalah kebebasan media untuk menulis. Sebagai anggota  KI Pusat,  Dono membidangi Sosialisasi, Edukasi, dan Advokasi.
---------------------------



ANGGOTA
Komisioner Subkomisi Informasi  Anggaran dan Keuangan

Usman Abdhali Watik. 42 tahun. Dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Paramadina dan Universitas Pelita Harapan Jakarta.  Menyelasaikan S1 di Jurusan Administrasi Negara Universitas Hasanuddin Makassar, dan S2-nya di Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia.  Usman yang  tengah menyelesaikan program doktor bidang Komunikasi Politik di Universitas Kebangsaan Malaysia ini juga bertanggungjawab atas Bidang Kelembagaan KI Pusat.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, kritikan, dan saran anda di blog http://pwi-sulsel.blogspot.com]
Read More ..

Rabu, 12 Januari 2011

Ketua PWI Sulsel Ikut Tanda Tangani Poster Protes

Sejumlah wartawan menggelar aksi unjukrasa di fly-over Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu, 12 Januari 2011. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh, turut bergabung  dengan pengunjuk rasa dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar dan Koalisi Perlindungan Jurnalis dan Kebebasan Berekspresi. Illustrasi foto direkam dari http://sangpemburuberita.blogspot.com/2010/10/ketua-kpud-depok-aniaya-dua-wartawan.html.


-----------------------------

Penganiayaan Wartawan:
Ketua PWI Sulsel Ikut Tanda Tangani Poster Protes


Tribunnews.com
Rabu, 12 Januari 2011
http://www.tribunnews.com/2011/01/12/ketua-pwi-sulsel-bergabung-dengan-pengunjuk-rasa

Laporan Wartawan Tribun Timur, Akhwan Ali

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh, bergabung dengan pengunjuk rasa dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar dan Koalisi Perlindungan Jurnalis dan Kebebasan Berekspresi dalam unjuk rasa di flyover, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu, 12 Januari 2011.

Zulkifly ikut membubuhkan tanda tangan pada kertas poster protes yang disodorkan para wartawan. Aksi ini merupakan bentuk protes wartawan Makassar atas kekerasan yang dialami oleh wartawan Tribun Timur, Edi Sumardi, saat melakukan peliputan di Gowa, Senin (10/01/2011) lalu.

Ketika itu, ribuan massa pendukung mantan calon bupati Madusilla Idjo yang marah mempersoalkan Ichsan, sementara massa Ichsan juga menggelar aksi.

Edi telah melaporkan kasus yang menimpanya ke Polres Gowa. Aksi solidaritas digalang Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Makassar dan Koalisi Perlindungan Jurnalis.

Editor: Dahlan Dahi  |  Sumber: Tribun Timur

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, kritikan, dan saran anda di blog http://pwi-sulsel.blogspot.com]
Read More ..

Selasa, 11 Januari 2011

Amran Suyuti Pimpin KembaliPWI Perwakilan Palopo


Amran Suyuti yang merupakan Ketua PWI Perwakilan Palopo kembali terpilih secara aklamasi. Dari sekitar 20 orang yang hadir, tidak ada yang berani tampil mencalonkan diri untuk bertarung dengan mantan Pemimpin Redaksi Beritakota Makassar itu. 


PWI Sulsel Upayakan Perumahan Wartawan
- Amran Suyuti Pimpin KembaliPWI Perwakilan Palopo

Oleh: Aat Laparuki
Monday, 10 January 2011
http://kedaiberita.com/Indo-Tengah/2012-pwi-sulsel-upayakan-perumahan-wartawan.html

kedaiberita.com - Konferensi ke-4 PWI Sulsel Perwakilan Palopo, di Aula Kantor Dinas Pendidikan Palopo, Ahad, 9 Januari 2011, menyinggung pentingnya peningkatan kualitas wartawan, salah satunya melalui jalan memberikan fasilitas yang menunjang kinerja. Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh berjanji PWI Sulsel siap memfasilitasi pengadaan perumahan bagi wartawan tahun 2012.

Zulkifli di hadapan Walikota Palopo, HPA Tenriadjeng, mengungkapkan bahwa pada 2012 nanti semua wartawan dan koran yang beredar akan disertifikasi oleh Dewan Pers. Wartawan yang tidak berkualitas dan profesional akan ditinggalkan publik.

"2012 nanti tidak ada lagi wartawan pemeras, wartawan tempo-tempo, wartawan muntaber dan wartawan tanpa suratkabar alias WTS yang berkeliaran,'' tandasnya.

Salah seorang komisaris Media Fajar Group ini juga menyatakan pada 2012 nanti semua perusahaan media harus memberikan 20% sahamnya kepada karyawan dan wartawan yang dipekerjakannya.

"Bukan zamannya lagi wartawan yang mencari uang untuk perusahaannya. Jika ada sengketa atau konflik antara wartawan dengan perusahaannya, PWI siap pasang badan membela wartawan,'' tegas Zulkifli.

PWI Perwakilan Palopo yang mencakup 6 kabupaten yakni Palopo, Luwu, Luwy Utara, Luwu Timur, Tana Toraja, dan Toraja Utara. Konferensi yang dihadiri utusan pengurus dan anggota perwakilan/Pokja PWI tersebut dibuka Walikota Polopo HPA Tenriadjeng.

Dalam sambutannya Walikota Tenriajeng menyatakan bahwa kerja sama antara pemerintah dan PWI perlu tetap dilestarikan bahkan ditingkatkan. Pada kesempatan itu walikota Palopo ini juga mengakui besarnya sumbangsih pers dalam pembangunan dan memperkuat demokrasi.

"Oleh karena itu perlu upaya lebih intens untuk meningkatkan kualitas insan pers. Juga idealisme pers harus selalu dijaga dan dipertahankan. Jika ada wartawan nakal dibina secara internal di PWI,'' ujar Tenriadjeng.

Konfrensi PWI yang diadakan di ruang pola Dinas Pendidikan Kotamadya Palopo berlangsung hanya sekitar 1 jam 30 menit. Amran Suyuti yang merupakan Ketua PWI Perwakilan Palopo kembali terpilih secara aklamasi. Dari sekitar 20 orang yang hadir tidak ada yang berani tampil mencalonkan diri untuk bertarung bersaing dengan mantan pimpinan harian Berita Kota Makassar (Jawa Pos Groub) ini. Padahal Moderator memberikan kesempatan kepada peserta untuk mencalonkan diri.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, kritikan, dan saran anda di blog http://pwi-sulsel.blogspot.com]
Read More ..

Faizal Zainuddin Atlet Terbaik Sulsel 2010



Karateka Indonesia, Faizal Zainuddin (kanan), menyabet medali perunggu karate nomor kata perorangan Asian Games XVI, Rabu, 24 November 2010. Faizal Zainuddin terpilih sebagai atlet terbaik Sulsel 2010. (Foto: AFP/MIKE CLARK)



Faizal Zainuddin Atlet Terbaik Sulsel 2010

Harian Kompas, Jakarta

Senin, 10 Januari 2011
http://olahraga.kompas.com/read/2011/01/10/18342438/Zainuddin.Atlet.Terbaik.Sulsel.2010-14

MAKASSAR, Kompas.com - Karateka nasional yang merebut medali emas SEA Games dan PON, serta medali perunggu Asian Games 2010 di China, Faizal Zainuddin, menyabet penghargaan Atlet Terbaik Sulawesi Selatan, pilihan Seksi Wartawan Olahraga atau SIWO-PWI Sulsel 2010.

Ketua SIWO-PWI Sulsel Drs Abdurrahman Hamzah di Makassar, Senin (10/1/11), mengumumkan hasil pemilihan atlet, pelatih, pembina olahraga terbaik dan KONI kabupaten/kota teladan pilihan wartawan olahraga setempat.

Selain Faizal, dua atlet lainnya di kelompok putra tepilih sebagai olahragawan terbaik yakni M Haerullah (anggar) dan Robby Tanser (dansa).

Sementara di kelompok putri terpilih atlet anggar Isnawati Sir Idar, Shelvi Melowa (renang indah) dan Anita Tandi (dansa). Sedangkan pelatih terbaik masing-masing Mursalim Bado’o (karate), Drs M Ramli (sepak takraw) dan Harry Yost (anggar).

Terpilih sebagai pembina olahraga terbaik Dr H Syahrul Yasin Limpo, SH, Msi, MH (Ketua Pengprov Forki), H Andi Muallim, SH, Msi (Ketua Pengprov Ikasi), H Satar Taba (Ketua Pengprov PRSI), Drs H Azikin Solthan, Msi (Ketua Pengprov PSTI) dan Lie Tanser (Ketua Pengprov  IODI) Sulawesi Selatan.

SIWO-PWI Sulsel untuk pertama kalinya juga memilih tujuh KONI kabupaten/kota teladan yang dinilai sukses dalam membangun sarana dan prasarana olahraga dan melahirkan atlet berprestasi nasional maupun internasional.

KONI kabupaten/kota teladan pilihan SIWO-PWI Sulsel tersebut yakni, KONI kabupaten Sinjai, KONI Kota Makassar, KONI Kota Palopo, KONI kabupaten Selayar, KONI kabupaten Pangkep, KONI kabupaten Bantaeng dan KONI kabupaten Enrekang.

Ketua panitia pemilihan atlet terbaik Sulsel 2010 Syarif May mengatakan, atlet yang terpilih adalah mereka yang memiliki prestasi nasional dan internasional selama kurum waktu 2008-2010, termasuk pada PON 2008 di Kaltim.

Sementara untuk KONI kabupaten/kota teladan dipilih berdasarkan atas kemajuan yang dicapai daerah tersebut dalam pembangunan, pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga dari daerah tersebut.

Penilaian tersebut antara lain, meliputi pembagunan sarana dan prasarana olahraga, prestasi atlet serta alokasi dana APBD daerah bersangkutan dalam pembangunan olahraga di daerah tersebut.

"Tujuh kabupaten/kota yang terpilih menjadi teladan karena daerah itu memiliki sarana olahraga dan melahirkan atlet berprestasi nasional dan internasional," ujarnya.

''Salah satu daerah yang paling menonjol dalam pembangunan sarana olahraga di Sulsel adalah kabupaten Sinjai yang memiliki stadion, kolam renang serta lapangan tenis indoor. Dan, prestasi terkini yang diraih Sinjai adalah, tim sepak bola Perssin Sinjai sukses menembus kompetisi liga divisi utama PSSI 2011,'' kata Syarif yang juga sekretaris SIWO-PWI Sulsel.

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, kritikan, dan saran anda di blog http://pwi-sulsel.blogspot.com]
Read More ..

Minggu, 09 Januari 2011

Infinitum, Novel Penggugat Realita Kehidupan

Infinitum, Novel Penggugat Realita Kehidupan

Harian Fajar, Makassar
Minggu, 9 Januari 2011
http://metronews.fajar.co.id/read/113508/61/infinitum-novel-penggugat-realita-kehidupan


Keterangan gambar: Ahyar Anwar

MAKASSAR--Sebuah novel mengenai realitas kehidupan bisa dinikmati warga Makassar. Judulnya,  Infinitum. Novel karya dosen sosiologi, filsafat, dan sastra Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr Ahyar Anwar, SS MSi ini berusaha menggugat realita kehidupan.


Novel yang dicetak 3.000 eksamplar ini diluncurkan, 6 Januari lalu di aula gedung PWI Sulsel, Jl AP Pettarani. Peluncuran yang dirangkaikan pagelaran seni mahasiswa UNM ini dihadiri budayawan, Udhin Palisuri dan sastrawan, Aan Mansyur.

Ahyar mengatakan, novel ini mencoba membongkar kebenaran yang menjadi acuan masyarakat dalam hal ini bukan kebenaran sebagai esensi. Artinya orangtua, atau keluarga, menginginkan anak perempuannya menikah dengan orang yang sudah mapan dan bisa hidup normal sesuai logika kebenaran masyarakat.

"Ini benar sebagai tujuan tapi tidak tahu apakah dengan hidup seperti itu anaknya akan bahagia atau tidak. Saya membedakan kebenaran sebagai tujuan dan kebenaran sebagai esensi. Dalam novel ini menjelaskan bahwa masyarakat lebih mengutamakan kebenaran sebagai tujuan. Artinya kalau ada yang mengatakan bahwa saya mencintai itu, itu tak cukup. Karena Anda sedang berbicara esensi," kata jebolan Filsafat Universitas Gajah Mada ini.

"Novel ini menggugat realitas kehidupan demikian. Saya merasa Anda hidup dalam sebuah kehidupan yang fiksi sebenarnya. Dan novel ini menceritakan kehidupan yang sebenarnya," sambung pria kelahiran 1970 ini.

Banyak tokoh dan kisah dalam novel ini. Berbeda dengan novel lainnya, novel ini tidak menampilkan tokoh utama.

"Ada kisah tentang perempuan yang bermain biola. Ini novel yang pertama dari tiga novel yang telah saya tulis. Khusus novel ini, saya kerja sebulan, saat Ramadan lalu," kata Ahyar yang Februari mendatang kembali akan melaunching novel keduanya, Sarah.

Ahyar mengaku berpikir panjang sebelum memulai menulis.

"Saya memikirkan bagaimana menulis sebuah novel versi baru. Dan saya menyatakan kehidupan kita sebenarnya tersusun dari peristiwa-peristiwa yang tidak saling tahu. Tapi jika dikumpulkan akan menjadi sebuah kehidupan. Artinya, Tuhan tidak pernah memberikan skenario kehidupan ini, dia hanya memberikan peran masing-masing tapi jika terlibat dalam sebuah realitas, maka itulah kehidupan," jelas doktor alumni Ilmu Sastra UGM ini.

Infinitum diambil sebagai judul karena novel ini menceritakan perulangan dalam kehidupan.

"Itu dari bahasa latin yang artinya berulang," katanya.

Aan Mansyur mengatakan, novel ini bagus. Cerita yang ditampilkan sangat menarik.

"Cinta itu justru luka dalam novel ini. Novel ini tragedi yang punya lapisan makna begitu banyak," ujar Aan. (amr)

[Terima kasih atas kunjungan, komentar, kritikan, dan saran anda di blog http://pwi-sulsel.blogspot.com]
Read More ..